Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Minggu, 30 Oktober 2011

Musik Membuat Hidup Lebih Asyik


SIAPA tak suka mendengarkan musik? Bukan cuma musisi, abang becak pun suka. Bagi blogger dan penulis yang setiap hari stand by di depan komputer, mengetik terasa tak asyik tanpa iringan musik. Sepanjang MS Word atau OpenOffice terbuka, selama itulah alunan musik terdengar dari Winamp atau jetAudio.

Ya, musik me- mang mem- buat hidup tambah asyik. Orang cemberut bisa tersenyum karena musik, orang marah bisa mereda emosinya gara-gara musik, orang ngantuk jadi segar kembali setelah mendengarkan musik, sebaliknya orang juga bisa jadi tambah ngantuk begitu mendengar musik. Bahkan, menurut dr. Boyke, aktivitas bercinta pun bakal lebih nikmat dan bergairah bila diiringi musik.

Dilema Bernama Album
Satu-satunya yang tidak asyik dari musik adalah, untuk mendengar musik kita musti membeli album. Kok tidak asyik? Ada dua alasan kenapa membeli album musik jadi tak asyik.

Maher Zain, tak semua lagu dalam albumnya enak didengar.Pertama, harga album baru tergolong mahal. Harga kaset saja rata-rata Rp25.000/keping, apalagi yang berbentuk CD/DVD. Ini album musisi lokal lho, harga album musisi manca lebih mahal lagi. Bagi penyuka musik dari golongan ekonomi menengah ke atas mungkin tak ada masalah. Tapi bagi masyarakat bawah uang Rp25.000 begitu berarti. Daripada untuk beli album mending untuk makan. Musisi tak bisa mengabaikan pembeli dari golongan bawah karena jumlah mereka jauh lebih banyak. Sialnya, harga album tak bisa ditekan lebih rendah karena biaya produksinya memang tinggi.

Kedua, tak semua lagu dalam album tersebut disukai pembeli. Contoh, dari 13 lagu dalam album No Baggage-nya Dolores O’Riordan (2009), saya cuma suka sekitar 5-6 lagu. Bagaimana dengan lagu-lagu lainnya yang tak saya sukai? Mau dibuang sayang, tapi disimpan terus juga percuma orang saya tak suka. Bagi pembeli tentu saja ini pemborosan.

Sulit sekali menjumpai sebuah album yang lagunya enak semua. Legenda musik dunia seperti The Beatles, The Rolling Stone, atau legenda musik lokal macam Koes Plus sekalipun tak semua lagunya enak didengar. Penyebabnya tak selalu soal kreativitas musisi, tapi juga strategi pemasaran dari label yang menaunginya. Kalau ada musisi yang bisa menciptakan 10 atau 12 lagu enak, tak mungkin produser merekam semuanya dalam satu album. Akan lebih menguntungkan jika lagu-lagu tersebut dipecah menjadi 2-3 album. Inilah sebabnya mengapa dari 10-12 lagu dalam sebuah album, pasti ada beberapa yang tidak kita sukai.

Nah, karena tak mau membeli kucing dalam karung, penikmat musik lebih memilih mengunduh lagu-lagu yang ia sukai di internet ketimbang membeli album utuh. Daripada beli album tapi ternyata lagunya banyak tak disukai, bukankah lebih baik mengunduh lagu yang disukai di internet? Apalagi kalau gratis!

Pembajak Online
Ya, saat tren berbagi via internet semakin mewabah seperti sekarang, aksi bagi-bagi file musik dapat dengan mudah dilakukan. Coba saja cari judul lagu yang Bung sukai di Google, maka halaman hasil pencarian bakal menampilkan banyak sekali situs yang menawarkan file lagu tersebut. Baik situs yang dikelola orang luar negeri, maupun situs milik webmaster lokal. Yang lebih menggiurkan, kita dapat mengunduh lagu-lagu tersebut secara gratis tis.

Ini tentu saja menguntungkan penikmat musik. Bayangkan saja, begitu sebuah lagu dirilis, ketika itu juga versi mp3-nya beredar luas di internet. Siapa saja dan di mana saja bebas mengunduhnya kapan saja. Mau pakai handphone bisa, pakai laptop atau PC apalagi. Tak heran jika pembajakan lewat internet jauh lebih mengerikan dibanding pembajakan konvensional.

Semakin mudah dan murahnya akses internet membuat aksi pembajakan online kian meluas hingga ke daerah-daerah pelosok. Tindakan yang melanggar hak cipta ini tentu saja merugikan musisi. Bila lagu sang musisi bisa diperoleh secara gratis di internet, mengapa harus membeli albumnya? Akibatnya penjualan album musisi tersebut tidak maksimal. Padahal besarnya pendapatan musisi berbanding lurus dengan jumlah penjualan albumnya di pasaran.

Win-win Solution
MelOn.co.id, salah satu pelopor layanan akses musik legal di internet.Keprihatinan akan maraknya pelanggaran hak cipta, khususnya musik, di internet inilah yang kemudian melahirkan layanan penjualan musik secara satuan. Ide ini menjadi jalan keluar yang sama-sama menguntungkan bagi musisi maupun penikmat musik. Orang Amerika bilang, win-win solution. Kalau kata orang Suriname, pada-pada batine.

Konsep menjual musik secara satuan, alias per lagu, sudah lama marak di Amerika dan Eropa. Terlebih sejak diluncurkannya iTunes oleh Apple. Dengan perangkat ini, penikmat musik tak lagi harus membeli satu album utuh. Mereka dapat membeli lagu-lagu yang disukai saja, dan bisa langsung mengunduhnya ke perangkat iTunes. Lebih praktis, lebih ekonomis. Musisi pun tak rugi karena karya mereka dihargai, dibayar.

Ketika Apple meluncurkan smartphone yang diberi nama iPhone, tren membeli musik secara ketengan via internet semakin mewabah. Apalagi vendor-vendor lain juga turut mengeluarkan smartphone. Seiring dengan itu, situs-situs yang melayani penjualan lagu secara satuan bermunculan. Bahkan Amazon.com yang selama ini terkenal sebagai toko buku online pun ikut berjualan lagu dalam format mp3.

Situs-situs begini juga bermunculan di Indonesia, salah satu contohnya MelOn.co.id. Situs yang namanya mirip nama buah ini hadir sebagai salah satu pionir dalam kepedulian terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), terutama di bidang musik. Nama MelOn sendiri merupakan singkatan dari ‘melodi online’, secara langsung mengidentifikasikan dirinya sebagai ‘tempat mencari lagu (melodi) secara online’.

Meski berstatus situs lokal, MelOn tak cuma menawarkan lagu-lagu dalam negeri. Lagu-lagu mancanegara pun ada di sini. Mulai dari lagu Barat, sampai lagu India. Sesuai tagline-nya, "Unlimited Music Download", member MelOn dapat mengunduh atau mendengarkan lagu secara online tanpa batas. Untuk mendaftar pun syaratnya tidak sulit. Cukup masukkan alamat email dan password yang dikehendaki, selesai. Sebagai member baru Bung langsung mendapat layanan gratis selama seminggu. Jika Bung mau memasukkan nomor handphone, gratisannya jadi dua minggu.

Beragam Pilihan Paket Download
MelOn menawarkan lima paket download + streaming dengan harga ekonomis. Paket termurah adalah Paket Streaming. Bayangkan, cuma dengan Rp10.000 Bung bisa mendengarkan lagu apa saja, berapapun banyaknya, secara streaming selama 30 hari! Untuk memudahkan pengguna dalam melakukan streaming lagu, MelOn menyediakan pemutar musik khusus yang dinamai MelOn Player.


Dua dari lima paket murah yang ditawarkan MelOn.co.id.

Kalau Bung mau mengunduh lagu dalam format MP3 dan menyimpannya di handphone atau laptop/komputer selamanya, Paket MP3 Download adalah pilihannya. Karena formatnya MP3, maka lagu-lagu yang sudah diunduh bisa diputar di semua jenis alat seperti iPhone, BlackBerry, Handphone, MP3 Player, komputer, bahkan di-burn ke keping CD/DVD.

Untuk mengunduh 10 lagu berformat MP3 dengan masa aktif tujuh hari, biayanya cuma Rp14.000. Maksudnya, Bung boleh mengunduh maksimal 10 lagu dalam rentang waktu tujuh hari itu. Kalau mau yang masa aktifnya sebulan, biayanya Rp85.000. Mahal? Dengan uang sebsar ini Bung bisa mengunduh 100 lagu lho, itu atinya per lagu hanya seharga Rp850. Bandingkan dengan layanan 'suntik hape' yang memasang tarif Rp1.000/lagu.

Masih kurang murah? Selain paket-paket standar, ada juga semacam bundling 5 lagu MP3 yang ditawarkan dengan harga lebih murah. Jadi, Bung tinggal pilih paket-paket yang berisi 5 lagu (member tidak bisa memilih lagu-lagunya), register, dan unduh deh. Nah, dengan layanan yang sedemikian murah, rasanya kok malu ya bila masih juga mengunduh lagu gratisan yang melanggar hak cipta.

Jadi, tidak ada lagi alasan untuk membajak karya cipta musisi. Juga tak ada lagi alasan untuk tidak mendengarkan musik hanya gara-gara harga album mahal. Ya, kenapa tidak bermusik ria di MelOn saja? Mau mengunduh atau sekedar ber-streaming sambil ngeblog, suka-suka kita. Yuk, ndengerin MelOn hari ini!

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Menulis Artikel tentang MUSIK yang diadakan Sarikata.com dan MelOn.co.id.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Bendera Baru Tapi Lama


(1951-1969)

(1969-1972)

(1972-1977)

(1977-2011)

(2011-....)
SEJAK gerakan revolusioner di Libya menjadi pusat pemberitaan media, ada satu hal yang menarik hati saya: bendera yang dibawa-bawa pasukan National Transitional Council (NTC). Pikir saya, inilah kelak yang bakal jadi bendera baru Libya andai NTC berhasil mengandaskan 42 tahun kekuasaan Muammar Khadafi. Bendera hijau polos yang selama ini dikenal sebagai bendera Libya bakal berganti bendera merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah.

Rupa- nya saya salah. Ben- dera tiga strip dengan bulan bintang itu ter- nyata bukan bendera baru. Justru itulah bendera asli Libya kala lepas dari jajahan Italia. Bendera tersebut dipakai selama kurun 1951-1969, ketika Libya masih berbentuk kerajaan.

Ganti Nama, Ganti Bendera
Saat Libya berubah bentuk dan nama menjadi Republik Arab Libya (1969-1972), benderanya ganti lagi. Dari tiga strip merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah, Republik Arab Libya menggantinya menjadi bendera berwarna merah-putih-hitam. Mirip bendera Irak, tapi tanpa tambahan apa-apa. Ketika Khadafi menggabungkan Libya dengan Mesir dan Suriah ke dalam Federasi Republik-republik Arab (1972-1977), pada bagian putih bendera ditambahi gambar burung berwarna emas, mirip yang tampak di bendera Mesir.

Khadafi memutuskan keluar dari Federasi Republik-republik Arab begitu Anwar Sadat mengunjungi Israel dan menjalin kerjasama bilateral dengan negara Yahudi itu. Ia lantas membentuk Republik Sosialis Rakyat Libya pada 1977. Benderanya berganti total menjadi satu warna, hijau. Selama Khadafi berkuasa, bendera itulah yang dipakai Libya dalam berbagai kesempatan tampil di ajang internasional. Bendera yang menurut Khadafi merupakan representasi dari Islam, sekaligus melambangkan Revolusi Hijau yang ia pimpin.

Bendera hijau polos itu pun bertahan selama Khadafi memimpin Libya, yakni 42 tahun. Minggu (23/10/2011) kemarin, setelah Khadafi dibantai secara sadis hingga tewas, NTC memproklamirkan kebebasan Libya dari kekuasaan Khadafi. Bendera hijau polos pun diganti menjadi bendera tiga warna, merah-hitam-hijau dengan bulan bintang di tengah. Bendera ini sendiri sudah dipakai timnas sepak bola Libya di ajang Prakualifikasi Piala Afrika 2012.

Ngomong-ngomong soal sepak bola Libya, timnas Indonesia meraih gelar Piala Kemerdekaan 2008 setelah Libya yang jadi lawan di final memilih mengundurkan diri. Aksi walk out Libya dilakukan setelah pelatih Libya (saat itu), Gamal Adeen M. Abu Nowara, ditonjok pelatih kiper timnas (saat itu) Sudarno. Hmmm....



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Jumat, 28 Oktober 2011

Pengalaman Pertama: Ketemu Pangeran Jogja


NAMANYA Nieko Messa Yudha, seorang pebisnis muda yang cukup mapan. Semenjak menikahi putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, ia mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) dan punya nama baru Wironegoro. Nah, saya menemuinya dalam kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif Jogja National Museum (JNM). Sedangkan saya waktu itu sedang magang sebagai wartawan di Harian Jogja. Ceritanya saya disuruh mewawancarai sang Pangeran mengenai JNM.

Pertama kali dapat tugas tersebut, seperti biasa saya santai-santai saja. Tapi begitu tahu kalau yang harus ditemui adalah seorang Pangeran bergelar KPH, walah, tiba-tiba saja saya jadi grogi. Dua minggu lebih tugas tersebut tidak saya garap. Meskipun nomor HP sudah di tangan dan alamat JNM sudah dikantongi, tapi saya tak kunjung turun ke lapangan. Grogi abisss..!

Beberapa lama kemudian, karena terdorong rasa tidak enak sama redaktur yang mengasuh saya, akhirnya nekat juga saya mengontak sang Pangeran. Sebelumnya saya sempat browsing di internet mengenai JNM dan juga KPH Wironegoro. Dapat beberapa referensi yang memberi bocoran sedikit, dan ini membuat saya bisa sedikit rileks. So, saya pun menelepon.

Salah Tingkah
Begitu telepon diangkat jadi kikuk juga. Mau pakai panggilan apa nih? Masa iya mau memanggil lengkap KPH Wironegoro? Rasanya tidak mungkin deh. Akhirnya nekat saya sok akrab saja dan panggil Mas Nico yang memang jadi panggilan akrabnya. Hehehe. Tahu tidak, ternyata kemudian KPH Wironegoro menyebut dirinya sebagai Wiro. Tentu saja saya jadi salting karena merasa salah panggil. (^_^)

Foto: internet (lupa)
KPH Wironegoro dan GKR Pembayun, calon penerus tahta Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Untungnya semua berjalan lancar. Kami membuat janji dan bertemu keesokan harinya di JNM. Ugh, betapa senangnya bisa bertemu dengan kerabat dekat Kraton Yogyakarta. Bayangkan, istri KPH Wironegoro merupakan calon penerus tahta Kraton Yogyakarta karena berstatus anak sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X. Itu artinya, kalau boleh GR nih, saya sedang berhadapan dengan suami calon Ratu Yogyakarta. Hehehe...

Sepulang dari wawancara di JNM itu, benak saya berbisik nakal. Untung saja saya bertemu Pangeran di jaman modern seperti sekarang. Kalau saja bertemunya di jaman monarki jadul kala, tentu saya harus terlebih dahulu menyembah sang Pangeran. Bicaranya pun harus dengan bahasa Jawa kromo inggil yang saya sama sekali tidak tahu. Hihihi...

Itulah pengalaman pertama saya bertemu kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Mudah-mudahan kelak ada kesempatan untuk bertemu lagi. Amin.

Artikel ini diikut-sertakan pada kontes blog My First Giveaway: Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Corat.Coret.Una.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Kamis, 27 Oktober 2011

Mengenang Kelahiran Anak Kedua


PENGANTIN baru mana yang tidak mengidam-idamkan segera punya anak? Meski ada pengantin baru yang memutuskan menunda kehamilan demi sejumlah alasan—biasanya karena karir atau pendidikan, namun rasanya kebanyakan pengantin baru ingin cepat-cepat memiliki anak. Salah satu diantara yang banyak itu adalah saya dan istri.

Pertimbangan utama kami untuk segera memiliki momongan adalah usia. Saya memang bisa dikatakan masih muda saat menikah, 26 tahun 8 bulan. Persoalannya, usia istri berselisih sekitar 2,5 tahun dari saya. Saat menikah usia istri 29 tahun 1 bulan.

Menurut kesehatan, usia aman untuk hamil dan melahirkan maksimal 35 tahun. Ini artinya kami hanya punya waktu 6 tahun untuk memperoleh keturunan. Jika jarak antarkelahiran diatur 3 tahun, kami cuma bisa punya 2 anak. Karena itu kami memutuskan untuk mempercepat kehamilan agar lekas punya anak.

Kejutan dari Langit
Alhamdulillah, Agustus 2009 kami menikah, akhir September 2009 istri sudah hamil. Kehamilan yang membuat istri begitu menikmati hari-harinya, sekalipun janin di perutnya ‘nakal’ dan cenderung hiperaktif. Saat usia kandungan belum genap 9 bulan, si jabang bayi sudah lahir. Seorang bayi laki-laki, kami beri nama Fadhiil Akbar Damar Panuluh.

Begitu Damar—nama panggilan si sulung—lahir, saya dan istri membahas rencana kehamilan selanjutnya. Istri yang masih merasakan sisa-sisa ‘penderitaan’ saat hamil dan melahirkan meminta waktu 3 tahun sesuai rencana awal kami. Saya setuju, dan itu berarti program kehamilan selanjutnya adalah di tahun 2013.

Eh, kejadiannya malah di luar rencana kami. Saat si sulung baru berusia sebulan, istri bermimpi didatangi seorang perempuan. Si perempuan berkata pada istri ingin menitipkan anaknya. Istri saya menolak. “Lho, aku baru saja punya anak kok,” kata istri saya pada perempuan dalam mimpi itu. Setelah berkata begitu, istri terbangun.

Pagi harinya istri langsung menceritakan mimpi tersebut. Saya cuma tersenyum dan bilang, “Mimpi kok aneh-aneh.” Meski bermaksud menenangkan istri yang khawatir dirinya hamil lagi, diam-diam saya teringat cerita Ibu dan nenek dari pihak Ibu. Saat hendak hamil adik perempuan saya, Ibu juga bermimpi dititipi anak perempuan. Begitu juga nenek, yang bermimpi dititipi anak perempuan oleh seseorang sebelum mengandung adik perempuan Ibu.

Duh! Saya jadi khawatir, jangan-jangan ‘tren’ mimpi dititipi anak yang berlanjut dengan kehamilan itu juga menimpa istri saya. Bukannya menolak rejeki dari Allah, tapi jujur saja saya belum siap. Terlebih lagi istri yang baru saja melahirkan. Bukan cuma mental yang belum siap, faktor finansial juga iya.

2 Anak dalam Setahun
Foto: Maulana Tri SC
Diandra, gadis kecilku.
Apa yang kami takutkan terjadi juga. Sebulan setelah mimpi dititipi bocah, istri saya merasa ada keanehan di perutnya. Namun karena tak ingin hamil lagi, ia menutup-nutupi perasaan itu. Hanya pada saya ia berbagi. Saya yang juga belum siap selalu menepis kecurigaannya. Di saat-saat seperti itu, kami biasanya memandangi Damar. Kami tak bisa membayangkan anak sekecil itu punya adik.

Sampai bulan kedua kami masih menyangkal dan tidak mau percaya kalau istri hamil. Padahal tanda-tanda kehamilan sudah komplit dan disadari betul oleh istri saya. Alih-alih menerima kenyataan itu dengan lapang dada, kami justru menyimpannya sendiri rapat-rapat. Tak seorang pun yang boleh tahu kecuali kami berdua.

Kami tinggal bersama orang tua istri. Selain Bapak-Ibu, di rumah juga tinggal kakak perempuan istri, seorang janda cerai yang belum punya anak. Lalu tak jauh dari rumah banyak saudara dari pihak Ibu. Masih ada pula kakak laki-laki istri yang tinggal sekitar 250 meter dari rumah. Setiap sore kakak satu ini selalu datang bersama istri dan anaknya. Bayangkan, kalau kabar kehamilan istri yang tak direncanakan ini sampai bocor, keluarga besar pasti bakal heboh. Kalau cuma heboh tak masalah. Yang kami takutkan nanti kami malah disalahkan.

Lagi-lagi apa yang kami takutkan terjadi. Istri yang memberanikan diri bercerita tentang kehamilannya pada Ibu malah dimarahi. Ibu menyalahkan istri yang tak mau cepat-cepat ikut KB. Tak cuma sampai di sana, istri saya juga dicap ‘kejam’ pada Damar. Ketika kemudian kabar ini menyebar ke keluarga besar, hanya Bapak, seorang kakak ipar, dan bibi yang membesarkan hati kami.

Selalu ada hikmah di balik ujian. Mendapat tekanan dari sana-sini, kami malah kompak. Jika sebelumnya seolah tak percaya pada kenyataan, sejak itu kami mulai berpikir realistis. Kalau memang hamil lantas kenapa? Bukankah anak itu rejeki dari Allah? Ada banyak pasangan yang harus menanti hingga bertahun-tahun untuk punya anak, kami setahun malah dikasih dua. Lebih penting dari itu, kami yakin Allah bakal menolong kami menghadapi semua ini.

Sengsara Membawa Nikmat
Foto: dok. pribadi
Diandra kini sudah bisa tengkurep, tambah lincah.
Bulan demi bulan kami lalui. Sampai bulan ketiga suara-suara sumir masih terus kami dengar, termasuk dari Ibu. Istri saya terus-menerus harus menahan diri setiap kali ibunya menyebut dirinya kejam pada anak sendiri. Di lain sisi, Damar tumbuh menjadi bocah yang sangat menggemaskan. Inilah pelipur hati kami di tengah cobaan yang kami rasa sangat membenani itu.

Tak terasa 9 bulan terlewati. Kami bersyukur bisa melewati semua tekanan yang mengiringi selama 9 bulan kehamilan kedua istri. Damar yang sudah berusia 11 bulan sedang belajar berjalan. Membesarnya perut istri membuat saya lebih sering mengasuh Damar. Saya juga yang lebih sering mencuci pakaian kami.

20 April 2011, bayi kedua kami lahir. Sebuah persalinan yang tak diduga-duga. Bayangkan saja, pagi hari istri masih berangkat mengajar. Sepulang mengajar hingga sore ia kebagian mengurusi Damar karena saya asyik mengetik di belakang. Menjelang magrib, istri heran karena terus-menerus mengeluarkan cairan. Ia lalu mengajak saya ke bidan yang masih saudara jauh.

Setelah diperiksa, bidan dan kami sama-sama kaget karena ternyata istri sudah pembukaan lima. Menurut perkiraan bidan, setelah magrib istri sudah melahirkan. Kami reflek melihat jam di dinding ruang periksa, jam enam kurang! Bergegas kami pulang ke rumah untuk mempersiapkan persalinan. Damar dititipkan ke budenya yang memang kami minta datang.

Met ultah, Kak Fathan! Semoga panjang umur, tambah pinter, tambah saleh. Amin.Tak lama setelah adzan isya terdengar dari musala sebelah rumah, istri saya melahirkan seorang bayi perempuan. Saya terharu, ingin sekali menangis tapi tak bisa. Terlebih saat si jabang bayi berada dalam dekapan untuk saya perdengarkan lantunan adzan dan iqamah. Bayi mungil yang cantik, secantik ibunya. Damar sendiri sudah tidur saat adiknya lahir.

Bayi perempuan itu kami beri nama Diandra Prameshwari Cahyaningtyas. Begitu Dian lahir, sikap Ibu dan saudara-saudara lain yang awalnya negatif berubah. Kelucuan Dian meruntuhkan sikap negatif mereka. Ibu mertua saya sekarang malah senang betul menggendong-gendong Dian. Maklum, Damar yang sedang asyik-asyiknya belajar berjalan tidak mau lagi digendong, membuat Ibu sering kewalahan.

Kini, Diandra kecil sudah berusia setengah tahun. Tambah gemuk, tambah lucu, tambah menguatkan keyakinan di hati kami bahwa setiap cobaan yang diberikan Allah pasti sesuai dengan kemampuan kami. Alhamdulillah.

Tulisan ini diikutsertakan pada kontes blog Giveaway Pertama "Anakku Sayang" yang diadakan Rumah Mauna


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Rabu, 26 Oktober 2011

Koleksi Gelar Bung Eko


SEBAGAI seorang blogger, dan sering pula mengaku-aku sebagai freelance writer, apa lagi sih yang bisa saya banggakan selain mendapat penghargaan di bidang tulis-menulis? Entah menang kontes kecil-kecilan dengan peserta cuma 5 orang, maupun jadi finalis sayembara tingkat nasional dengan peserta ribuan orang, sama-sama membuat saya bangga. Semuanya bakal selalu saya kenang sepanjang hidup.

Jadi, jangan bilang saya pamer kalau kemudian saya membuat daftar gelar yang diperoleh selama ngeblog bersama bungeko.com. Ini hanya cara saya menghargai kemampuan diri sendiri, tak lebih.

2011
Oktober

Maret
Jadi salah satu dari 20 finalis BeatBlog Writing Contest yang diadakan VHRmedia.com.
Hadiah: uang tunai Rp500.000 plus 1 paket merchandise dari sponsor. Posting yang saya ikut-sertakan dalam kontes ini juga akan dibukukan bersama posting 19 finalis lainnya. Sayang, sampai sekarang tak ada kabar dari VHR Media maupun Gagas Media mengenai buku ini.

Februari
Salah satu dari 5 pemenang Kuis Kejutan Cinta blogDetik.com.
Hadiah: 2 paket merchandise masing-masing berisi sebuah kaos, mug, topi, blocknote, dan pena dari Telkom Speedy.

2010
Mei
Jadi salah satu dari 10 pemenang blogDetik Writing Contest bertema ‘Inspiring Woman’.
Hadiah: sebuah handphone Nokia Flexi Chatting. Sayang, hingga sekarang hadiahnya tidak juga saya terima.

April
Juara III kontes menulis yang diadakan blogismail.com.
Hadiah: 1 eks. buku The Super Leader Super Manager karya Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec.

Catatan: Daftar ini akan terus diperbarui jika ada perubahan di kemudian hari.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Selasa, 25 Oktober 2011

Memilih Mainan untuk Anak


BENAR apa kata teman-teman saya dulu. Saat saya hendak menikah, sejumlah memberikan nasihat seragam: jangan sampai tinggal serumah dengan mertua setelah menikah! Alasan mereka, sebagai suami saya tak akan punya taji jika tinggal seatap dengan orang yang lebih tua. Jangan kata urusan-urusan penting, untuk urusan sepele seperti memilih mainan anak pun saya bisa kalah. Begitu kata teman-teman waktu itu.

Soal tak punya taji saya sepakat. Tapi tunggu sebentar, memilih mainan anak dibilang sepele? Tunggu dulu. Tampaknya kegiatan yang satu memang sepele, tapi ini sangat penting. Berbagai literatur mengatakan bahwa apa yang dimainkan anak ketika kecil turut mempengaruhi sikap, sifat, dan juga kejiwaanya kelak saat dewasa. Karenanya, para orang tua dihimbau untuk tidak sembarangan membelikan mainan bagi anak-anaknya.

Saya pribadi meyakini betul hal ini. Bagi saya, rumus “mahal = bagus” tidak berlaku saat memilih mainan anak. Saban kali ke toko mainan anak, sebelum memutuskan membeli sebuah barang saya selalu bertanya dalam hati, “bagaimana cara anak saya memainkannya nanti?” Tak jarang sambil bertanya begitu saya membayangkan dua junior saya sedang memainkan mainan yang saya pegang.

Merangsang Anak untuk Aktif dan Kreatif
Foto: dok. pribadi
Botol bedak, minyak telon, dan shampo jadi mainan.
Keputusan membeli atau tidak ditentukan oleh jawaban dari pertanyaan tersebut. Apa yang saya bayangkan dilakukan anak-anak saya dengan mainan yang hendak dibeli jadi patokan utama. Jika kebetulan istri saya ikut berbelanja, maka pendapatnya bisa jadi pemutus kebimbangan atau malah pengambil keputusan.

Permainan yang membuat anak terus aktif bergerak sangat saya utamakan. Contohnya saat anak saya sedang belajar merangkak, saya belikan mainan berupa figur hewan yang dapat melompat-lompat. Ada juga figur hewan atau mobil yang dapat berjalan sendiri dengan menarik seutas tali di bagian belakangnya. Dengan mainan model begini, anak saya jadi terangsang untuk aktif merangkak mengejar-kejar mainannya.

Saya juga suka mainan yang mampu mengasah intelejensia anak. Lho, memangnya anak kecil sudah bisa berpikir? Mungkin begitu pertanyaan sebagian dari kita para orang tua. Tentu saja sudah, namun dengan kapasitas yang sesuai usianya. Seiring pertumbuhan si anak, ukuran otaknya akan ikut membesar dan kemampuan berpikirnya menjadi lebih baik. Namun jangan salah, perkembangan otak tak selalu sejalan dengan perkembangan intelejensia. Otak yang membesar tak menjamin kecerdasan anak ikut meningkat.

Untuk urusan intelejensia, peran orang tua dalam merangsang kecerdasan anak sangat berpengaruh. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih mainan yang tepat bagi perkembangan kecerdasan anak. Pilihlah mainan yang membuat anak berpikir kreatif. Tak perlu rumit-rumit, misalnya balok-balok yang dapat disusun menjadi bentuk tertentu. Kubus dengan lubang beraneka bentuk, di mana anak dapat mencocokkan bentuk benda dengan lubang, juga bagus. Pilihan lain misalnya puzzle sederhana berbentuk hewan, rumah-rumahan, atau lilin aneka warna yang bisa dibentuk menjadi apa saja.

Tak Harus Beli
Foto: dok. pribadi
Damar mainan mug.
Sebagai orang tua dengan penghasilan tak menentu, saya tak bisa seenaknya membeli mainan untuk anak. Saya PNS, tapi bukan pegawai negeri sipil lho, melainkan pencari nafkah serabutan. Disebut serabutan karena saya mencari uang dengan banyak cara sekaligus: menulis, berjualan uang lama di internet, ngeblog, dan lainnya. Orang-orang yang tak paham pekerjaan model begini dengan enak menyebut saya pengangguran. Tak apa, itu urusan mereka.

Nah, karena tak punya penghasilan tetap, baik waktu mendapatkan maupun jumlahnya, maka membeli mainan anak bukan prioritas bagi saya. Jangan salah baca, yang “bukan prioritas” adalah membelinya, mainannya jelas jadi prioritas. Mana mungkin saya mengabaikan perkembangan anak. Tetap saja mainan anak jadi perhatian utama saya dan istri, tapi kan tidak harus beli. Saya mengakalinya dengan mengubah berbagai benda bekas pakai menjadi mainan, meskipun sangat sederhana.

Botol-botol bedak yang sudah tidak terpakai, misalnya, saya kelupas habis plastik mereknya sehingga menjadi putih polos. Cukup berbekal spidol, saya gambar badan botol dengan aneka bentuk menarik. Selain itu, menyusun botol-botol bedak lalu merobohkannya sempat jadi permainan favorit anak sulung saya, Damar, yang saat itu masih berusia 7-8 bulan.

Kotak susu atau bubur juga tidak pernah saya buang. Awalnya sih saya kumpulkan untuk dijadikan pelapis surat berisi pesanan uang lama. Tapi belakangan saya lihat kotak-kotak tersebut bisa jadi permainan menarik. Yang simpel adalah menyusun kotak tinggi-tinggi ke atas, lalu dirobohkan. Terkadang saya buat dua susunan, kemudian Damar saya minta merangkak diantara kedua tumpukan tersebut. Kalau mau lebih repot, kotak-kotak tadi bisa disusun menjadi rumah-rumahan lho.

Anak saya tak kalah kreatif. Setiap kali saya pulang belanja, kardus wadah belanjaan yang telah kosong ia dorong-dorong ke sana-sini sambil menirukan suara mobil. Untuk anak berusia kurang dari setahun, permainan begini tentu sudah sangat mengasyikkan. Jika bosan ia akan masuk ke kardus, atau membalikkannya dan kemudian naik dan berjoget-joget di atasnya. Dulu, saat anak sulung saya ini belajar berdiri, kardus-kardus yang saya tumpuk di kamar membantunya merambat dari satu sudut ke sudut lain.

Begitulah. Bagi saya, cara terbaik untuk mengajari anak kreatif adalah dengan menunjukkan kreativitas yang kita punya. Mainan memang memegang peran di sini, namun kreativitas orang tua seharusnya lebih dominan. Kalau pas dapat uang banyak, tentu saya siapkan anggaran khusus untuk membeli mainan anak. Tapi kalau cuma cukup untuk beli susu dan kebutuhan primer, ya mainannya saya buat saja sendiri.

Semoga bermanfaat.

“Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak.”


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Minggu, 23 Oktober 2011

Foto-foto Pembantaian Sadis Muammar Khaddafi


MUAMMAR Khadafi tewas disergap tentara NTC, hanya begitu berita yang disampaikan media nasional soal kematian pemimpin Libya tersebut. Di televisi-televisi asing, yang saya tangkap melalui antena parabola, terlihatlah apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah pembantaian! Ya, Khadafi ditemukan dalam keadaan hidup, lalu dibantai secara biadab hingga tewas!

Sudah ber- hari- hari tentara NTC yang di- dukung penuh NATO menge- pung Sirte, kota tempat kelahiran sekaligus benteng pertahanan terakhir Khadafi dan pendukung setianya. Kondisi Sirte yang berupa gurun maha luas mnyulitkan pasukan NTC menemukan lokasi persembunyian buruannya.

Suatu hari, pesawat NATO mendapati iring-iringan jeep yang diyakini berisi Khadafi dan pasukannya. Tanpa ba-bi-bu, pesawat NATO langsung membombardir parade tersebut hingga tercerai-berai. Pengendara jeep-jeep itu sebagian mati, sebagian lagi bergegas mencari tempat persembunyian. Khadafi sendiri terluka, tapi masih bisa berlari--sambil memegang sepucuk pistol emas--masuk ke sebuah pipa drainase.

Malang bagi Khadafi, tentara NTC berhasil menemukan tempatnya bersembunyi. Dengan luka di tubuhnya, ditambah jumlah tentara NTC yang begitu banyak mengepung, Khadafi tak berdaya. Ia diseret keluar dari pipa beton. Yang terjadi selanjutnya adalah sebuah pembantaian maha biadab. Khadafi yang sudah tak berdaya--hukum perang internasional melarang musuh yang sudah tak berdaya untuk disakiti apalagi dibunuh, dihujani bogem mentah dan popor senapan. Ia lalu diarak keliling kota sambil terus-terusan dihajar, dan akhirnya ditembak mati.

Khadafi tidak diam saja. Sepanjang pembantaian itu ia mengingatkan apa yang dilakukan para tentara NTC adalah tindakan terlarang. Ia juga mengingatkan hukum Islam yang melarang tindakan pengecut seperti itu. "Haraaam! Perbuatan kalian dilarang hukum Islam!" Namun teriakan Khadafi dianggap angin lalu, pembantaian terus berlanjut hingga ia dieksekusi dengan sebuah tembakan jarak dekat di kepalanya.

Seperti biasa, media Barat ramai-ramai menertawai ucapan Khadafi saat ia dibantai. Wajar, selama ini Barat menuding Khadafi sebagai penyokong teroris. Tak cukup sampai di situ, situs The Sun bahkan menyebut Khadafi sebagai Mad Dog, anjing gila! Bukan main. Kata 'wajar' sekali lagi harus saya ucapkan, mengingat PM Inggris, negara asal The Sun, James Cameron, bersama-sama Presiden Perancis Nicolas Sharkozy adalah sponsor utama pembunuhan Khadafi.

Sebelumnya, NTC mengeluarkan pernyataan bahwa Khadafi meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit di Misrata. Pernyataan ini disebarkan oleh sejumlah media internasional seperti al-Jazeera, France 24, EuroNews, dll. Faktanya, Khadafi dibantai di tempat! Dengan cara biadab pula. Sungguh sebuah akhir tragis dari seorang pemimpin.

Pipa drainase tempat persembunyian Khadafi
Pipa drainase tempat persembunyian Khadafi.


Khadafi diarak keliling kota sebelum dibantai
Khadafi diarak keliling kota sebelum dibantai.


Khadafi terus-menerus dipukuli sembari diarak
Khadafi terus-menerus dipukuli sembari diarak.


Akhirnya, sebuah pistol mengarah ke kepala Khadafi
Akhirnya, sebuah pistol mengarah ke kepala Khadafi.


Singa Arab itupun tewas, dibantai rakyatnya sendiri!
Singa Arab itupun tewas, dibantai rakyatnya sendiri!


Foto-foto: Diolah dari www.thesun.co.uk [1] [2]



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Singa Arab Itu Akhirnya Mati...


SAAT yang diharap-harapkan dunia Barat itupun tiba juga. Kolonel Muammar Khadafi, lelaki pemberani yang memimpin Libya selama 40 tahun lebih, tewas secara terhina di tangan rakyatnya sendiri. Sang kolonel dibunuh di Sirte, kota kelahirannya sekaligus basis pertahanan terakhirnya melawan gempuran tentara National Transitional Council (NTC) yang disokong penuh Barat lewat tangan NATO.

Okelah, mungkin benar selama 42 tahun kekuasaannya Khadafi bertindak otoriter dan cenderung kejam. Konon, warga Libya tak berani menebut nama Khadafi di luar rumah. Apalagi menjelek-jelekkan. Sekali ada yang berani nekat menyebut nama sang Presiden, tak lama kemudian rumah orang tersebut didatangi tentara. Hal yang katanya juga sering terjadi di jaman Presiden Soeharto.

Sekejam-kejamnya seorang Khadafi, ia tetap manusia yang layak dihargai. Setinggi apapun dendam dan kebencian warga Libya terhadapnya, Khadafi tak layak diperlakukan dengan hina menjelang kematiannya. Tayangan di televisi-televisi nasional masih mending. Gambar darah di mayat Khadafi saja diblur, tvone malah memblur sekujur mayat sang Kolonel sehingga tak terlihat jelas bagaimana rupanya.

Mati Berkalang Tanah
Foto: thesun.co.uk
Sadis! Beginilah cara tentara NTC membantai Khadafi setelah ditemukan bersembunyi memegang pistol emas di sebuah pipa beton.
Karena menggunakan antena parabola, saya bisa mengikuti pemberitaan di televisi asing seperti al-Jazeera, France 24, RT, atau Channel News Asia yang berbasis di Singapura. Tanpa tedeng aling-aling suasana 'penghinaan' terhadap mayat Khadafi dipertontonkan. Kalau Bung pernah mendengar istilah 'mati berkalang tanah', seperti itulah kondisi Khadafi. Berita sebelumnya menyebutkan Khadafi tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, namun dalam gambar yang ditayangkan al-Jazeera tampak jelas sejumlah peluru bersarang di tubuh Khadafi yang dibiarkan tergeletak di tanah. Darah masih membanjiri tubuhnya, dikerumuni warga dan tentara NTC.

Bayangkan, saat kemudian disemayamkan di sebuah rumah sakit di Misrata, puluhan orang dibiarkan berfoto-foto bersama mayat Khadafi. Sakit! Wajar bila media Barat menampilkan video tersebut, sebab dengan begitu pencitraan buruk yang mereka timpakan pada Khadafi selama ini mendapat bukti nyata. "Lihatlah, warga Libya benar-benar membenci Khadafi!" Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan media Barat. Memang sulit dibuktikan, tapi kematian Khadafi jelas merupakan pesanan Barat. Siapa lagi yang berkepentingan menghabisi Khadafi kalau bukan para pemimpin Barat yang haus minyak itu?

Meski kagum bukan main terhadap keberaniannya menentang dunia Barat, saya bukan pengagum Muammar Khadafi. Tapi melihat perlakuan yang diperolehnya menjelang dan setelah tewas, sebagai manusia saya merasa shock. Sebagai sesama muslim, saya mengurut-urut dada melihat kelakuan tentara NTC dan warga Libya. Bagaimana bisa mereka meneriakkan "Allahu akbar!" sambil memukul, menendang, dan menyeret-nyeret seseorang yang sudah tak berdaya?

Sekali lagi, mungkin benar selama ini Khadafi begitu kejam, represif, dan cenderung bertindak sebagai diktator. Tapi lihat hikmahnya. Bangsa Libya yang terdiri atas banyak suku jadi satu padu. Ia juga terkenal begitu mengasihi bangsanya dengan pelayanan prima. Tak seperti diktator lainnya, kekayaan minyak Libya tak dinikmatinya sendirian. Pelayanan kesehatan dan pendidikan digratiskan, pinjaman kredit tak dikenai bunga, dan ada juga santunan bagi pengantin baru.

Satu hal yang terpenting, lihatlah keberaniannya melawan Barat. Sampai saat ini hanya Muammar Khadafi seorang pemimpin Arab yang berani menentang Barat. Rasanya sulit melihat munculnya Khadafi-Khadafi baru dari dunia Arab setelah kematiannya.

Selamat jalan, Singa Arab nan pemberani...



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Jumat, 21 Oktober 2011

Tebar Pesona di BOLA Vaganza


SUATU siang di awal Oktober. Saat sedang asyik online, masuk SMS dari seorang rekan sesama penggila sepak bola sekaligus penulis artikel sepak bola. Isinya lugas, tanpa basa-basi. "Selamat bung.. Msuk blog anda.. Reformasi 1998.. 4 jempol buat bung eko.. 1 hal full + foto..gokil". Begitu isi SMS yang dikirim pada 9 Oktober 2011 pukul 13:27 WIB tersebut.

Berselisih sekitar setengah kemudian, rekan tadi kembali mengirim SMS. Isinya menambahi SMS pertama. "Wah tulisan bung eko mantap.. Sy heran knp gak msuk oposan. Tp hikmahx,di BV lbh d apresiasi, mantap!" Begitu isinya, dikirim di hari yang sama pukul 14:05 WIB.

Bingung? Kalau Bung pembaca setia majalah BOLA Vaganza dan tabloid BOLA, saya yakin Bung paham maksud SMS tersebut. Ya, seperti pernah saya ceritakan, saya kerap mengirim artikel sepak bola ke media-media olah raga nasional. Di BOLA tulisan saya kerap masuk, hampir seluruh rubrik yang bisa diisi pembaca sudah pernah memuat nama saya. Khusus BOLA Vaganza, saya baru mulai mencobanya sejak akhir Agustus lalu setelah diajak rekan yang mengirim SMS tersebut.

Hasilnya tak mengecewakan. Di BV, sebutan gampang BOLA Vaganza, edisi September nama saya langsung muncul di rubrik Interaktif dan PSSI-Watch. Tulisan di rubrik PSSI Watch mendapat majalah gratis, sedangkan yang di Interaktif baru sekedar nampang nama. Di BV edisi Oktober lebih heboh lagi karena tulisan saya dimuat di rubrik Blog Anda. Yang membuat spesial satu halaman itu, halaman 98 di BV Oktober, jadi milik saya seorang. Mana ada foto dan alamat blog ini pula.



Ini baru permulaan. Saya masih mengincar sepatu di rubrik Interaktif, dan masuk rubrik Blog Anda setidaknya sekali lagi di sisa tahun 2011 ini. Insya Allah...



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Rabu, 19 Oktober 2011

Yuk, Kita Dukung Pulau Komodo!


SEMPAT masuk daftar unggulan di situs New 7 Wonders of Nature, Pulau Komodo akhirnya terpental jauh setelah Menteri Pariwisata (saat itu) Jero Wacik terlibat kesalahpahaman dengan pengelola New 7 Wonders soal status Indonesia sebagai tuan rumah pengumuman pada 11 November nanti. Gaung Pulau Komodo perlahan-lahan menghilang, publik tahunya pulau terunik kebanggaan warga NTT ini tak jadi diikutkan dalam pemilihan 7 Keajaiban Dunia yang baru.

Ternyata, eh, ternyata Pulau Komodo masih tetap dipertahankan oleh penyelenggara New 7 Wonders of Nature. Namun, sebagai akibat perselisihan dengan Jero Wacik, panitia pemilihan tak melibatkan pemerintah dalam promosi dan urusan-urusan terkait pemilihan Pulau Komodo lainnya. Tentu saja ini bikin repot Pulau Komodo. Terbayang lagi kegagalan Candi Borobudur masuk 7 Keajaiban Dunia gara-gara kurang promosi dan dukungan dari pemerintah.

Untung saja Indonesia punya Jusuf Kalla. Eks Wakil Presiden ini pasang badan demi menyukseskan kampanye Pulau Komodo. Seperti biasanya, aksi JK tak tanggung-tanggung. Untuk menggenjot dukungan via SMS, ia mendekati operator telepon demi mendapatkan tarif Rp1/SMS ke nomor 9818. Ke nomor inilah dukungan SMS untuk Pulau Komodo ditujukan. Sebelumnya, tarif SMS ke 9818 bertarif Rp1.000. Tentu saja warga berpikir tiga kali untuk mendukung. Setelah tarif diturunkan seribu kali lipat, dukungan SMS kontan menlonjak. Dua jempol untuk JK.

100 Juta SMS untuk Menang
Jusuf Kalla, mati-matian demi kemenangan komodo.Menurut JK, seperti saya tonton dalam acara News Maker Metro TV kemarin (18/10) malam, butuh 100 juta SMS untuk memenangkan Pulau Komodo. "Mungkinkah?" tanya Aviani Malik yang jadi pewawancara. "Sangat mungkin!" jawab JK yakin. Ia lantas berhitung, penduduk Indonesia yang punya hape 40-an juta. Kalau masing-masing mengirim SMS sekali saja sehari, jumlah 100 juta SMS dapat dicapai dengan mudah. Masuk akal memang.

"Sepanjang lebaran kemarin saja beredar satu milyar SMS, hanya tiga hari," tambahnya. "Jadi, 100 juta SMS itu bukan mustahil." Ya, apalagi tarifnya sekarang cuma Rp1. Anehnya, saya sudah bolak-balik SMS "KOMODO" ke 9818, sehari paling tidak tiga kali, tapi pulsa tak berkurang. Apa tarifnya malah jadi Rp0 sekarang? Bisa jadi. Kita tak pernah tahu kejutan apa yang dihadirkan seorang Jusuf Kalla.

Satu hal yang membuat saya semakin angkat topi untuk capres pilihan saya di Pilpres 2009 lalu ini, ia mengatakan Pulau Komodo harus menang demi kesejahteraan warga NTT. Bayangkan kalau Pulau Komodo menang, ada berapa banyak turis yang datang ke NTT untuk melihat komodo. Kalau sudah begini, taraf hidup warga NTT bisa dipastikan meningkat menjadi lebih sejahtera. Sungguh sebuah visi cerdas dari seorang negarawan sejati.

Jadi, demi kesejahteraan saudara-saudara kita di NTT, khususnya di Pulau Komodo, dan demi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah carut-marutnya wajah negeri ini, yuk kita dukung Pulau Komodo agar menang di pemilihan New 7 Wonders of Nature. Caranya gampang, cukup ketik "KOMODO" dan kirim ke 9818. Ayo!




Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Senin, 17 Oktober 2011

Resep Tumis Kembang Duren


MASIH soal kembang duren, saya juga baru tahu kalau ternyata kembang duren bisa dimasak. Konon, dari cerita-cerita yang saya dapat dari hasil searching di Google, kembang duren paling enak jika ditumis. Bukan cuma paling enak, tapi juga paling simpel karena cukup dioseng-oseng saja. Bumbunya pun sederhana, cuma bumbu-bumbu dasar seperti garam dan bawang merah-bawang putih yang setiap dapur pasti punya stoknya.

Karena penasaran, sayapun mencari resepnya. Untung saja saya hidup di era internet. Meski saat menulis posting ini jam di laptop menunjukkan pukul 00:25 WIB, saya tetap bebas bepergian kemanapun untuk mencari resep sayur kembang duren. Ya, tentu saja dengan mengandalkan Google. Jadi kepikiran nih untuk mengusulkan kepada Google untuk membuat layanan pencarian khusus resep makanan, kita namakan saja Google Recipes. Saya rasa ini ide bagus.

Oya, ini dia resep tumis kembang duren. Besok pagi-pagi saat menyapu kembang duren di halaman belakang rumah, akan saya kumpulkan barang beberapa banyak untuk eksperimen memasak tumis kembang duren berdasarkan resep ini. Yuk, diintip dulu resepnya!Kembang Duren

Bahan-bahan:
1 ons bunga durian
2 sdm minyak goreng
1/2 ons udang

Bumbu-bumbu:
3 siung bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, iris halus
10 biji cabe rawit, buang tangkainya
1 iris laos
1 tki sereh
1 sdm garam

Cara memasak:
1. Bersihkan bunga durian, pisahkan benang sari dari daun bunga, cuci bersih.
2. Setelah bersih rebus sampai masak, cuci lagi dan peras, lalu tiriskan.
3. Tuangkan minyak secukupnya ke penggorengan, tumis semua bahan bumbu hingga layu.
4. Masukkan bunga durian, beri air sedikit, tambahkan garam, masak hingga matang.

Selamat mencoba, Bung!




Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Minggu, 16 Oktober 2011

Dicari, Wakil Wakil-Presiden


SAAT yang ditunggu-tunggu itupun tiba. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono aka SBY mengumumkan nama-nama sejumlah pejabat baru di Kabinet Indonesia Bersatu II. Kalau ada 'nama baru' berarti bakal ada 'nama lama' yang digeser. Kalau tidak, kemungkinan besar 'nama baru' itu menjadi pendamping 'nama lama'. Nah, menariknya dari seorang SBY, semua kemungkinan tersebut bisa terjadi sekaligus. Ya, ada nama baru di KIB II, tapi nama lama tetap bertahan.

SBY seolah tahu cara menciptakan drama dalam sinetron politiknya. Alih-alih langsung mengumumkan seluruh nama-nama baru anggota kabinetnya, Pak Beye memilih memperpanjang ketegangan partner-partner koalisinya dengan mengesahkan posisi wakil menteri dulu. Maklum, posisi ini dipandang tidak begitu strategis sehingga tak kurang menarik minat Parpol untuk menitipkan kadernya. Namun, namanya saja SBY, selalu saja punya cara untuk memikat partner politik. Meski tak mentereng, jabatan wakil menteri nyatanya cukup untuk dijadikan alat pengikat agar 'mitra bisnis' tak lari.

Alasan lain, molornya pengumuman menteri baru bisa jadi dikarenakan Pak Beye dan rekan-rekan bisnis dagang sapinya butuh waktu lebih banyak untuk bernegosiasi. Oops, ada yang tersinggung nih dibilang berdagang sapi. Tapi coba lihat Partai Keadilan Sejahtera yang terang-terangan menyatakan bahwa sikap PKS di koalisi ditentukan oleh hasil reshuffle yang dilakukan SBY. PKS bahkan sudah mengancam, satu menteri PKS dilengserkan, maka semua orang PKS di kabinet bakal mundur. Hmmm...

Anggaran Negara Membengkak
Ya, PKS memang yang paling alot sikapnya. Kabar pelengseran Menkominfo yang juga eks Presiden PKS, Tifatul Sembiring, membuat partai berlambang ka'bah ini pasang benteng tinggi-tinggi. Bahkan, konon molornya jadwal reshuffle dikarenakan SBY masih menunggu sikap PKS. Whatever, yang jelas apa yang sudah dilakukan SBY dengan menunjuk sejumlah wakil menteri adalah sebuah bentuk kompromi politik yang nyata. Tak ada itu kepentingan rakyat. Kalau memang menterinya tak becus, copot saja!

Satu hal yang pasti dari penunjukkan wakil-wakil menteri adalah membengkaknya anggaran pengeluaran negara. Seperti kata Megawati, pos wakil menteri tentu butuh biaya. Setidaknya gaji, ruangan baru, kendaraan dinas baru, asisten baru, dll. Nah, apa tidak membengkak anggaran negara dibuatnya? SBY juga seperti menjilat ludah sendiri soal efisiensi anggaran yang sempat ia pidatokan dalam berbagai kesempatan. OMDO (omong doang) atau NATO (no action talk only) nih?

Kalau pengamat politik UI Andrinof Chaniago di detikcom mengatakan satu-satunya menteri yang pantas diberi wakil adalah Menlu, saya punya pendapat lain. Menurut saya, satu-satunya pembantu presiden yang butuh wakil adalah Wakil Presiden Boediono. Sebagai Wapres, tentu beliau punya kesibukan yang tak terhingga. Diundang ke sana, diundang ke sini, karena tak ada waktu akhirnya tak semua bisa dihadiri. Karena itu, rasanya sangat diperlukan seorang atau beberapa orang wakil wakil-presiden.

Bagaimana, Pak Beye? Saya rasa ketimbang mengangkat sejumlah wakil menteri, sebaiknya angkatlah Wakil Wakil Presiden. Hehehe...




Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Belajar dari Doel dan Aakash


MENTERI Komunikasi dan Informatika harus baca berita ini! Begitu jerit saya dalam hati begitu membaca apa yang dikabarkan detikInet, Rabu (12/10) lalu. Situs berita online itu menurunkan laporan berjudul "Doel, Laptop Android Rp 1,1 Juta Diluncurkan". Baru membaca judulnya saja saya sudah berkomentar, "Wow, kereeeen!".

Doel, begitulah nama laptop android super murah tersebut. Harganya cuma US$130, sekitar Rp 1,1 juta. Bandingkan dengan harga laptop paling murah yang ada di pasaran Indonesia saat ini. Doel versi termurah menggunakan Android sebagai operating system, dan prosesor buatan Via. Sedangkan model yang lebih mahal memakai prosesor Intel. Yang membuat saya semakin takjub, Doel diproduksi sendiri oleh Bangladesh melalui sebuah perusahaan telekomunikasi nasional bernama Telephone Shilpa Sangstha (TSS).

Doel, laptop android termurah produksi Bangladesh.Peluncuran Doel dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Bangladesh, menunjukkan betapa pemerintah Bangladesh sangat mendukung upaya digitalisasi di negeri tersebut. Dan pembuatan Doel memang dimaksudkan untuk mendukung program Digital Bangladesh, sebuah target visioner yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan membuat seluruh Bangladesh terkoneksi secara digital di tahun 2021. Sungguh sebuah target yang patut diacungi dua jempol.

Bangladesh Punya Doel, India Punya Aakash, Indonesia?
Bila Bangladesh patut berbangga hati dengan peluncuran Doel, orang India tak kalah bangga. Sebelum Bangladesh meluncurkan Doel, pemerintah India telah merilis tablet termurah di dunia bernama Aakash. Seberapa murah? Tablet yang diproduksi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di India tersebut dibanderol dengan harga hanya Rp300.000! Sekali lagi, bandingkan dengan harga tablet paling murah yang ada di pasaran Indonesia.Aakash, made in India.

Senada dengan pemerintah negara tetangganya, pemerintah India punya target seluruh warga India yang berjumlah 1,2 milyar jiwa harus bisa terhubung dengan internet. Target ini menjadi realistis dengan dukungan infrastruktur komunikasi yang telah ada selama ini. Jika sebelumnya koneksi internet non-PC/laptop dilakukan dengan handphone, kehadiran Aakash bakal menjadi perangkat alternatif yang tak mungkin dilewatkan.

Ya, seperti kata 'aakash' yang berati 'langit', pemerintah India ingin kualitas bangsanya meningkat setinggi langit dengan bantuan teknologi. Setelah berhasil menelurkan tenaga-tenaga ahli IT tingkat dunia--di Google banyak karyawan dari India lho, kini saatnya bagi negara asal Kajol itu untuk memajukan rakyatnya. Memilih teknologi untuk memajukan bangsa dan negara memang sebuah pilihan tepat.

Pertanyaan yang langsung menggelayuti benak saya setelah membaca dua berita di detikInet tadi adalah, Indonesia punya apa? Atau haruskah saya bertanya langsung pada Menkominfo, apa target Indonesia di bidang telekomunikasi dan informatika? Tidakkah pernah terpikir oleh Pak Menteri untuk membuat smartphone sendiri alih-alih terus menjadi 'budak' Blackberry? Atau mungkin mengikuti jejak Bangladesh dan India, kenapa tidak kita produksi laptop dan tablet murah buatan sendiri?

Ah, tapi sepertinya Pak Menkominfo sedang sibuk menanggapi isu reshuffle kabinet deh.Boro-boro mikirin yang beginian...



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Jumat, 14 Oktober 2011

Sebelum Ditangkap, Pelaku Ikut Urus Mayat Rita


Bahar Utara - Entah manusia macam apa Sinaga (40) ini. Sebelum tercium polisi sebagai tersangka tunggal pembunuhan Rita Agustina (22), warga Desa Marta Manunggal, Sungai Bahar Unit 13, Kec. Bahar Utara, Muaro Jambi, ini justru ikut sibuk membantu proses olah TKP.

Rita ditemukan tewas di rumahnya, Selasa (11/10) lalu. Peristiwa pembunuhan ini pertama kali diketahui Mintarsih, ibu mertua korban yang tinggal di seberang jalan rumah korban. Rita sendiri hanya tinggal bersama seorang anaknya yang masih balita. Nanang, suami korban, sudah 3 bulan bekerja di Bandung.Ilustrasi

Hari itu, hingga sekitar jam 07.00 Mintarsih melihat rumah menantunya sepi. Namun dari dalam rumah terdengar suara tangisan cucunya yang tak kunjung berhenti. Merasa curiga, ia pun mendatangi rumah Rita dan menemukan ibu muda tersebut tewas bersimbah darah di pelukan cucunya.

Saat polisi datang, warga sekitar lokasi kejadian ikut membantu proses olah TKP. Salah satunya adalah Sinaga yang tinggal tepat di sebelah rumah korban. Siapa sangka jika pelakunya justru lelaki yang sejak pagi tampak turut sibuk membantu polisi itu.

“Tidak ada yang menyangka kalau pelakunya malah dia. Padahal dari pagi dia ikut bantu-bantu polisi,” kata seorang warga yang tak mau identitasnya diketahui dengan alasan tak enak pada keluarga pelaku.

Polisi sendiri sejak awal meyakini pelakunya adalah orang dekat korban. Karena itu sebelum membawa mayat Rita ke RS Bhayangkara Jambi untuk diotopsi, petugas meminta sidik jari seluruh tetangga dan kenalan korban.

Setelah mencocokkan seluruh sidik jari warga dengan sidik jari yang tertinggal di tubuh korban, polisi segera tahu pelakunya adalah Sinaga. Tak membuang waktu lama, Rabu (12/10) pagi petugas gabungan dari Polsek Bahar Utara dan Polres Muaro Jambi menangkap pelaku di rumahnya.

Hingga saat ini belum diketahui apa sebenarnya motif pelaku hingga tega menghabisi nyawa tetangganya tersebut. Warga menduga, Sinaga sakit hati pada korban karena tak mau diajak selingkuh. (bungeko)

Berita ini saya kirim ke detikcom, namun sepertinya tidak ditayangkan hingga akhirnya saya putuskan untuk dipublikasikan di bungeko.com. Semoga bermanfaat.



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet unlimited dari XL Axiata.

Rita Dibunuh karena Tak Mau Diajak Selingkuh?


Bahar Utara - Misteri pembunuhan sadis yang menimpa Rita Agustina (22), warga Desa Marta Manunggal, Sungai Bahar Unit 13, Kec. Bahar Utara, Muaro Jambi, Selasa (11/10) lalu, perlahan-lahan mulai terkuak. Pelakunya, Sinaga (sekitar 40-an tahun), ternyata tetangga sebelah rumah Rita.

Saat melakukan olah TKP di tempat kejadian, polisi meyakini pelakunya mengenal baik korban. Karena itu petugas lantas meminta sidik jari seluruh tetangga dekat Rita. Mayat Rita sendiri kemudian dibawa ke RS Mapolda Jambi untuk divisum.Ilustrasi

Saat sidik jari yang tertinggal di tubuh Rita dicocokkan dengan sidik jari warga, kemiripan ditemukan pada sidik jari Sinaga yang tinggal bersebelahan dengan korban. Polisi pun segera menangkap pelaku di rumahnya, Rabu (12/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar kejadian, selama ini pelaku memang sering terlihat mendekati korban. Terlebih saat suami korban, Nanang, bekerja di Jawa. Wajar saja, Rita yang baru berusia 22 tahun memang berparas cantik.

Warga menduga pelaku menaruh hasrat pada korban, namun ditanggapi dingin. Karena merasa tersinggung ajakannya ditolak, pelaku pun memilih menghabisi korban.

“Dia (pelaku, pen.) itu orang kaya, jadi mungkin dipikirnya Rita mau diajak selingkuh sama dia. Tapi rupanya Rita malah dibunuh,” kata Ule, sahabat dekat mertua korban.

Polisi sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa terkait penangkapan pelaku. Keluarga korban yang masih dalam suasana berkabung tak bersedia dimintai keterangan. Sementara keluarga pelaku seolah menghilang sejak penangkapan terjadi. (bungeko)

Berita ini saya kirim ke detikcom, namun sepertinya tidak ditayangkan hingga akhirnya saya putuskan untuk dipublikasikan di bungeko.com. Semoga bermanfaat.



Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet unlimited dari XL Axiata.
kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama