Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Sabtu, 09 Juli 2011

Wajah Baru PSSI, Harapan Baru Indonesia


KONGRES Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, siang hingga sore tadi berlangsung sukses. Tak ada deadlock seperti yang dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya. Dan, yang lebih penting, PSSI sudah memiliki nahkoda baru. Untuk periode 2011-2015, PSSI bakal dipimpin duet Prof. Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman.

Terpilihnya dua sosok ini memang tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, Djohar sudah lama diketahui merupakan jagoan alternatif yang diusung Kelompok 78 setelah peluang Arifin Panigoro (AP) dan George Toisutta (GT) tertutup rapat. Meski hanya dicalonkan oleh PS Madina Medan Jaya yang bahkan tak punya hak suara di kongres, berkat dukungan massif K-78 sang Profesor dapat melenggang mulus meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Demikian juga dengan Farid Rahman. Adalah Akor FC, klub Divisi 3 PSSI di Jombang, yang mengusung nama pengurus asosiasi tenis meja nasional ini. Meski Akor FC tak ikut menyumbang suara, toh, sebagai salah satu pentolan K-78 ia bisa menyingkirkan saingan terberatnya, Erwin Aksa. Oya, sekedar mengingatkan, Farid adalah perwakilan K-78 saat menemui FIFA di Zurich pasca-Kongres 20 Mei yang berakhir deadlock.

Dinanti Segudang Masalah
Djohar Arifin Husin, Ketua Umum PSSI 2011-2015.Sebelum terpilih, para calon Ketua Umum PSSI tentunya tahu kalau induk organisasi sepak bola nasional ini sedang dirundung banyak masalah. Mulai dari pendanaan timnas senior dan U-23, dualisme kompetisi antara LPI dan LSI, hingga pemutaran kompetisi semua jenjang yang terhambat akibat kisruh. Jangan lupakan pula dua blok yang selama ini saling jegal menjelang kongres.

Dengan pengalamannya sebagai Sekjen KONI, Ketua Pengda PSSI Sumatera Utara, Staf Ahli Menpora, juga pemain PSMS Medan, aksi Djohar dalam menjawab semua tantangan yang sudah di depan matanya sangat dinanti seluruh penggemar sepak bola nasional. Mau dibawa ke mana sepak bola Indonesia empat tahun ke depan, semua tergantung gerak langkah Djohar.

Soal dana jangan khawatir, AP jelas mendukung penuh Djohar. Apalagi ketika ditanya wartawan soal kebutuhan dana sebesar Rp 2 milyar untuk memberangkatkan timnas Pra-Piala Dunia 2014 ke Turkmenistan, tak lama setelah terpilih, ia menjawab dananya siap. Dengan berseloroh ia berkata, "Saya punya bandar besar: Allah SWT." Tapi, tentu kita bisa meraba siapa sesungguhnya "bandar besar" yang ia maksud itu.

Well, setumpuk harapan ditumpukan pada Djohar. Mampukah ia memuaskan ekspektasi publik bola tanah air? Kita tunggu bersama jawabannya...

Rabu, 06 Juli 2011

Tersihir Cita Rasa Kerak Telor Jakarta Fair 2011


SEBAGAI orang pelosok nan jauh dari pusat negara, menjejakkan kaki ke Jakarta merupakan impian yang sudah lama terpendam dalam benak saya. Mungkin rekan-rekan lain sesama warga pelosok di berbagai penjuru Indonesia juga punya impian serupa. Melihat Jakarta dari film atau siaran berita saja sudah sedemikian takjub, apatah lagi menginjak tanahnya dengan telapak kaki sendiri?

Jika dihitung-hitung sejak SMP, berarti sudah sekitar 15 tahun saya memendam hasrat ke Jakarta sampai saat ini! Kapan ke Jakarta? Tanya saya dalam hati selalu.

Saya beruntung. Adik perempuan saya yang kuliah dan lalu bekerja di Tangerang dapat promosi ke kantor pusat perusahaannya di Jakarta. Kalau dulu problem utama setiap hendak ke Jakarta adalah mencari siapa yang mau ditumpangi, kini saya tidak perlu pusing-pusing lagi. Tinggal SMS, trus langsung berangkat deh.

Jakarta Fair, Aku Datang..!
Kapan waktu yang tepat ke Jakarta? Ini pertanyaan selanjutnya setelah urusan tempat menumpang tidur selama di ibu kota terjawab. Ya, sebaiknya kapan sih ke Jakarta kalau niatnya untuk pelesiran? Menunggu musim liburan tentu tak nyaman, semua tempat wisata dijamin penuh sesak. Sedangkan di saat-saat normal kemacetan terpampang di mana-mana. Lebaran? Mana mungkin, saya dan adik tentu lebih memilih pulang kampung ke Sungai Bahar, Jambi.

Jawabannya saya dapat saat menonton berita di televisi. Waktu yang tepat ke Jakarta adalah saat Jakarta Fair digelar. Kebetulan Jakarta Fair 2011 digelar tepat pada musim liburan sekolah, 9 Juni – 10 Juli. Setelah cari info dari koran dan internet, didapatlah jadwal acara-acara selama ajang yang juga dikenal sebagai Pekan Raya Jakarta ini.

Pamflet Jakarta Fair 2011 di berbagai sudut Jakarta.Sebagai pecinta berat musik, jadwal konser musik jadi incaran pertama. Sayang, karena baru bisa ke Jakarta awal Juli, saya melewatkan konser penyanyi idola saya: Ari Lasso (9 Juni) dan Iwan Fals (15 Juni). Demikian juga band-band favorit semacam Naif (12 Juni), tipe-X (14 Juni), /rif (17 Juni), Sheila on 7 (21 Juni), Netral (23 Juni), dan Shaggydog (24 Juni). Dan karena hanya bisa sehari di Jakarta, saya juga melewatkan konser penyanyi cewek idola saya lainnya, Astrid (4 Juli), dan juga Godbless (7 Juli).

Apa boleh buat. Selera musik memang tidak terpenuhi, tapi saya masih punya selera lain yang rasanya masih bisa terpuaskan di hari-hari terakhir Jakarta Fair. Apa itu? Selera perut alias makanan. Kebetulan pula adik saya yang bakal jadi “pemandu wisata” selama di Jakarta doyan jajan. Klop sudah.

Target #1: Kerak Telor
Dari tempat tinggal adik saya di Palmerah, kami menuju ke Monas dengan transJakarta alias busway. "Lho, kok malah ke Monas sih?" Protes saya pada adik. Setahu saya venue Jakarta Fair di Kemayoran, tepatnya di Arena JIEXPO. Dia jawab dengan kalem, "Tar di Monas ada bis gratis ke arena PRJ." Ya sudah, saya pun ikut-ikutan kalem. ^_^

Meski ber-AC, di dalam busway jauh dari kata nyaman karena penumpang berdesak-desakan. Seperti ikan asin ditumpuk-tumpuk di keranjang. Bayangkan, bahkan untuk berdiri dengan berpegangan satu tangan saja susah! Bagaimana ini, Pak Fauzi Bowo?

Syukurlah, semua ketidak-nyamanan selama di jalan menguap begitu melihat betapa meriahnya suasana di Arena JIEXPO. Semasa masih kuliah dan kemudian merintis karir di Jogja (2000-2010), saya sering datang ke Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) atau biasa disebut pasar malam Sekaten saja. Bukan bermaksud membanding-bandingkan, tapi dari segi luas arena, jumlah stand, variasi wahana bermain, banyaknya artis penghibur, ramainya pengunjung, dan juga publikasi media, JakFair jelas mengungguli pasar malam Sekaten. Tak heran bila saya dibuat melongo jadinya.

Pedagang kerak telor.Satu-satunya kelebihan Sekaten dari JakFair adalah harga tiket masuk. Pemkot Yogyakarta hanya mematok harga Rp7.000/tiket, sedangkan Jakarta lebih mahal sekitar tiga kali lipat lebih: Rp25.000.

Sambil mendengar suara konser musik yang sayup-sayup sampai--menurut agenda yang tampil saat itu Glenn Fredly, Tompi, Andien, Citra dan Cassandra, saya dan adik berputar-putar memasuki setiap stand yang menarik hati. Sebagai “orang daerah”, target utama saya adalah segala hal yang menjadi ciri khas Jakarta, terutama makanan. Satu makanan khas Jakarta yang langsung terbayang di kepala saya saat itu adalah kerak telor! Menurut cerita-cerita yang saya dengar, masakan (yang sengaja dibuat) agak gosong berbahan dasar telor ini nikmatnya luar biasa. Wajib cicip deh kalau ke Jakarta.

“Jangan ngaku ke Jakarta kalau belum nyicipin kerak telor,” begitu kata Fahmi, kawan kuliah saya asal Jambi yang kemudian menetap di Jakarta sejak 2003.

Dasar rejeki. Saat mata kami sibuk mencari-cari stand makanan yang menjual kerak telor, pandangan saya tertumbuk ke seorang bapak dengan pikulan sederhana berkeranjang dua, tengah duduk di depan sebuah tungku berasap tipis. Di atas tungku tersebut ada kuali tertutup rapat. Di depan si pedagang, tepatnya diantara dua keranjang, terdapat tulisan, “Kerak Telor Betawi”. Ah, dasar rejeki…

Perut Kenyang, Hati Senang
Tanpa basa-basi kami langsung memesan dua porsi. Satu porsi dibanderol Rp15.000, harga yang tidak bisa dibilang mahal, bahkan untuk kantong “orang daerah” seperti saya. Namun, seingat saya harga jajanan di Pemalang tak ada yang lebih dari Rp15.000/porsi. Grombyang Haji Warso yang paling terkenal di Pemalang, sempat didatangi Bondan Winarno bersama Wisata Kuliner-nya, harganya Rp12.500/porsi. Bakso, mi ayam, soto, sate, ayam bakar/goreng, maupun jajanan lain rata-rata dihargai Rp4.000-Rp5.500/porsi, paling mahal Rp7.000/porsi.

Seporsi kerak telor. Yummmy...Begitu si penjual menyodorkan pesanan kami, saya langsung menyuapkan sendok ke mulut. Tak lama kemudian saya tersenyum lebar. Rasanya tak bisa dilukiskan, pokoknya enak. Kalau mau ulasan detil soal rasanya mungkin bisa ditanyakan ke Bondan Winarno, Farah Quinn, atau Chef Edwin Lau. Satu hal yang saya catat, keraknya yang agak pahit justru membuat cita rasa makanan kebanggaan orang Betawi ini menjadi khas.

Suapan pertama sudah begitu menggoda, selanjutnya? Tandaslah sepiring kerak telor di tangan saya. Hanya dalam tempo kurang dari 10 menit! Adik saya menawarkan untuk menambah seporsi lagi, tapi perut sudah terasa penuh. Kenyang, plus senang karena keinginan menikmati Jakarta plus makanan khasnya yang paling terkenal, dapat terpenuhi malam itu.

Keesokan harinya, saat duduk di kursi Dewi Sri tujuan Jakarta-Pemalang, lamat-lamat terdengar alunan vokal Yon Koeswoyo menyanyikan lagu Kembali ke Jakarta. Sambil tersenyum, saya iseng memelesetkan lagu tersebut.

Ke Jakarta Fair, aku kan kembali…
Walaupun apa yang kan terjadi…
Ke Jakarta Fair, aku kan kembali…
Walaupun apa yang kan terjadi…

Jumat, 01 Juli 2011

Samsung GT-E1080T, Hape Murah Gila!


SAMSUNG GT-E1080 T, harga Rp150.000. Wow, begitu membaca iklannya di tabloid BOLA edisi Kamis-Jum’at, 23-24 Juni 2011, saya langsung panas-dingin. Kok ya kebetulan sekali sih. Saat hape saya dan istri kompak rusak, dan kami belum ada bujet untuk beli hape baru, iklan itu muncul. Meski keuangan mepet, saya tetap memaksakan diri beli.

Kalau Nexian, Mito, ht, Cross, Maxtron, CSL Blueberry, dan hape merek Cina lainnya berharga murah segila-gilanya, saya tidak heran. Tapi ini Samsung! Walaupun fiturnya minimalis sekali, hanya bisa ber-SMS dan menelepon/ditelepon, tetap saja harga Rp150.000 sangat murah untuk merek sekelas Samsung.

Apalagi kalau dilihat tampilannya yang tidak tampak murahan. Bodi tipis model candy bar dengan keypad cantik, plus layar warna dan mendukung ringtone MP3, bergaransi setahun pula, orang tak akan mengira kalau Samsung GT-E1080 T cuma seharga Rp150.000. Gila apa hape Samsung harganya di bawah Rp200.000?

Tapi nampaknya Samsung memang sudah ikut-ikutan gila gara-gara membanjirnya hape Cina berharga murah. Daripada dilibas persaingan, lebih baik ikuti arus. Mungkin begitu pikir bos-bos Samsung di Korea Selatan sana. Toh, dari segi merek Samsung jelas jauh lebih mentereng dari (maaf) Nexian, Mito, ht, Cross, Maxtron, CSL Blueberry, dan sederet hape merek Cina lainnya.

Di Pemalang Rp160.000-Rp180.000
Begitulah. Hanya selang beberapa hari setelah melihat iklan di BOLA tersebut, saya langsung hunting Samsung GT-E1080 T. Sejak awal saya sadar, di Pemalang harganya tak akan sesuai dengan di iklan. Pasti ada selisih antara Rp20.000-Rp30.000. Jadi, saya pun menyediakan anggaran sebesar Rp180.000.

Dugaan saya tak salah. Ada satu konter hape di bilangan Pasar Banjardawa, Kec. Taman, yang menjual hape tersebut seharga Rp180.000. Beli? Nanti dulu. Otak “kikir” saya langsung bekerja. Kalau di pelosok saja harganya segitu, berarti di kota bisa lebih murah. Maka, sayapun berangkat ke Pemalang kota, dengan target mencari konter yang menjual Samsung GT-E1080 T dengan selisih harga Rp15.000-Rp20.000.

Sayang, konter pertama dan kedua yang saya datangi malah tidak menjual hape Samsung sama sekali. Mereka cuma punya stok Nokia dan seabrek merek Cina. Saya lantas bergerak lagi, dan keberuntungan memayungi saya di konter ketiga. Tanpa basa-basi saya langsung bilang mau cari Samsung GT-E1080 T, dan penjaga konternya bilang, “Harganya Rp160.000.” Alhamdulillah…

Well, setelah dicoba di rumah ternyata saya puas dengan Samsung GT-E1080 T ini. Tipis dan ringan, jadi pas di saku. Fiturnya lebih dari lengkap bagi saya, meski memang tak sementereng Nokia N70 saya yang rusak dan entah kapan bisa diservis. Buat blogger bokek seperti saya, hape ini sudah lumayanlah. ^_^
kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama