Selamat datang di bungeko.com, blog pribadi Eko Nurhuda. Semoga tulisan-tulisan di blog ini memberi manfaat positif bagi Anda. Saran atau kritik dari Anda akan diterima dengan senang hati.

Menyambut Euro 2012

Hasil Undian dan Jadwal Lengkap Euro 2012

Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina masih enam bulan lagi. Namun undian penentuan grup bagi ke-16 peserta putaran final sudah dilakukan di Kiev, 2 Desember lalu.

Baca juga:

»
» Ketika Blog Masih Dipandang Sebelah Mata



Rabu, 30 November 2011

YouTube Mengantar Justin Bieber ke Tangga Popularitas


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Justin Bieber, remaja asal Kanada yang kini jadi megabintang berkat video-video rekaman saat ia bernyanyi yang diunggah ibunya ke YouTube.



SIAPA yang kenal Justin Bieber sebelum Juli 2009? Tak ada, kecuali keluarga dan teman dekatnya. Kala itu Justin Bieber hanyalah seorang remaja biasa yang berangan-angan menjadi penyanyi terkenal. Ia rajin mengikuti berbagai lomba menyanyi, mulai dari lomba tingkat sekolah sampai lomba di tingkat yang lebih tinggi. Ketika mengikuti sebuah kompetisi lokal di kota Stratford, Ontario, Kanada, yang merupakan kota kelahirannya, Justin menjadi juara kedua.

Waktu itu sekitar awal tahun 2007, usia Justin masih 12 tahun. Ia menyanyikan lagu berjudul So Sick milik Ne-Yo, dan mendapat perhatian besar dari para juri. Meski hanya menjadi runner up, ibu Justin—Pattie Mallette—sangat bangga dengan prestasi anaknya itu. Pattie kemudian mendaftar di YouTube dan mengunggah video berisi aksi Justin saat menyanyi di kompetisi tersebut. Tujuannya sederhana, yakni agar keluarga dan teman-temannya dapat melihat penampilan sang anak. Dari satu video, secara teratur Pattie kemudian terus mengunggah video-video Justin sedang menyanyikan lagu-lagu R&B. Pattie sama sekali tidak membayangkan kalau hal sederhana yang ia lakukan itu akan mengubah jalan hidup Justin.

Foto: sugarslam.comSuatu ketika, Scooter Braun, manajer artis kenamaan Amerika Serikat, sedang mencari video seorang penyanyi yang direkomendasikan padanya di YouTube. Tanpa sengaja ia mengeklik video Justin Bieber, dan langsung terpesona mendengar suara si remaja. Tak menunggu lama, ia segera melacak teater tempat Justin bernyanyi dalam video tersebut, mencari alamat sekolahnya, dan akhirnya menemukan kontak ke Pattie Mallette. Tanpa basa-basi ia berkata hendak membawa Justin ke Atlanta, sebuah kota di negara bagian Georgia, AS, untuk membuat demo rekaman.

Pattie tak bisa berkata-kata mendengar rencana Scooter Braun. Setelah meminta pendapat dari teman-teman gerejanya, ia mengijinkan Braun membawa Justin ke AS. Sepekan setelah mendarat di Atlanta, Justin diperkenalkan pada Usher, penyanyi R&B sekaligus penulis lagu dan produser. Justin lantas ‘diuji’ oleh Usher, yang ketika itu kebetulan sedang mengadakan sebuah audisi bersama Antonio L.A. Reid di Island Def Jam Music Group. Dasar sudah rejeki, Usher langsung mengontrak penyanyi remaja itu di bawah label Island Record. Penyanyi Justin Timberlake disebut-sebut juga berminat mengontrak Justin Bieber, namun Usher yang beruntung mendapatkan tanda tangan penyanyi remaja yang ketika itu masih berusia 13 tahun.

Impian yang Jadi Kenyataan
Kehidupan baru Justin Bieber pun dimulai. Setelah meneken kontrak dengan Island Record di bulan Oktober 2008, ia menetap di Atlanta. Ibunya tak lama kemudian menyusul, tinggal bersama sang anak di rumah yang juga menjadi tempat tinggal Usher dan Mr. Braun.

Single pertama Justin, One Time, dirilis secara internasional Juli 2009. Sambutan pendengar sangat luar biasa, One Time masuk ke dalam daftar 30 lagu terlaris di 10 negara berbeda. Di Kanada, lagu ini menduduki peringkat 12 dalam daftar Canadian Hot 100, daftar 100 lagu terlaris di Kanada, di pekan pertama sejak dirilis. Puncaknya, lagu ini berhasil menduduki posisi 17 dalam daftar Billboard Hot 100, daftar 100 lagu terlaris versi Billboard. Tak mengherankan rasanya jika kemudian single ini memperoleh Platinum di Kanada dan AS, serta Gold di Australia dan Selandia Baru.

Tak lama kemudian album pertamanya yang bertitel My World dirilis pada 17 November 2009. Album ini langsung mendapat Platinum di AS dan Kanada, serta Silver di Britania Raya, yang menjadikan Justin Bieber sebagai penyanyi pendatang baru dengan pencapaian tertinggi sepanjang tahun 2009. Hebatnya lagi, tujuh lagu dalam album tersebut berhasil masuk dalam Billboard Hot 100. Sampai saat ini baru Justin Bieber yang bisa menorehkan prestasi tersebut. Lalu tiga single pertama dalam album itu, One Less Lonely Girl, Love Me, dan Favorite Girl, dirilis secara eksklusif di iTunes Stores dan bercokol dalam peringkat 40 besar dalam Billboard Hot 100. Ketika One Less Lonely Girl dirilis di radio, lagu ini berhasil masuk dalam jajaran 15 lagu top di Kanada dan AS, disusul dengan raihan Gold tak lama berselang. Sungguh rentetan prestasi gemilang dari seorang penyanyi debutan yang belum ada tandingannya.

Kesuksesan ini membuat Justin mendapat banyak tawaran manggung. Yang paling membanggakan hatinya bisa jadi saat bernyanyi di hadapan Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama dalam peringatan Natal yang dihelat oleh Gedung Putih, 20 Desember 2009. Dalam acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi TNT tersebut, ia menyanyikan lagu Someday at Christmas milik Stevie Wonder. Berikutnya, Justin menjadi salah satu pengisi acara dalam Dick Clark's New Year's Rockin' Eve with Ryan Seacrest pada 31 Desember 2009. Ketika Grammy Awards 2010 digelar pada 31 Januari 2010, penyanyi remaja ini dipercaya sebagai pembawa acara.

Diterpa Isu Negatif
Foto: metrolic.com
Justin Bieber bersama Usher, manajer sekaligus mentornya.
Di lain sisi, kepopuleran Justin Bieber yang sedemikian cepat menimbulkan rasa iri di hati sejumlah orang. Memasuki tahun 2010, dua isu besar menerpa Justin. Isu pertama menyebutkan kalau Justin Bieber telah meninggal dunia. Dimulai dari dunia maya, berita palsu tersebut begitu cepat menyebar sampai kemudian diangkat media massa. Tak ada konfirmasi apapun dari pihak Justin, namun peluncuran single Baby di bulan Januari 2010 disusul rentetan konser ke sejumlah negara langsung mementahkan berita tersebut.

Isu kedua tak kalah parah, mengabarkan kalau Pattie Mallette ibunya sudah meneken kesepakatan dengan majalah Playboy untuk satu sesi foto telanjang. Tentu saja berita menyudutkan ini segera dibantah oleh Justin. Ia mengatakan ibunya tidak pernah berhubungan dengan Playboy, dan mustahil mempunyai deal mengenai pemotretan telanjang.

Di tengah cecaran isu negatif, album kedua Justin Bieber dirilis pada 23 Maret 2010. Album tersebut diberi titel My World 2.0, dan sebenarnya merupakan bagian kedua dari album debut Justin Bieber. Single Baby yang dirilis lebih dulu, Januari 2010, langsung menjadi lagu terlaris. Di antaranya menduduki peringkat lima dalam daftar lagu terlaris di AS, serta masuk dalam daftar 10 lagu terlaris di tujuh negara lain. Di YouTube, video klip Baby mengalahkan video klip lagu Bad Romance milik Lady Gaga yang sebelumnya menjadi video dengan jumlah penonton terbanyak. Video klip Baby mencatat 245.074.968 views, lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia, serta menjadi jumlah penonton terbanyak yang pernah tercatat di YouTube.

Mengikuti sukses My World, album My World 2.0 langsung memperoleh Platinum hanya dalam waktu kurang dari dua pekan di AS. Lebih hebatnya lagi, album ini berhasil menduduki posisi pertama di US Billboard 200—daftar 200 album top AS, menjadikan Justin Bieber sebagai penyanyi solo termuda pertama yang bisa meraih prestasi tersebut sejak Stevie Wonder melakukannya di tahun 1963. Prestasi mentereng juga diraih di sejumlah negara lain, di mana album My World 2.0 menempati peringkat satu di Canadian Albums Chart—daftar album terlaris Kanada, juga di Irish Albums Chart, Australian Albums Chart, dan New Zealand Albums Chart, serta masuk dalam jajaran 10 album terlaris di 15 negara lainnya.

Lihat, tahun 2007 Justin Bieber hanyalah juara kedua dalam kontes menyanyi di Stratford, Ontario, Kanada. Kini, remaja kelahiran 1 Maret 1994 ini menjadi penyanyi remaja paling laris di dunia. Semua itu ia peroleh berkat YouTube, situs video sharing terbesar sedunia saat ini.

Di iklan, kisah si Oji yang video Goyang Gayung-nya jadi hit setelah diunggah ke internet menggunakan layanan dari XL Axiata, dan membuat hidupnya jadi XLangkah Lebih Maju, bolehlah dibilang mirip-mirip dengan nasib Justin Bieber. Tapi Oji jelas harus belajar banyak dari Justin agar jauh lebih terkenal.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Selasa, 29 November 2011

Moymoy Palaboy, Komedian Top Filipina 'Lulusan' YouTube


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Moymoy Palaboy, kakak-adik asal Filipina yang jadi terkenal sebagai komedian berkat video-video lipsync mereka di YouTube.



JAUH sebelum video lipsync Keong Racun yang diunggah Sinta dan Jojo menghebohkan Indonesia, dua kakak-adik James Ronald Obeso dan Rodfil Obeso asal Filipina telah lebih dulu membuka mata Asia—khususnya Asia Tenggara—bahwa YouTube menyimpan potensi yang sangat luar biasa jika dimanfaatkan secara positif. Dua bersaudara yang lebih dikenal sebagai Moymoy Palaboy ini menjadi bintang setelah mengunggah sejumlah video lipsync dengan aksi kocak ke YouTube.

Kepopuleran Moymoy Palaboy dimulai Februari 2007, saat James Ronald alias Moymoy mengunggah video pertamanya ke YouTube. Sebuah video sederhana, berisi adegan James sedang menyanyikan lagu berjudul Dirty Pop milik grup vokal N’Sync secara lipsync. Meski hanya lipsync, tapi James tampak serius karena melengkapi dirinya dengan berbagai asesoris serta bertingkah kocak sepanjang lagu. Video tersebut direkam menggunakan kamera handphone Sony Ericsson W810i yang hanya beresolusi dua megapiksel. Adiknya, Rodfil, membantu mengedit video tersebut dengan laptop bermerek HP, menambahkan footage, sebelum akhirnya diunggah ke YouTube dengan username moymoypalaboy yang kelak menjadi nama populer mereka.Foto: ekatabora.blogspot.com
Moymoy Palayboy, bintang YouTube yang jadi selebriti betulan.


Kocak dan Disukai
Tak dinyana tingkah kocak James dalam video tersebut disambut meriah oleh para pengguna YouTube. Hanya beberapa minggu kemudian, video pertama Moymoy Palaboy ini mencatat hampir 100.000 penonton. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk video baru di YouTube. Namun, James tidak peduli pada angka-angka yang tertera di sudut kanan bawah videonya itu. Ia terus mengunggah video demi video ke YouTube secara konsisten selama kurang-lebih setahun.

Setelah tampil sendirian dalam beberapa video, James kemudian mengajak adiknya Rodfil untuk bergabung. Mulanya Rodfil menolak, ia memang sangat pemalu meskipun sangat suka bernyanyi. Ia mau terus membantu sang kakak mengedit video, tapi ia menolak ikut tampil dalam video-video yang akan diunggah. Susah payah James merayu adiknya, tapi usaha tersebut tidak sia-sia karena akhirnya sang adik mau bertindak sama gila dengan dirinya di depan kamera. Jadilah sejak itu mereka selalu tampil berdua, menjadikan video-video momoypalaboy lebih hidup.

Video-video Moymoy Palaboy banyak diambil di kediaman mereka sendiri yang terletak di Pasay City, tepatnya di sebuah ruangan sempit dengan sebuah kulkas terletak tepat di belakang mereka. Bibi mereka tak jarang juga turut terlihat dalam video, berjalan mondar-mandir di belakang kedua keponakannya. Di antara video-video yang telah diunggah ke YouTube, video lipsync lagu Wanna Be yang versi aslinya dibawakan oleh Spice Girls dan Marimar milik Thalia adalah yang paling populer. Dari video Marimar saja keduanya mampu memperoleh lebih dari 13 juta views.

Sampai awal tahun 2008, duo Obeso bersaudara ini mengunggah 22 video yang keseluruhannya menghasilkan total 7,12 juta views. Nama Moymoy Palaboy mulai dilirik media mainstream setelah ramai dibicarakan di dunia internet. Media massa baik cetak maupun elektronik bergantian memberitakan aksi gila keduanya di YouTube. Sama seperti duet Sinta-Jojo yang disebut-sebut sebagai selebriti dunia maya oleh media lokal, Moymoy Palaboy juga diberi sebutan serupa. Tapi, media Filipina lebih menyoroti aksi kocak keduanya sehingga memberi julukan komedian terlaris di YouTube.

Menuju Dunia Hiburan
Foto: mylot.com
Adegan di salah satu video Moymoy Palaboy.
Setelah limpahan publikasi dari media, jalan menuju ke dunia hiburan mulai terbuka lebar bagi Moymoy Palaboy. Tanggal 27 Juni 2008 bisa jadi tanggal paling bersejarah bagi James dan Rodfil, sebab pada hari itu keduanya tampil di televisi untuk pertama kalinya. Tidak tanggung-tanggung, mereka didaulat mengisi acara Bubble Gang di stasiun televisi GMA Network yang merupakan acara komedi paling laris di Filipina. Semenjak itu wajah keduanya sering tampil di televisi setelah GMA Artist Center, manajemen artis di bawah koordinasi GMA Network, mengontrak mereka dan memberikan tempat permanen di acara Bubble Gang. Televisi GMA bahkan sempat membuat sebuah program dokumenter yang mengulas perjalanan James dan Rodfil dari YouTube ke dunia hiburan mainstream.

Selain di GMA Network, Moymoy Palaboy juga sempat tampil di MTV Filipina, dalam acara bertajuk MTV Campus Crashers. Tak lama berselang giliran MTV Asia yang menampilkan James dan Rodfil. Seiring dengan semakin menanjaknya nama Moymoy Palaboy di Filipina, program-program televisi yang mereka bintangi semakin banyak. Setelah Bubble Gang di GMA Network, ada pula acara SOP Rules—masih di GMA, lalu All My Life di mana mereka berperan sebagai Toto dan Caloy, kemudian acara Party Pilipinas, dan Diva di mana mereka memerankan diri sendiri.

Melengkapi semua itu, Moymoy Palaboy turut dilibatkan dalam sebuah film berjudul Dayo: Sa Mundo ng Elementalia. Lagu mereka, Kapit, menjadi salah satu lagu dalam album soundtrack film yang dirilis tahun 2008 tersebut. Puncaknya, perusahaan rekaman Sony BMG menggandeng James dan Rodfil untuk menggarap sejumlah album. Maret 2009, album pertama Moymoy Palaboy resmi dirilis ke publik, menjadikan dua kakak-adik tersebut sebagai pengguna YouTube pertama di Filipina yang menjadi artis. Lagu berjudul Lumayo Ka Man sa Laklak menjadi andalan dalam album yang diberi titel Uploaded itu, sebuah lagu parodi di mana lirik lagu Laklak milik grup The Teeth dinyanyikan dalam nada lagu klasik Lumayo Ka Man Sa Akin yang pertama kali dinyanyikan oleh Rodel Naval. Karena itulah lagu tersebut diberi judul Lumayo Ka Man sa Laklak, gabungan dari Lumayo Ka Man Sa Akin dan Laklak.

Meskipun sama-sama memasuki dunia hiburan setelah mengunggah beberapa video lipsync di YouTube sebagaimana Sinta dan Jojo, namun Momoy Palaboy sebelumnya memang memiliki latar belakang penyanyi. James adalah vokalis grup band Pasionista, dan sempat melakukan tur ke luar negeri bersama band tersebut. Sebelum menjadi vokalis Pasionista, ia bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan cepat saji. Suatu hari ia mengikuti audisi penyanyi Star in a Million yang diadakan oleh stasiun televisi ABS-CBN. Dalam satu kesempatan ketika mengikuti rangkaian audisi, ia melihat Christian Bautista. Tanpa ragu-ragu didekatinya penyanyi muda Filipina itu untuk meminta nasihat dan petunjuk. Sayang, James gagal dalam audisi tersebut.

Lain halnya dengan Rodfil. Sang adik yang berselisih dua tahun dengan kakaknya ini memang gemar bernyanyi, tapi ia lebih suka bermain games komputer. Setelah menyelesaikan pendidikan singkat di Polytechnic University of the Philippines, ia bekerja sebagai sales representative di Philippine Long Distance Telephone Company (PLDT). Sedangkan James memilih drop out dari pendidikan broadcasting-nya di universitas yang sama untuk bekerja. James dan Rodfil memang harus bekerja keras demi membantu ibu mereka yang terserang kanker payudara. Sayang, nyawa sang ibu tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia tahun 2006. Sejak itu kedua kakak-adik ini tinggal bersama bibi mereka, Benny Obeso, yang lebih sering dipanggil Mama Auntie.

Kini, James dan Rodfil tak perlu lagi bekerja kasar sebagai pramusaji restoran cepat saji maupun sales representative. Hari-hari mereka sekarang penuh dengan jadwal syuting dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi lainnya, dari satu acara ke acara lainnya, dan jika sempat melakukan tur ke luar kota. Nasib mereka berubah berkat YouTube, berkat internet. Mungkin beda-beda tipislah dengan si Oji yang video Goyang Gayung-nya jadi hit setelah diunggah ke internet menggunakan layanan dari XL Axiata, membuat hidupnya XLangkah Lebih Maju.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Senin, 28 November 2011

Kisah Dua Bocah Inggris Jadi Bintang Gara-gara Video YouTube


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Harry dan Charlie Davies-Carr, dua bocah asal Inggris yang kemudian jadi terkenal sekolong jagat karena video sederhana yang diunggah ayah mereka ke YouTube.



VIDEO tersebut hanya berdurasi 55 detik, tidak sampai semenit. Isinya pun boleh dibilang sepele, adegan dua kakak-adik duduk berjajar di atas sofa, lalu sang adik menggigit tangan kakaknya. Siapa sangka jika video sederhana ini menjadi hit di YouTube, dan memperoleh banyak publikasi dari media massa baik elektronik maupun cetak. Time.com bahkan menempatkan video ini di peringkat pertama dalam daftar YouTube’s 50 Best Videos 2010 yang dirilis pertengahan 2010.

Charlie Bit My Finger – Again!, demikian judul video fenomenal tersebut. Sampai dengan Juli 2010, video ini telah ditonton lebih dari 214 juta kali, sebuah angka yang sangat mencengangkan untuk sebuah video keluarga. Bukan hanya pengguna internet yang dibuat tercengang, pemilik video inipun tidak menyangka kalau video pendek itu bakal disukai banyak orang. Selain menjadi nomor satu dalam daftar 50 video terbaik YouTube tahun 2010 versi Time.com, video ini juga menjadi video terlaris ketiga di YouTube per Juli 2010, di bawah video klip Baby milik Justin Bieber dan video klip Bad Romance-nya Lady Gaga.

Video untuk Kakek
Foto: businessinsider.com
Keluarga Davies-Carr. Harry (tengah) dan Charlie (dipangku sang ayah) sudah besar-besar.
Video ini pertama kali diunggah ke YouTube oleh Howard Davies-Carr, seorang warga Inggris, Mei 2007. Idenya cukup sederhana, mendudukkan kedua anaknya berpangkuan di sebuah sofa, dan semuanya terjadi secara alamiah tanpa direncanakan sama sekali. Harry yang saat itu berusia 3,5 tahun mengusili adiknya Charlie, 1 tahun, dengan memasukkan jarinya ke dalam mulut sang adik. Refleks, Charlie kecil menggigit jari sang kakak. Harry menjerit-jerit kesakitan, namun di ujung video kedua balita tersebut tampak tertawa bahagia.

Saat menyaksikan adegan Charlie menggigit jari Harry di LCD kameranya, Howard tidak melihat ada yang spesial dari momen itu. Namun, ketika ia memindahkan video dari kamera ke komputernya beberapa pekan kemudian, barulah ia sadar kalau video tersebut lucu. Menurut harian The Vancouver Sun, bagian paling lucu dari video itu adalah wajah Charlie setelah menggigit jari kakaknya, ia seolah-olah tahu apa yang baru saja ia lakukan dan itu terlihat dari senyum lebarnya.

Howard merekam video tersebut untuk dikirimkan kepada ayahnya, alias kakek Harry dan Charlie, yang saat itu tinggal di AS. Ia mengunggahnya ke YouTube dan memberitahukan link video tersebut kepada ayahnya. Karena hanya ayahnya yang tahu, video tersebut hanya mempunyai sedikit penonton di awal-awal. Tapi, beberapa waktu kemudian jumlah penontonnya semakin banyak, mencapai 20 views per hari atau 600 views sebulan. Ternyata itu belum seberapa, karena angka tersebut terus merangkak naik. Awal Februari 2008, jumlah penonton menjadi 2,6 juta dan meningkat lebih dari lima kali lipat pada bulan Maret 2008, menjadi 12 juta views. Peningkatan ini semakin drastis, sampai menyentuh angka 65 juta views pada Desember 2008.

Sejak itulah media mulai mengangkat kisah video fenomenal ini. Mulai dari koran lokal di Britania Raya seperti The Sun, The Telegraph, Daily Mail, The Guardian, dan The Glasgow Herald (Skotlandia); koran lokal di negara-negara lain seperti The Vancouver Sun di Kanada, The Sydney Morning Herald (Australia), Pittsburgh Post-Gazette (Pittsburgh, AS), serta media-media papan atas dunia seperti Time, CNN, juga The Wallstreet Journal. Sejumlah televisi Inggris tak mau ketinggalan, dan mengundang Harry dan Charlie beserta kedua orangtuanya dalam program mereka.

Jadi Video Terpopuler di YouTube
Ilustrasi: YouTube.com
Cuplikan adegan dalam video Charlie Bit My Finger di YouTube.
April 2009, video Charlie menggigit jari Harry mencatat 92 juta views, menjadikannya video kedua yang paling banyak dilihat di YouTube pada Agustus 2009. Dua bulan berselang, Charlie Bit My Finger – Again! naik ke posisi pertama dan menjadi video yang paling banyak dilihat ketika menggeser video terlaris YouTube sebelumnya, Evolution of Dance. November 2009, jumlah penontonnya meningkat menjadi 130 juta. Selain menjadi video yang paling banyak ditonton, video ini juga menjadi video paling favorit, dan video yang paling banyak dibicarakan di kalangan pengguna internet di daratan Britania.

Mei 2009, sebuah laporan yang dibuat oleh Visible Measures menyatakan bahwa video Charlie Bit My Finger – Again! merupakan video kelima belas dalam daftar video yang paling sering dilihat sepanjang sejarah internet. Pemeringkatan ini melibatkan seluruh video dalam 150 situs video sharing di seluruh dunia. Sebagai buntut dari popularitas tersebut, sejumlah member YouTube lain mengunggah ulang video ini. Ada yang mengunggah ulang mentah-mentah dengan hanya mengganti judul, ada juga yang secara kreatif menjadikannya sebagai musik remiks. Konyolnya, video-video hasil pengunggahan ulang tersebut juga bisa meraup banyak penonton sebagaimana video asli. Salah satu video tersebut bahkan memperoleh lebih dari enam juta views.

Sukses video Charlie Bit My Finger – Again! membuat Harry dan Charlie berubah, dari dua balita biasa menjadi sepasang bintang top. Keduanya kini memiliki blog pribadi yang dikunjungi ratusan orang setiap hari. Mereka juga mempunyai seri video, kaus Charlie Bit My Finger, dan kalender edisi terbatas yang dijual sebagai suvenir kepada para fan di seluruh penjuru dunia. Padahal, menurut Shelley Davies-Carr, ibu Harry dan Charlie, kedua anaknya merasa malu setiap kali melihat video mereka ditayangkan di televisi.

Foto: lifestyleasia.com
Kaos ini terinspirasi video Charlie
Menurut harian Daily Mail, klub penggemar Harry dan Charlie didirikan di sejumlah tempat di seluruh dunia. Sementara The Times menulis, pakar internet percaya keluarga Davies-Carr memperoleh setidaknya 100 ribu pound dari video tersebut. Penghasilan paling banyak diperkirakan berasal dari iklan yang ditampilkan dalam video. Sebuah artikel yang ditulis oleh Diana Ransom di The Wall Street Journal mengatakan bahwa Howard Davies-Carr tidak akan mau menyebutkan berapa banyak yang telah mereka dapatkan dari video Charlie Bit My Finger – Again!. Namun, Diana percaya penghasilan tersebut lebih dari cukup untuk membeli rumah baru.

Lihat, dua balita ingusan yang belum tahu apa-apa seperti Harry dan Charlie tiba-tiba saja menjadi bintang dan terkenal di mana-mana berkat YouTube. Mirip nasib si Oji yang video Goyang Gayung-nya jadi hit setelah diunggah ke internet menggunakan layanan dari XL Axiata, membuat hidupnya jadi XLangkah Lebih Maju.

“Anak saya sudah seperti legenda sekarang. Setiap orang selalu meminta tanda tangan mereka, ini benar-benar gila.” Demikian komentar Howard Davies-Carr pada media Inggris menanggapi popularitas kedua anaknya. Padahal, mengutip ucapan Howard di media, “Video tersebut dibuat karena saya ingin membaginya dengan kakek anak-anak. Saya tidak tahu apa-apa tentang YouTube. Video tersebut kemudian dipromosikan dari mulut ke mulut tanpa bisa saya cegah. Orang-orang memberikan komentar dan pesan positif, dan kini saya mengunggah video baru setiap enam pekan.”

Howard adalah seorang konsultan IT, dunia yang begitu dekat dengan internet. Jadi, seharusnya ia tidak heran dengan kekuatan internet, seperti yang telah dilakukan YouTube pada kedua anaknya.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Minggu, 27 November 2011

Vonis HIV+ Ia Jadikan Motivasi Mengejar Prestasi


BAGI kebanyakan orang, divonis mengidap HIV seperti kiamat. Hidup seolah tak berarti lagi, semangat dan harapan hidup pun melayang. Kondisi bertambah buruk ketika lingkungan, bahkan keluarga sendiri, bersikap antipati dan mengucilkan.

Itu juga yang dirasakan Derajat Ginanjar Koesmayadi sewaktu dinyatakan HIV+ pada tahun 2000 lalu. Ia sempat tak percaya, bahkan menganggap tes tersebut salah. Namun ternyata tes yang ia ikuti tidak salah, ia memang sudah terjangkit HIV. Kontan ia terkejut, keluarganya juga shock. Untung saja eks pecandu narkoba jenis suntikan ini segera bangkit dari penyesalan.

Alih-alih terus menyesali nasib, lelaki kelahiran 13 Juli 1980 ini malah menjadikan vonis HIV+ sebagai momentum baginya untuk meningkatkan kualitas hidup. Ia jadikan HIV yang mengendap di tubuhnya sebagai pemicu dan pemacu semangat untuk memperbaiki kehidupannya agar lebih dihargai orang lain. Ia tak menyerah meski HIV terus menggerogoti sistem kekebalan tubuhnya. Ia tetap melawan dan berbuat sesuatu demi hidup yang lebih baik.

Inilah kisah penuh inspirasi dari seorang ODHA dengan sederet prestasi internasional.

Mendirikan Rumah Cemara
Foto: youthnight.org
Ginanjar Koesmayadi
Tiga tahun setelah divonis positif mengidap HIV, lajang yang biasa dipanggil Ginan ini mendirikan Rumah Cemara, sebuah komunitas khusus bagi eks pecandu dan penderita HIV. Ia bersama empat temannya menjadi pionir komunitas ini. Ide pendirian komunitas kaum marjinal ini adalah pengalaman mereka sendiri, yang membuat mereka berkesimpulan bahwa tidak ada tempat yang aman, nyaman, serta kondusif bagi ODHA dan eks pengguna NAPZA untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Ya, sudah menjadi rahasia umum jika ODHA dan pengguna NAPZA, sekalipun sudah berstatus eks, mendapat stigma negatif serta perlakuan diskriminatif dari masyarakat. Dengan perlakuan seperti itu, bagaimana mungkin mereka bisa berkarya? Demikian pikir Ginan dan keempat rekannya. Karena itulah Rumah Cemara didirikan sebagai ajang kumpul-kumpul untuk curhat, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan diantara anggotanya.

Visi Rumah Cemara adalah menjadi wadah yang positif untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dan eks pecandu, baik secara fisik, sosial, terutama juga psikis dan spiritual. Dari sana, komunitas ini ternyata berkembang menjadi sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang pendampingan ODHA dan eks pemakai NAPZA. Tak cuma mendampingi, Ginan dan rekan-rekannya di Rumah Cemara juga memberdayakan anggota-anggotanya.

Berbagai kegiatan diadakan Ginan bersama Rumah Cemara, diantaranya membentuk klub futsal. Klub ini menggelar latihan secara rutin. Tak sekedar menyehatkan fisik, latihan ini juga membuat jiwa pemain lebih sehat. Menurut beberapa referensi yang ia baca, Ginan mendapat info jika HIV sulit berkembang jika kondisi fisik dan kejiwaan penderitanya selalu sehat.

Menghapus Stigma dengan Futsal
Foto: flickr
Ginan, pelopor kampanye HIV/AIDS melalui futsal.
Dari sekedar berlatih, klub futsal Rumah Cemara lantas memberanikan diri beruji coba dengan klub lain. Niat awalnya sekedar berlatih tanding. Kemudian Ginan melihat peluang bahwa futsal dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun komunikasi dan hubungan sosial yang sehat antara ODHA dan eks pecandu dengan masyarakat. Dengan demikian diharapkan stigma negatif yang dilekatkan masyarakat pada mereka perlahan-lahan dapat dihilangkan.

Latihan dan uji coba dengan klub futsal lain kini tak sekedar untuk menyehatkan fisik dan psikis, tapi mengemban misi yang lebih luas. Ginan bersama Rumah Cemara menjadikan futsal sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada masyarakat, sekaligus memberikan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS. Caranya sederhana. Setiap habis berlatih tanding, lawan diundang ke Rumah Cemara. Di sanalah Ginan, dkk. menjelaskan tentang seluk-beluk HIV/AIDS, dan bagaimana masyarakat seharusnya bersikap terhadap penderita HIV/AIDS.

Ide Ginan berjalan mulus. Misi menyebar-luaskan informasi yang benar seputar HIV/AIDS melalui futsal sukses besar. Masyarakat, terutama lingkungan sekitar Rumah Cemara berada, tak lagi memandang sebelah mata pada penderita HIV/AIDS. Stigma negatif bahwa penderita HIV/AIDS dan pengguna narkoba adalah orang-orang tidak bermoral, pelan-pelan terhapus.

Ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan kompetisi sepak bola tingkat nasional, Rumah Cemara tak mau ketinggalan. Hebatnya, tim Rumah Cemara sukses merebut gelar dua kali berturut-turut, yakni di tahun 2009 dan 2010. Nama Rumah Cemara pun semakin dikenal masyarakat. Dukungan kepada Ginan, dkk. bertambah, baik materil maupun moril.

Mendapat Penghargaan Internasional
Melihat betapa futsal sangat membantu usahanya membuka komunikasi dengan masyarakat, Ginan lantas menyusun sebuah proposal yang diikut-sertakan pada ajang Ashoka Fellowship 2010. Ini ajang adu ide tingkat global yang diperuntukkan bagi para pegiat kewirausahaan sosial (social entrepreneur). Salah satu program dalam ajang yang disponsori Nike International ini bertajuk Changing Life Through Football. Ke program inilah proposal Ginan ditujukan.

Mengejutkan! Setelah melalui seleksi ketat dan bersaing dengan ratusan proposal dari seluruh dunia, proposal yang diajukan Ginan masuk babak final. Di fase ini penilaiannya ditentukan dengan sistem voting online. Berkat dukungan para sahabatnya se-Indonesia, proposal Rumah Cemara terpilih sebagai pemenang.
Tentu saja kemenangan ini membuat seluruh anggota Rumah Cemara senang bukan kepalang. Inilah penghargaan internasional pertama bagi mereka. Penghargaan yang semakin menebalkan keyakinan Ginan, dkk. bahwa berstatus penderita HIV/AIDS bukanlah akhir dari segalanya. ODHA juga bisa berkarya, sama seperti mereka yang normal.

Kesuksesan di Ashoka Fellowship membuat tim futsal Rumah Cemara diundang mengikuti ajang Homeless World Cup (HWC) 2010 di Rio de Janeiro, Brazil. Ini merupakan kompetisi street soccer, sepak bola 4 lawan 4, tingkat dunia khusus bagi kaum marjinal. Tunawisma, penderita HIV/AIDS, eks pecandu narkoba, dan golongan terpinggirkan lain bisa turut serta di ajang ini mewakili negaranya. Nah, tahun 2010 Ginan, dkk. terpilih mewakili Indonesia. Sayang, persoalan dana serta kurangnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah membuat tim Rumah Cemara tak bisa berangkat ke Brazil.

Rumah Cemara kembali mendapat undangan untuk mengikuti Homeless World Cup 2011 yang diadakan di Paris, Prancis. Tak mau kembali gagal berangkat, Ginan, dkk. bahkan sudah menggalang dana untuk ongkos ke Paris sejak setahun sebelumnya. Beragam cara mereka lakukan. Mulai dari berjualan merchandise, membuat gerakan pengumpulan koin, sampai mengadakan roadshow ke beberapa kampus di Bandung. Selain berusaha, segenap anggota Rumah Cemara tak lupa berdoa agar keinginan mereka mengikuti HWC 2011 terkabul. Ginan bahkan sampai bernazar akan jalan kaki ke Jakarta jika bisa berangkat ke Paris.

Vini, Vidi, Vici
Foto: homelessworldcup.org
Ginan di Paris, meraih gelar Pemain Terbaik.
Kerasnya upaya Rumah Cemara membuat sejumlah pihak tergerak membantu. Bantuan dari pihak swasta dan Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan keberangkatan Ginan, dkk. ke Paris. Ginan menepati janjinya. Ia pun berjalan kaki dari Bandung ke Jakarta. Aksi long march ini dilaksanakan 6-8 Agustus 2011, dan mendapat perhatian luas dari media serta masyarakat.

Tim Rumah Cemara yang terdiri dari delapan pemain--empat diantaranya ODHA, pelatih, dan manajer berangkat ke Paris 18 Agustus 2011. Even HWC 2011 sendiri berlangsung pada 21-30 Agustus 2011, di sebuah lapangan dadakan yang dibuat di bawah Menara Eiffel.

Kengototan tim Rumah Cemara berangkat ke Paris tidak sia-sia. Datang sebagai debutan dan sempat dipandang remeh, Ginan, dkk. justru tampil mengejutkan. Juara bertahan Skotlandia berhasil mereka kalahkan. Demikian juga tim-tim dari negara yang kualitas sepak bolanya jauh di atas Indonesia, seperti Irlandia, Denmark, Belanda, dan Italia. Hebatnya lagi, dari 12 kali bertanding tim Rumah Cemara tak sekalipun mendapat kartu kuning, apalagi kartu merah.

Atas penampilan mengesankannya itu tim Rumah Cemara mendapat gelar The Best New Comer Team. Pemberian gelar ini tak hanya karena Ginan, dkk. tak mendapat kartu satu pun selama bertanding. Sikap dan perilaku di luar lapangan juga menjadi bahan penilaian. Gelar tim terbaik ini semakin lengkap setelah Ginan dianugerahi gelar The Most Valuable Player alias pemain terbaik sepanjang turnamen. Tak heran bila segenap anggota Rumah Cemara bergembira meski timnya hanya menghuni peringkat enam di kompetisi tahunan tersebut.

Puaskah Ginan, dkk. dengan sederet prestasi ini? Belum. Mereka masih ingin terus berkarya menyumbangkan pemikiran dan tenaga bagi sesama. Tahun depan, Rumah Cemara akan menggelar League of Change, liga street soccer yang khusus ditujukan bagi kaum marjinal seperti mereka. Liga yang pendanaannya disokong Kedutaan Australia ini direncanakan mulai digelar Februari 2012, diikuti delapan tim dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Luar biasa! Apa yang dilakukan Ginan bersama Rumah Cemara sungguh inspiratif. Tak hanya bagi para ODHA dan pengguna NAPZA, tapi juga kita semua. Tak penting kita mengidap HIV/AIDS atau tidak, yang terpenting adalah karya dan sumbangsih kita pada bangsa.

Sabtu, 26 November 2011

Norman Kamaru, Eks Polisi yang Jadi Penyanyi berkat YouTube


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Norman Kamaru, eks anggota Brimob Gorontalo yang kemudian jadi artis berkat video
lipsync lagu India yang diunggahnya ke YouTube.



KALAU di era 1990-an dunia hiburan sempat dibuat takjub oleh seorang gubernur yang pandai menyanyi dangdut, awal 2011 lalu publik dibikin terkesan oleh seorang brigadir polisi bersuara merdu yang mahir menyanyikan lagu India.

Ya, dialah Norman Kamaru. Eks polisi Gorontalo berpangkat Brigadir Satu (Briptu) ini sempat mendominasi pemberitaan sepanjang April-Mei. Penyebabnya adalah sebuah video di YouTube berjudul Polisi Gorontalo Menggila. Dalam video berdurasi 6,5 menit itu Norman menyanyikan lagu Chaiya Chaiya milik aktor top India, Shah Rukh Khan, secara lipsync. Tak cuma bernyanyi, polisi muda ini juga berjoget India dengan penuh semangat. Ia sangat fasih menirukan gerakan-gerakan Shah Rukh Khan di video asli lagu tersebut.

Norman Kamaru, saat masih aktif berdinas di Brimob Gorontalo.Jika dulu Basofi Sudirman yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur populer dengan lagu Tidak Semua Laki-laki melalui televisi, Briptu Norman Kamaru populer dengan lagu Chaiya Chaiya melalui YouTube yang merupakan media alternatif. Toh, meski berlabel alternatif tetap saja YouTube mampu mengantar Norman ke puncak popularitas. Menjadikannya idola baru warga Gorontalo setelah Bona Paputungan.

Iseng Membawa Nikmat
Video Polisi Gorontalo Menggila pertama kali diunggah ke YouTube pada 29 Maret 2011. Isinya sebenarnya sederhana saja. Norman yang kala itu sedang piket di kantornya berusaha membunuh kejenuhan dengan bernyanyi lagu India. Kebetulan di handphone-nya banyak sekali tersimpan lagu India. Maklum, putra asli Gorontalo ini memang penggemar berat film-film Bolllywood.

Norman suka film India sejak kecil. Begitu sukanya pada film Bollywood, ia punya setumpuk VCD film-film India yang dikoleksi sejak masih duduk di bangku SMA, terutama yang dibintangi Shah Rukh Khan. Karena di film-film India banyak berisi lagu, secara otomatis Norman juga jadi suka lagu-lagu India. Ia bahkan hapal lagu-lagu mana saja yang ada di sebuah film. Pada setiap kesempatan, termasuk ketika sedang berdinas, ia selalu bersenandung lagu-lagu India. Kebetulan pula polisi muda ini dianugerahi suara bagus. Jadi, klop sudah.

Ketika teman piketnya asyik ber-SMS, Norman mengambil handphone dan memutar lagu Chaiya Chaiya. Tak cukup sampai di sana, ia lantas mengaktifkan kamera handphone tersebut, meletakkannya ke sudut ruangan di sebelah kanannya, lalu mulai berjoget-joget ala Shah Rukh Khan sambil menirukan lagu yang diputar. Teman piket di sebelahnya tampak hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah tersebut.

Video tersebut lalu diunggah ke YouTube. Dari hanya satu penonton, video itu menyebar dari mulut ke mulut, hingga kemudian jumlah penontonnya mencapai sejuta orang. Saat saya mengunjungi situs YouTube, angka penonton video Polisi Gorontalo Menggila tercatat sebanyak 2.517.725.

Diliput Media Nasional, dan Terkenal
Foto: Cuplikan video di YouTube
Aksi Norman Kamaru di video Polisi Gorontalo Menggila yang membuatnya top.
Tak heran jika media mainstream dibuat tertarik dan lantas mengekspos video Norman. Sebut saja program acara Seputar Peristiwa di RCTI, yang sempat mengulas video ini di salah satu episodenya. Begitu juga stasiun televisi lain, dan tentu saja situs-situs berita di internet. Ramainya pemberitaan oleh media ini membuat video Polisi Gorontalo Menggila semakin terkenal, begitu juga dengan Norman Kamaru.

Setelah videonya jadi pusat pemberitaan media nasional, Norman diundang ke Jakarta. Ia direncanakan tinggal selama sepekan di ibu kota untuk memenuhi tawaran mengisi acara yang datang silih berganti dari hampir seluruh televisi swasta. Mulai dari menyanyi, wawancara, sampai menjadi bintang tamu dalam program talkshow.

Hari-harinya di Jakarta diisi dengan jadwal yang sangat padat. Dari satu stasiun televisi ia terus pindah ke stasiun televisi lain, dari satu program acara ke program berikutnya. Saking padatnya jadwal, Norman bahkan pernah harus mengisi acara di tiga stasiun televisi berbeda dalam sehari. Kesibukan yang jelas sangat berbeda jauh dengan rutinitasnya sebagai personel kepolisian.

Meski dirinya senang menyanyi dan menghibur orang banyak, kesibukan yang sedemikian padat tetap saja membuat Norman kelelahan. Kondisi tubuhnya sampai drop dibuatnya, sehingga ia diharuskan istirahat selama beberapa hari. Tapi berhubung ia terlanjur menerima sejumlah tawaran manggung, begitu kondisi tubuhnya membaik ia sudah harus tampil lagi. Dengan terus dikawal staf dari Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, ia kembali tampil di televisi. Lagu Chaiya Chaiya pun kembali terdengar dari bibir polisi muda ini.

Senangkah Norman dengan kepopuleran yang diterimanya? Tentu saja ia senang. Apalagi seiring dengan membanjirnya tawaran manggung dari sana-sini, isi kantongnya juga ikut dibanjiri rupiah. Selain itu, berkat popularitas ini ia juga memperoleh rejeki lain berupa dua unit sepeda motor, satu unit rumah di sebuah perumahan di Gorontalo, dan beasiswa program sarjana dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Bayangkan, semua itu ia peroleh berkat sebuah video sederhana di YouTube. Satu hal yang tak pernah dibayangkan siapapun, bahkan oleh pencipta YouTube sendiri. Apalagi oleh si Oji yang hidupnya jadi XLangkah Lebih Maju berkat video Goyang Gayung-nya yang diunggah ke internet menggunakan layanan dari XL Axiata. Cuma, Oji ini tokoh fiktif di iklan. Sedangkan Norman Kamaru orang sungguhan.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Jumat, 25 November 2011

Internet Mengubah Bona Paputungan dari Eks Napi jadi Penyanyi


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Bona Paputungan, eks napi asal Gorontalo yang terkenal berkat video lagu
Andai Aku Gayus Tambunan yang diunggahnya ke YouTube.



MENJADI populer berkat YouTube dirasakan seorang mantan narapidana asal Gorontalo, Bona Paputungan. Dengan mengambil momen saat isu Gayus Halomoan Tambunan, eks pegawai pajak yang kemudian menjadi terpidana kasus penggelapan pajak dan pemalsuan paspor, sedang panas-panasnya dibicarakan media, Bona sukses melejit melalui YouTube.

Adalah lagu ciptaannya berjudul Andai Aku Gayus Tambunan yang membuat nama Bona dikenal luas se-Indonesia. Lagu yang ia gubah saat masih mendekam di balik kamar besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Gorontalo itu berisi kritik sosial terhadap timpangnya perlakuan hukum di negeri ini.

Dalam lagunya pria kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1978, ini secara lugas menyindir perlakuan yang diberikan aparat penegak hukum pada Gayus. Meski berstatus tahanan di Rumah Tahanan Brimob Kelapa Dua, eks pegawai negeri sipil Ditjen Pajak itu bisa bebas bepergian ke Bali, bahkan juga ke luar negeri. Sebagai mantan napi ‘kelas ekonomi’, tentu Bona tahu benar betapa susahnya hidup di penjara. Apa yang diterima Gayus jelas melukai perasaannya sebagai sesama warga negara yang taat hukum.

Foto: kapanlagi.com
Bona "Gayus" Paputungan
Mengutip kata pengamat musik Bens Leo, seperti dilansir Inilah.com, 17 Januari 2011, Andai Aku Gayus Tambunan sebenarnya hanya lagu biasa. Tapi karena membidik tema yang tepat dan aktual, lagu itupun jadi hits serta mendapat publikasi luas. Latar belakang Bona yang sempat mendekam di penjara selama hampir setahun menjadi nilai tambah pada kritik yang ia sampaikan.

Berkah di Balik Jeruji Besi
Sebelum 14 Januari 2011, Bona Paputungan hanyalah warga Gorontalo biasa. Kalaupun ada sesuatu yang ‘tidak biasa’ pada dirinya, itu adalah riwayat perkawinan dan kisahnya di penjara. Bona sempat dua kali menjadi duda sebelum menikahi Sarah Kudsasi, istrinya saat ini. Andai tak masuk penjara, bisa jadi ia pun sudah bercerai dengan Sarah. Saya bilang "bisa jadi" lho.

Bona masuk penjara pada 11 Maret 2010. Gara-garanya, saat tengah mabuk di malam tahun baru ia memukuli sang istri. Kakak iparnya yang tidak terima dengan perbuatan itu lantas melaporkannya ke polisi. Bona pun diciduk aparat, dituntut dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan diputus bersalah oleh pengadilan. Vonis kurungan penjara membuatnya harus mendekam hingga 5 Januari 2011.

Beruntung Bona dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Meski sempat benci kepada istrinya yang ia anggap telah menjebloskannya ke penjara, ia masih dapat berpikir positif. Alih-alih menggerutu dan menyesali nasib, hari-harinya di penjara ia manfaatkan untuk ibadah dan menciptakan lagu.

Lagu Andai Aku Gayus Tambunan sendiri awalnya berjudul Kisah Hidupku. Lagu yang ditulis Bona pada 11 September 2010, sebulan sebelum ia bebas bersyarat, itu bercerita tentang suka-dukanya selama di penjara. Begitu berita kaburnya Gayus ke Bali menjadi headline media, ia pun mengganti beberapa bait dan reffrain lagu tersebut. Hasilnya, lagu ini jadi kental dengan kritik sosial sehingga lebih diterima publik sekaligus lebih cepat populer.

Baru tujuh bulan dipenjara, ayah tiga anak ini mendapat pembebasan bersyarat. Ia tak harus menunggu hingga 5 Januari, karena pada 7 Oktober 2010 sudah boleh menghirup udara bebas di luar penjara. Siapa sangka, pembebasan bersyarat itu ternyata merupakan awal baik bagi kelanjutan hidupnnya setelah bebas.

Lepas dari Penjara, Langsung Dapat Kontrak
Foto: cuplikan video di YouTube
Salah satu adegan video klip Andai Aku Gayus Tambunan di YouTube.
Selepas dari bui, Bona didekati tim sukses anggota Dewan Perwakilan Daerah utusan Gorontalo, Elnino M Hussein Mohi. Lagu-lagu ciptaan Bona selama di penjara rupanya menarik minat tim sukses tersebut. Sebanyak 10 judul lagunya lantas dikontrak untuk direkam dalam album berjudul Kisah Nyata Narapidana. Selain Andai Aku Gayus Tambunan, album tersebut juga mengandalkan lagu Markus, Cobaan Hidup, Maafkan Aku Istriku, dan Demi Kehidupan. Tidak tanggung-tanggung, kesepuluh lagu dalam album itu dibuatkan video klip.

Rencananya, tim sukses Elnino hendak merilis album Bona tepat saat peringatan Hari Patriotik Rakyat Gorontalo pada 23 Januari 2011. Namun, 14 Januari 2011 video klip Andai Aku Gayus Tambunan diunggah seseorang ke YouTube. Entah bertujuan promosi atau apa, tapi hanya beberapa jam kemudian video tersebut langsung menjadi bahan pemberitaan di televisi nasional.

Tidak cukup sampai di situ, hari itu juga Metro TV langsung membawa Bona ke Jakarta untuk diwawancarai. Tak mau kalah, berikutnya giliran tvone yang memboyong pria asli Gorontalo ini ke studionya. Tiket dan akomodasi sudah disiapkan, tapi kemudian ada telepon yang mengancam Bona, membuatnya mengurungkan niat ke Jakarta demi alasan keamanan. Redaksi tvone rupanya tak kehilangan akal. Telepon berisi ancaman pembunuhan itu malah dijadikan bahan pemberitaan di sela-sela telewicara dengan Bona via telepon.

Dari Metro TV dan tvone, wajah Bona kemudian turut hadir pula di televisi lain. Selain diwawancarai dalam program berita, ia juga sempat beberapa kali menjadi bintang tamu dalam program talkshow. Tak berapa lama kemudian media cetak ikut mengekspos eks napi yang sekilas berwajah mirip Gayus Tambunan ini. Lagu Andai Aku Gayus Tambunan pun semakin dikenal luas.

Berbeda dengan Keong Racun yang mampu menyedot sejuta penonton dalam waktu kurang dari sebulan, video Andai Aku Gayus Tambunan baru ditonton sebanyak 530.157 kali selama lima bulan. Toh, hal itu tak memengaruhi popularitas Bona. Berkat lagu tersebut, dan juga YouTube tentu saja, ia memperoleh citra positif yang kontan memupus sisi hitam hidupnya sebagai mantan narapidana.

Kisah Bona rasanya sebelas-dua belas alias beda-beda tipis dengan cerita si Oji yang hidupnya XLangkah Lebih Maju gara-gara video Goyang Gayung. Entah Bona mengunggah videonya dengan apa, tapi tetangga Oji yang diam-diam merekamnya sedang mandi mengunggah video ke YouTube menggunakan layanan dari XL Axiata. Kalau Oji cuma tokoh fiktif di iklan, Bona sosok nyata.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Kamis, 24 November 2011

Udin Mendunia Berkat Internet


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Sualuddin, mahasiswa asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang kemudian lebih dikenal sebagai artis bernama Udin Sedunia berkat video lagu Udin Sedunia yang diunggahnya ke YouTube.



SETELAH mempopulerkan seorang ‘biasa’ bernama Bona Paputungan dari Gorontalo, YouTube juga membuat seorang mahasiswa asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), melejit dari bukan siapa-siapa menjadi artis ibukota.

Sualuddin, nama mahasiswa itu, tentu tidak menyangka jika Udin Sedunia, lagu kocak yang ia buat berdasarkan tebak-tebakan iseng di kampus, bakal menjadi lagu populer. Dibuatkan video klip pula! Dan, keajaiban itu mungkin ia peroleh berkat YouTube. Udin rasanya harus berterima kasih pada temannya yang mengunggah aksinya ke situs berbagi video paling populer sejagat tersebut.

Hanya Mahasiswa Biasa
Udin, internet membawa hoki untuk pemuda asli Lombok ini.Udin benar-benar mahasiswa biasa. Ia kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzawadi di Selong, Lombok Tengah. Saking biasanya, ia bahkan menunggak uang kuliah selama dua semester. Ketika videonya di YouTube tenar dan menarik perhatian seorang produser di Jakarta, ia juga tak punya cukup uang untuk ongkos ke Jakarta memenuhi undangan sang produser. Pendek kata, Udin benar-benar seorang nobody alias bukan siapa-siapa, sampai kemudian videonya di YouTube mengangkatnya menjadi seorang artis nasional.

Dibandingkan Sinta-Jojo yang videonya ditonton hingga jutaan kali dalam waktu hanya sebulan, Udin jelas kalah populer. Tapi, peruntungan pemuda kelahiran Lombok Tengah, 31 Desember 1985, ini tak kalah dari Sinta-Jojo. Bila duo gadis Bandung itu baru rekaman beberapa bulan setelah videonya menjadi buah bibir, lagu Udin malah langsung dibuatkan video klip begitu dia datang ke Jakarta.

Satu persamaan Udin dengan Sinta-Jojo, nasib baik mereka diawali dari sebuah video iseng di YouTube. Hebatnya, jika Sinta-Jojo sempat mengunggah banyak video sebelum akhirnya mencuri perhatian publik dengan video Keong Racun, Udin hanya punya dua video di situs yang saham mayoritasnya dimiliki Google tersebut. Itupun dua-duanya diunggah oleh temannya.

Kekuatan Udin terletak pada lirik lagunya yang kocak. Siapapun yang mendengar lagu Udin Sedunia dijamin tertawa terbahak-bahak, atau minimal mengulum senyum. Lagu ini juga easy listening, dan yang jelas mudah dihapal karena sangat sederhana. Siapa sangka jika seluruh faktor minimalis itulah yang menjadi kekuatan lagu tersebut, membuatnya masuk major label dan tayang di televisi hanya dalam hitungan dua bulan sejak pertama kali diunggah ke YouTube pada Januari 2011 lalu.

Dari Tebak-tebakan Menjadi Lagu, dan Populer!
Video Udin di YouTube.Lagu Udin Sedunia dibuat Udin berdasarkan tebak-tebakan dengan teman-teman karibnya semasa jeda kuliah. Sebagaimana wilayah berkultur Islam lain di Indonesia, di Lombok Tengah tempat Udin tinggal ada banyak orang bernama Udin. Seperti halnya nama Eko di kalangan masyarakat Jawa, atau Asep di lingkungan suku Sunda. Biasanya nama tersebut adalah panggilan dari nama lengkap berbahasa Arab seperti Nazaruddin, Syamsuddin, Alauddin, atau Sualuddin.

Sebagai salah satu orang bernama Udin, teman-teman kampus Udin kerap mengolok-oloknya. Olok-olok itu lantas menjadi tebak-tebakan kocak. “Udin yang rajin ke masjid siapa?”, “Udin yang suka di kamar siapa?”, dan seterusnya. Selang tiga tahun sejak masa itu, yakni pada tahun 2009, Udin pun merangkai-rangkai aneka macam nama Udin itu untuk dijadikan sebuah lagu. Jadilah Udin Sedunia.

Lagu itu lantas ia perdengarkan ke teman-teman dan orang-orang di sekitarnya. Ternyata sambutannya bagus. Semua yang mendengar lagu tersebut dibuat tertawa terpingkal-pingkal. Salah seorang teman Udin kemudian merekam aksinya saat menyanyikan Udin Sedunia, dan diunggah ke YouTube pada 6 Januari 2011.

Mungkin karena kurang promosi, video pertama ini tak terlalu banyak ditonton. Hingga saat posting ini ditulis, angka penontonnya hanya sebanyak 126.001. Bisa jadi inilah yang menyebabkan teman Udin mengunggah video kedua pada 14 Januari 2011. Berbeda dengan video pertama, kali ini aksi Udin ditonton hingga 910.734 kali oleh pengguna YouTube, saat posting ini ditulis.

Memang angkanya hanya hampir sejuta, tidak sampai berjuta-juta seperti Keong Racun. Namun rupanya angka sebanyak itu sudah cukup untuk menarik perhatian produser Inbox, acara musik di stasiun televisi SCTV. Udin pun dihubungi, diminta datang ke Jakarta untuk tampil di program tersebut.

Jakarta, Udin Datang..!
Udin tentu saja girang bukan main. Seumur-umur ia tidak pernah membayangkan bakal ke Jakarta, apalagi untuk tampil di televisi. Sebagai seorang penghibur yang selama ini ‘hanya’ pentas di acara tujuh-belasan, pesta perkawinan, di panggung kampus, bahkan di jalanan saat ia masih menjadi pengamen, tampil di layar kaca jelas sebuah lompatan besar baginya. Apalagi ini skalanya nasional.

Namun, kegembiraan itu segera diikuti dengan kebingungan. Untuk ongkos ke Jakarta dari Lombok, Udin butuh uang yang baginya sangat banyak, jumlahnya hampir menyamai tunggakan SPP-nya di kampus. Sementara itu ia sama sekali tak punya uang, bagaimana bisa berangkat?

Beruntung Udin dikelilingi oleh tetangga yang baik hati. Mendengar kesulitan yang ia alami, tetangga berdatangan memberikan sumbangan secara sukarela. Besarnya bervariasi, dan setelah dihitung-hitung jumlahnya mencapai Rp 700 ribu. Angka yang lumayan, tapi masih kurang karena ia tak berangkat sendiri. Ewan, seorang penyiar radio di Lombok yang lantas bertindak sebagai manajer Udin, ikut mendampingi ke Jakarta.

Udin berusaha keras mencari tambahan uang. Tawaran menyanyi dari mana-mana ia ambil, tak peduli harus tampil tiap malam dan menempuh jarak jauh. Tapi berapalah honor seorang penyanyi di daerah seperti Lombok Tengah? Di tengah usaha keras itu, datang seorang donator yang bersedia menggenapi kekurangan ongkos Udin dan Ewan. Keduanya pun segera berangkat keesokan harinya.

Sesampainya di Jakarta, kesulitan lain muncul. Sebagai orang yang baru pertama kali berhubungan dengan dunia televisi, Udin dibuat bingung oleh birokrasi di studio SCTV. Baru sampai di meja resepsionis ia sudah disuruh pulang karena tidak tahu harus bertemu siapa. Setelah memakai jurus ngotot, akhirnya ia dan manajernya berhasil menemui produser yang mengundangnya. Itupun harus menunggu sampai magrib.

Muncul di Tivi, Jadi Artis
Salah satu adegan di video klip Udin.Begitulah, Udin kemudian muncul di layar televisi untuk pertama kalinya. Lagu Udin Sedunia pun terdengar ke seluruh Indonesia, membuatnya melesat cepat menjadi lagu populer yang digandrungi masyarakat. Melihat sambutan positif terhadap Udin, produser Inbox menjadikan pemuda Lombok itu sebagai co-host bersama-sama Ivan Gunawan dan Astrid Tiar yang jauh lebih dulu membawakan acara tersebut.

Keberuntungan Udin bertambah ketika ia dipercaya menjadi salah satu pemain sinetron Calon Bini. Di sinetron yang tokoh utamanya diperankan aktor top Vino G. Bastian ini ia dikontrak sepanjang 208 episode. Dengan honor Rp 1,5 juta per episode, total dari sinetron ini saja isi kantung Udin bertambah sebanyak Rp 312 juta. Jumlah yang tentunya sangat besar untuk seorang sederhana seperti Udin.

Satu hal yang patut dicontoh dari Udin, meski mengalami loncatan karir demikian luar biasa ia tetap rendah hati. Ia merasa dirinya belum pantas dibilang sukses. Ia bahkan menolak disamakan dengan Sinta-Jojo yang lebih dulu populer berkat YouTube. Dengan bijak ia mengibaratkan dirinya sebagai gelas yang hanya terisi setengah, sehingga masih bisa diisi lebih banyak air.

“Saya selalu merasa seperti gelas setengah penuh. Artinya selalu siap menerima masukan, tidak merasa sempurna, dan tidak egois, bisa diisi. Kalau penuh, kita egois.” Demikian kata Udin ketika diwawancarai wartawan, seperti dilansir dari Inilah.com, 20 Maret 2011.

Sikap rendah hati ini pula yang membuatnya tak merancang angan-angan mewah menyusul berlimpahnya rejeki yang ia terima. Melunasi uang kuliah, membangun rumah, dan memberangkatkan orang tuanya berhaji ke Tanah Suci, itulah tiga impian utama Udin saat ditanya apa yang akan ia lakukan dengan honornya. Sungguh sebuah impian sederhana. Ia tidak menyebut mobil, tidak juga benda-benda mewah lainnya.

Setelah sukses dengan Udin Sedunia, Udin berancang-ancang meluncurkan lagu-lagu ciptaannya yang lain. Ia mengklaim sudah mempunyai tabungan 200 lagu, tinggal dipilah-pilah mana yang sekiranya layak masuk dapur rekaman. Jadi, kita tunggu saja karya-karya Udin selanjutnya.

Bagaimana dengan si Oji? Apa yang akan dilakukannya setelah Goyang Gayung dan hidupnya XLangkah Lebih Maju berkat internet? Ya, berkat internet, khususnya layanan dari XL Axiata, Oji yang awalnya pengangguran sukses jadi seleb. Kalau si Oji cuma tokoh fiktif di iklan, Udin Sedunia dalah cerita nyata.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Rabu, 23 November 2011

Sinta-Jojo, Jadi Artis berkat ‘Keong Racun’


ENTAH sudah berapa banyak penyanyi dan musisi yang lahir ke industri hiburan setelah berjuang keras mempromosikan diri di YouTube. Awalnya mereka seperti pengamen di tengah hutan belantara, menyanyi sendiri tanpa ada yang mendengar apalagi mempedulikan. Namun, lambat laun video mereka ditemukan pengguna YouTube yang lain. Dari hanya satu penonton, video itu lantas menyebar ke pengguna lain hingga jumlah penontonnya terus berlipat ganda, sampai akhirnya nasib baik menghampiri. Seorang produser, pencipta lagu, atau mungkin juga penyanyi terkenal melihat video tersebut dan merasa tertarik untuk bekerja sama.

Penasaran dengan orang-orang yang menjadi ngetop berkat YouTube? Berikut kisah Sinta dan Jojo, dua sahabat asal Bandung yang jadi penyanyi dan bintang iklan berkat video
lipsync "Keong Racun" yang mereka unggah ke YouTube.



INILAH sosok yang, kalau boleh dibilang, ‘menolong’ trio Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari lepas dari sorotan media. Sebelumnya, masyarakat dipaksa menonton berita-berita seputar beredarnya video mesum ketiga selebriti tersebut. Hari demi hari hanya disuguhi siaran yang mengulas tertangkapnya Ariel, sikap tak kooperatif Luna terhadap aparat penegak hukum, dan derai tangis penyesalan Cut Tari di depan suaminya.

Memasuki Agustus 2010, media mulai menurunkan berita tentang sebuah video YouTube yang membuat pengunggahnya tenar. Ya, itulah Sinta dan Jovita, duo sahabat asal Bandung yang menjadi artis di dunia maya berkat video mereka menyanyikan lagu dangdut remiks berjudul Keong Racun secara lipsync di YouTube. Dibuat hanya dengan maksud untuk narsis dan ngeksis, video tersebut malah begitu populer sampai-sampai menjadi trending topic alias topik yang paling sering dibicarakan di Twitter selama empat hari berturut-turut. Padahal, di saat yang sama tengah marak-maraknya promosi film terbaru Leonardo Di Caprio, Inception. Leonardo terpaksa mengurut dada karena Inception hanya menempati posisi ketiga dalam trending topics Twitter, kalah dua strip dari Keong Racun.

Setelah Twitter, media-media asing lantas turut memberitakan video Keong Racun. Harian Independent yang berbasis di Inggris adalah salah satunya. Tak ayal lagi, Sinta dan Jojo jadi semakin populer. Dari selebriti dunia maya, kini mereka menjadi selebriti dunia nyata. Tawaran tampil di sampul depan majalah lantas datang, membuat mereka dikenal orang-orang yang tidak begitu akrab dengan internet. Lalu diikuti dengan tawaran menjadi bintang tamu dalam berbagai program acara televisi. Puncaknya (atau ini malah baru awalnya?), Sinta-Jojo meneken kontrak dengan Pangeran Cinta Manajemen, sebuah manajemen artis milik Charlie van Houten eks vokalis grup band ST 12, dan merilis lagu Tokek Belang.

Bukan Dongeng Cinderella
Video Keong Racun di YouTube.Kedengarannya seperti jalan cerita Cinderella dengan sepatu kaca, tapi begitulah nasib membawa arah hidup Sinta-Jojo. Dari hanya berstatus mahasiswi Universitas Pasundan, Bandung, sekarang mereka menjadi sepasang news maker. Apapun yang mereka lakukan selalu menjadi berita, selalu ditunggu publik. Bak seorang selebriti, para jurnalis infotainmen membuntuti kemana saja keduanya berjalan demi mengorek perkembangan terbaru dari sensasi Keong Racun yang mereka timbulkan.

Seperti diakui sendiri oleh Jojo dalam status Facebook-nya, mereka mengunggah video-video lipsync ke YouTube hanya untuk konsumsi mereka sendiri plus sejumlah teman dekat. Baik Sinta maupun Jojo sama sekali tidak menyangka video tersebut bakal ditonton begitu banyak orang dan menjadi sangat populer, tak hanya di dunia internet, tapi juga di media mainstream.

Begitulah. Setelah mengunggah video berisi aksi lipsync mereka menyanyikan Keong Racun, Sinta dan Jojo membagikan alamat URL videonya ke teman-teman dekat mereka melalui Facebook dan Twitter. Ini pulalah yang biasa mereka lakukan setelah mengunggah video lipsync lain sebelumnya. Namun, entah kenapa video Keong Racun kemudian disukai banyak orang. Jumlah penontonnya terus naik dari waktu ke waktu. Mulai dari 100 views, lalu meningkat menjadi 1.000 views, naik lagi menjadi 10.000 views, begitu seterusnya sampai kini mencapai jutaan penonton.

Dari Facebook dan Twitter, link video Keong Racun menyebar luas tak terkendali. Entah bagaimana ceritanya, video tersebut kemudian dibicarakan di Kaskus, forum online terbesar di Indonesia saat ini. Karena link videonya juga disertakan dalam thread yang membicarakan Keong Racun, berbondong-bondonglah anggota Kaskus menonton video tersebut di YouTube, menjadikan angka penontonnya melonjak tajam. Dan, ketika jumlah penontonnya menyentuh angka 100.000 views, media massa mulai ikut memperhatikan video ini.

Bermula dari pemberitaan di sebuah media online—waktu itu video Keong Racun baru ditonton sekitar 300.000 kali, media-media lain turut mengangkat kisah fenomenal video ini. Angka penonton Keong Racun terus menanjak naik, menjadi 500.000 views, lalu naik lagi menjadi 700.000 views dalam waktu tak begitu lama. Sampai akhirnya angka sejuta penonton dicapai hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Luar biasa!

Dari Dunia Maya ke Dunia Nyata
Jojo, di sampul depan majalah HaiAngka sejuta penonton tentu bukan jumlah sedikit. Sebagai perbandingan, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang saat ini masih menjadi stadion terbesar di Indonesia berkapasitas 87.000 penonton. Itu artinya, butuh lebih dari 11 buah stadion sekelas SUGBK untuk menampung seluruh penonton video Keong Racun milik Sinta-Jojo. Sampai di sini mungkin kita baru tahu betapa fantastisnya angka sejuta penonton untuk sebuah video di YouTube.

Pencapaian ini membuat nama Sinta-Jojo dilirik media cetak. Paras mereka yang rupawan lalu menghiasi sampul depan sebuah majalah, disusul sejumlah media lainnya. Tidak berhenti sampai di situ, televisi kemudian ikut mengangkat kisah kedua mahasiswi yang sudah bersahabat sejak lama itu. Dengan jangkauan yang jauh lebih luas, pemberitaan di televisi membuat nama Sinta-Jojo menasional. Laju popularitas keduanya semakin tak tertahan, peningkatan jumlah penonton video mereka juga semakin tak terbendung.

Setelah mendominasi pemberitaan di televisi selama beberapa waktu, selanjutnya Sinta-Jojo mulai memasuki dunia hiburan. Tawaran mengisi berbagai program acara televisi berdatangan. Trans, Corp. yang membawahi Trans TV dan Trans 7 tercatat paling sering mengundang serta mengekspos duo Keong Racun ini dalam program-programnya. Di salah satu episode kuis Missing Lyric di Trans TV, Sinta-Jojo menjadi peserta bersama Putri Penelope, duo yang sedang diorbitkan Charlie melalui Pangeran Cinta Manajemen. Lalu, program Di Balik Berita dan Insert Investigasi sempat membuat liputan khusus tentang fenomena video Keong Racun. Senin, 16 Agustus 2010, Sinta-Jojo bersama Putri Penelope dan Charlie menjadi bintang tamu presenter kondang Tukul Arwana di acara Bukan Empat Mata.

Kepopuleran video Keong Racun tentu saja bertambah. Bukan cuma jumlah penontonnya saja yang meningkat, saat posting ini ditulis video tersebut bahkan sudah diunggah ulang oleh pengguna YouTube lainnya. Salah satu video hasil pengunggahan ulang itu bahkan bisa memperoleh lebih dari 2,6 juta penonton.

Berbagi Berkah, Berbagi Popularitas
Sinta-Jojo, diliput berbagai media cetak.Berkah tidak hanya dinikmati Sinta dan Jojo. Lissa, penyanyi asli Keong Racun dalam album Dangdut Techno yang dirilis Air Studio tahun 2008, ikut kebanjiran rejeki. Mulanya Lissa seperti tidak terima lagu yang pertama kali ia nyanyikan justru jauh lebih populer setelah dinyanyikan orang lain, itupun kalau aksi lipsync bisa disebut bernyanyi. Kekecewaan Lissa bertambah saat Charlie membeli hak komersil lagu Keong Racun dari pencipta lagu tersebut tanpa melibatkan dirinya—Lissa sebenarnya memang tidak perlu dilibatkan karena hak milik lagu ada pada penciptanya, bukan si penyanyi. Manajemen artis tempat Lissa bernaung juga ikut meradang karena konon lagu Keong Racun sempat ditawar orang lain seharga Rp 100 juta sebelum akhirnya dibeli Charlie dengan harga lebih murah.

Charlie disebut-sebut sudah membuat aransemen baru untuk lagu Keong Racun sebelum bertemu penciptanya. Tapi, alih-alih meminta Lissa untuk menyanyikan ulang Keong Racun dengan aransemen baru hasil kreasinya, Charlie justru membentuk duo baru yang ia beri nama Putri Penelope--beranggotakan Putri Lana dan Cinta Penelope yang tak lain merupakan teman-teman dekat Charlie. Duo inilah yang dipercaya menyanyikan Keong Racun versi baru.

Tak heran jika Lissa tampak tak terima. Ia bahkan menyebut orang-orang seperti Charlie, Putri Penelope, dan juga Sinta-Jojo hanya ‘numpang beken’, hanya menumpang popularitas lagu Keong Racun yang pertama kali ia lantunkan. Namun, kemudian Lissa malah bersyukur karena berkat kepopuleran Sinta-Jojo itulah ia turut menangguk rejeki berlimpah. Sejak dirilis tahun 2008 lalu, album Dangdut Techno yang memuat lagu Keong Racun tidak terdengar gaungnya. Lebih ironisnya lagi, album bajakannya justru lebih banyak beredar ketimbang album asli. Itupun hanya terdengar di kabin truk, bis, warung remang-remang pinggir jalan, atau paling banter di acara hajatan di kampung-kampung. Karena itulah Lissa sangat berterima kasih kepada Sinta dan Jojo karena memilih lagu tersebut untuk aksi lipsync mereka di YouTube.

Sejak video Keong Racun menjadi pusat pemberitaan, Lissa jadi kebanjiran order menyanyi. Jika sebelumnya ia hanya dikenal dalam komunitas terbatas di Bandung, kini ia mulai merambah luar pulau. Lagu Keong Racun kemudian juga dijual sebagai nada sambung (ringback tone) dan ringtone ponsel, menjadikan Lissa sebagai salah seorang calon jutawan baru. Mendapat limpahan rejeki seperti ini, sikap Lissa mulai berubah. Selain berterima kasih pada Sinta-Jojo, ia dengan besar hati mengucapkan selamat kepada Charlie atas aransemen baru lagu Keong Racun. Ia juga menyampaikan doa semoga duo Putri Penelope sukses dengan lagu Keong Racun versi baru.

Charlie akhirnya menggandeng Sinta dan Jojo dalam Pangeran Cinta Manajemen miliknya. Beberapa bulan berselang, dua sahabat ini merilis album perdananya dengan lagu Tokek Belang sebagai andalan. Tidak ada informasi mengenai nilai kontrak yang dikantongi kedua gadis yang sejatinya tidak pandai bernyanyi ini. Yang jelas, Sinta sudah berencana memberangkatkan ibunya naik haji ke Tanah Suci dengan seluruh uang yang dihasilkan dari honornya tampil di sana-sini, termasuk dari uang kontrak dengan Pangeran Cinta Manajemen. Sedangkan Jojo memilih menabung penghasilannya untuk persiapan masa depan.

Bagi Sinta dan Jojo, hidup mereka jadi lebih berwarna berkat YouTube. Mungkin beda-beda tipislah dengan si Oji "Goyang Gayung" yang hidupnya XLangkah Lebih Maju berkat internet, dan layanan dari XL Axiata.

Catatan: Posting ini merupakan seri pertama dari serial posting YouTube Celebrities. Ikuti kisah inspirasional selebriti YouTube selanjutnya hanya di bungeko.com.


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.

Senin, 21 November 2011

Broker Properti, Alternatif Profesi nan Menjanjikan


MENCARI pekerjaan di tengah krisis yang terus melanda penjuru dunia seperti ini bukan perkara mudah. Tapi itu hanya berlaku untuk pekerjaan-pekerjaan umum, seperti karyawan perusahaan-perusahaan swasta atau biasa disebut pegawai kantoran. Kalau mau mencari pekerjaan-pekerjaan alternatif, peluangnya justru sangat terbuka lebar. Selain itu, penghasilannya sering lebih besar ketimbang gaji seorang pegawai kantoran.

Ambil contoh broker properti, profesi pemasar yang merupakan ’lahan basah’. Ada yang bilang, jika ingin cepat menjadi jutawan segeralah beralih ke profesi ini. Pekerjaannya terbilang mudah--menjual rumah, modalnya nyaris tidak ada, sementara peluang untuk meraih sukses sangat terbuka lebar. Pengalaman kerja juga tidak terlalu dipersoalkan karena setiap orang dapat belajar sambil terjun langsung di lapangan alias learning by doing. Toh, bukankah pengalaman sendiri merupakan pelajaran terbaik yang bakal melekat sepanjang hayat?

Syarat Tidak Rumit, Siapapun Boleh Bergabung
Menjadi broker properti tidak pula harus memiliki pendidikan khusus atau keterampilan tertentu. Lagipula belum ada lembaga pendidikan yang secara khusus mendidik calon broker properti. Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang broker properti cukup keyakinan dan motivasi tinggi. Keyakinan menimbulkan semangat, sedangkan motivasi menumbuhkan jiwa pantang menyerah dalam berusaha. Berbekal kedua hal inilah seseorang dapat berkembang menjadi broker properti jempolan.

Walaupun demikian, seorang broker properti juga memerlukan beberapa hal yang dapat menunjang kinerjanya. Hal tersebut antara lain fisik dan mental yang prima karena tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Selain melelahkan secara fisik, beberapa persoalan yang timbul di lapangan juga kerap menguras emosi dan pikiran seorang broker. Jadi, ketahanan tubuh luar-dalam, fisik dan mental, harus benar-benar diperhatikan agar langkahnya tak putus di tengah jalan.

Kemudian, sangat dianjurkan untuk memiliki handphone dan kendaraan sendiri. Yang pertama untuk menjamin kelancaran berkomunikasi dengan klien, sedangkan yang kedua untuk keperluan transportasi. Menggunakan kendaraan sendiri, baik sepeda motor maupun mobil, akan sangat menghemat waktu dibandingkan menumpang kendaraan umum. Efek lainnya, memiliki kendaraan pribadi dapat mengangkat gengsi dan mendukung performance sang broker properti. Hal ini menjadi penting saat menghadapi klien dari kalangan atas yang sangat memperhatikan penampilan.

Foto: Century21.co.idLalu yang tak kalah penting adalah persediaan biaya hidup, terutama bagi para broker properti baru. Seorang broker baru paling tidak harus menyiapkan cadangan biaya hidup selama 3 bulan sebelum memperoleh klien. Apalagi biasanya para broker properti baru akan di-training terlebih dahulu selama beberapa waktu sebelum dilepas sendiri ke lapangan. Di masa-masa awal seperti ini tentu saja belum ada transaksi yang dibuat. Itu berarti, komisi masih nol.

Prospek Pasar Masih Tinggi
Dibanding profesi pemasar lain, menjadi broker properti bisa dibilang jauh lebih mudah. Berbeda dengan agen asuransi yang barang dagangannya berupa produk abstrak, seorang broker properti mempunyai produk yang lebih nyata. Dalam menjual mereka juga dibekali dengan foto-foto, data-data, dan lokasi rumah yang dipasarkan. Tak perlu banyak bicara untuk meyakinkan calon pembeli. Asal barang dan harganya cocok, transaksi penjualan tinggal menunggu waktu. Apalagi kalau kelengkapan legalitasnya, seperti sertifikat hak milik (SHM) sudah komplit semua.

Yang lebih sukar justru mencari dan meyakinkan orang yang hendak menjual propertinya agar mau menggunakan jasa broker. Belum banyak orang yang mau memanfaatkan jasa broker dalam menjual propertinya. Sebagian malah merasa bakal merugi karena harus mengeluarkan uang banyak untuk membayar komisi kepada sang broker. Padahal, asumsi tersebut sama sekali tidak benar. Besarnya komisi yang diterima seorang broker dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai transaksi. Jadi, besar-kecilnya jumlah komisi tergantung harga penjualan. Karena setiap broker ingin menerima komisi besar, secara otomatis mereka akan berusaha menjual properti yang dititipkan kepadanya dengan harga setinggi mungkin. Kalau properti laku dengan harga tinggi, bukankah sang pemilik juga diuntungkan?

Melihat cara kerjanya, profesi broker properti memang identik dengan profesi yang biasa disebut sebagai makelar atau calo. Tugasnya menjualkan barang milik seseorang kepada orang lain yang membutuhkan. Jadi, mempertemukan antara penjual dan pembeli suatu barang. Tapi bedanya, kalau makelar atau calo biasanya membantu menjualkan berbagai barang apa saja, sedangkan seorang broker properti khusus dalam penjualan dan persewaan tanah, rumah atau ruang usaha berupa kantor, toko, ruko sampai stand/space di pusat-pusat perbelanjaan besar. Perbedaan lain, makelar atau calo bekerja sendiri tanpa terikat di suatu organisasi atau perusahaan, sementara broker properti umumnya berada di bawah sebuah bendera resmi.

Foto: Century21.co.id
Rumah, peluang pasarnya masih sangat menjanjikan di tengah berkembangnya dunia properti dewasa ini.
Ada banyak perusahaan jasa broker properti saat ini, baik perusahaan lokal maupun pemegang waralaba (franchise) perusahaan jasa broker properti dari luar negeri. Perusahaan-perusahaan ini tergabung dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia atau disingkat AREBI. Anggotanya diperkirakan berjumlah sekitar 200-an kantor yang hampir 70% diantaranya beroperasi di Jakarta.

Dari sekian banyak anggota AREBI, yang menguasai pasar bisnis properti di Indonesia justru waralaba dari negara-negara maju. Beberapa nama yang menonjol diantaranya adalah ERA Indonesia, Century 21 Indonesia, Ray White Indonesia, LJ Hooker Indonesia, dan Raine & Horne Indonesia. Beberapa nama lokal juga turut mewarnai meski tidak sedominan pemain-pemain dari luar tersebut. Salah satunya adalah Etika Realtindo milik Tirta Setiawan yang sempat menjabat sebagai Ketua Umum AREBI.

Gencarnya pembangunan perumahan, perkantoran, apartemen, dan pusat-pusat perbelanjaan di banyak kota membuat masa depan profesi broker properti terbilang cerah. Apalagi dari sekian banyak dan luasnya pasar properti selama ini, yang berhasil ditangani oleh broker properti--baik broker profesional maupun amatir (calo/makelar)--baru sekitar 20% saja. Ini artinya, pasar bisnis broker properti masih sangat prospektif.

Menawarkan Peluang Penghasilan Berlimpah
Menyinggung soal peluang penghasilan, profesi broker properti menawarkan peluang penghasilan yang amat besar. Inilah daya tarik utama bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia ini. Bukan hanya kalangan pengangguran yang kesulitan memperoleh pekerjaan, bahkan kalangan profesional yang sudah mapan pun masih banyak yang melirik profesi ini. Akibatnya, banyak terjadi ’eksodus’ dari profesi pegawai kantoran ke profesi broker properti. Bayangkan, besar komisi yang diperoleh seorang broker properti kadang bisa melebihi total gaji resmi seorang menteri. Seorang broker terkemuka malah dapat mengantongi penghasilan antara Rp 1,5-2,5 milyar setahun. Kalau dibuat rata-rata, itu artinya broker tersebut bergaji Rp 125-200 juta setiap bulan. Lihat, angka ini bahkan melebihi gaji menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang besarnya tidak lebih dari Rp 50 juta sebulan.

Untuk meningkatkan penghasilan, seorang broker properti dapat menjadi member broker yang membawahi banyak broker properti lain dengan cara membeli lisensi waralaba sebuah perusahaan jasa broker properti. Syaratnya, selain beberapa persyaratan administratif seperti ketersediaan tempat usaha, seorang member broker diharuskan membayar fee waralaba dalam jumlah tertentu setiap tahun. Beberapa perusahaan terkadang juga menambahkan kewajiban membayar royalti sebesar beberapa persen dari total omset yang diperoleh member broker tersebut. Sepintas, modal untuk menjadi member broker terlihat begitu besar. Tapi ini sepadan kok dengan penghasilannya yang jauh lebih besar lagi.

Tertarik dengan dunia broker properti? Jangan lewatkan serial artikel seputar broker properti lainnya di blog ini!


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi. Orang trans juga bisa berprestasi!.

Sudahlah Mau Ditipu, Eh, Dimaki Pula


SAYA punya kebiasaan yang sering membuat teman-teman saya protes. Apa itu? Tidak pernah mau mengangkat telpon dari nomor yang tidak terdaftar di phonebook HP. Akibatnya, teman-teman yang hobi gonta-ganti nomor selalu susah menghubungi saya karena tidak pernah diangkat. Pada suatu hari di bulan Februari 2008, tepatnya Selasa, 20 Februari 2008, saya iseng-iseng menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Hasilnya saya jadi lebih keukeuh lagi untuk tidak menerima telepon dari nomor yang tidak terdaftar di HP saya. Kenapa?

Ceritanya begini. Siang itu saya sedang menjenguk seorang nenek yang sudah saya anggap sebagai nenek sendiri. Beliau sakit komplikasi dan saya sudah sering menjenguk beliau untuk sekedar meringankan kesepian beliau yang ditinggal kerja anak-anaknya. Nah, tengah asyik ngobrol dengan si nenek, HP saya berdering. Nomornya 0813 54 773 746 tidak dikenal alias tidak terdaftar pada phonebook saya. Mulanya mau saya reject, tapi entah kenapa saya malah menekan tombol hijau untuk menerimanya. Penasaran sih. :)

Ilustrasi:rodadewa.netEh, di seberang sana seseorang yang mengaku sebagai Drs. siapa gitu (saya lupa namanya karena dia lebih menekankan gelar Drs.-nya) dari bagian Humas Telkomsel menyapa dengan ramah meski bahasa Indonesia-nya terdengar belepotan. Saya sebenarnya mau saja percaya. Tapi berhubung bahasanya belepotan untuk ukuran seorang Drs. dan dia menanyakan detil data pribadi saya, kecurigaan pun timbul. Saya sedang ditarget dalam sebuah upaya penipuanM, begitu batin saya berbisik. Dan, ternyata betul.

Drs. gadungan itu lantas menyatakan bahwa saya terpilih sebagai pemenang dalam promo Simpati PeDe dengan hadiah berupa sebuah kendaraan roda empat bermerek Toyota Avanza keluaran terbaru. Tahu sedang ditipu saya berteriak kegirangan dan mengucap "alhamdulillah". Si Drs. Gadungan kemudian melanjutkan aksinya dengan menanyakan nama dan alamat lengkap saya.

Nah, inilah saatnya membuat penipu tengik ini jera mengerjai saya! Dengan mantap saya jawab nama lengkap Hendri Simatupang, SIP dengan pangkat Letnan Satu dan tinggal di Kompleks Polri Gowok, Yogyakarta. Daerah Gowok di Yogyakarta adalah kompleks perumahan polisi.

Kentara sekali Drs. Gadungan tersebut agak tercekat mendengar nama dan alamat (gadungan) saya. Namun rupanya mental dia kuat juga, mungkin karena sudah terbiasa. Dia tetap melanjutkan pembicaraan dan menanyakan pekerjaan saya. Lho? Masa iya seorang Letnan Satu yang beralamat di Kompleks Polri masih ditanyakan lagi apa pekerjaannya? Aneh, bukan?

Saya menahan tawa dan menjawab, "Masa iya Anda tidak tahu pekerjaan saya?" Drs. gadungan itu menjawab, "Iya, pekerjaan Bapak Hendri apa?" Karena sudah tak kuat lagi menahan tawa saya bilang saja ke dia, "Saya bingung pekerjaan saya ini apa ya? Saya ini sering menelpon orang-orang dan mengatakan bahwa mereka memenangkan hadiah mobil, lalu menyuruh mereka mentransfer uang ke saya. Apa ya nama pekerjaan begitu? Hmm, namanya penipu mungkin?"

Eh, si Drs. Gadungan kontan marah dan memaki saya. "Baik, jadi Bapak Hendri ini pekerjaannya penipu. Dasar brengsek Anda!!!" Lho, yang brengsek itu saya apa dia sih? Saya pun jadi tertawa terpingkal-pingkal bersama nenek angkat saya.

Posting ini seperti yang saya janjikan saat menceritakan Srigala Berbulu Domba pada posting sebelumnya. Kalau mau tahu jenis-jenis penipuan lain, coba simak cerita si Ria Citra dan Rahasia Uang di Dalam Peti. Kesimpulannya, waspadalah, waspadalah!


Dipublikasikan dari pelosok daerah transmigrasi di Desa Talang Datar, Kec. Bahar Utara, Kab. Muaro Jambi, Jambi, dengan layanan internet XL Axiata.
kata bijak Andrie Wongso

Gerakan 2012 Buku
untuk Pemalang

Buku yang sudah terkumpul
0 0 0 1 eks.

Masih butuh 2011 eks. lagi.

Bantu kami menyediakan 2012 eksemplar
buku bacaan untuk warga Pemalang.
Baca info selengkapnya di sini!


Rp1 Tahun 1956

Uang Mahar, Rp1 Tahun 1956

Obverse: Gadis Jawa di kanan, angka satu di kiri.
Reverse: Garuda Pancasila di tengah, diapit angka satu.
Kondisi: Baru (Uncirculated, UNC)

Rp10.000,-

per lembar

Recommended Posts
Recommended Video
GBK
Lagi, timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia di final SEA Games 2011. Dalam final yang sama-sama kita saksikan Senin (21/11) malam, timnas U-23 keok.
Bakso
Bakso umumnya memiliki bulatan-bulatan campuran tepung dan daging yang biasa disebut pentol. Di Pemalang, ada warung bakso yang menyediakan bakso tanpa pentol.
uanglama