Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 24 Februari 2012

Ini cerita lucu yang saya alami kemarin (23/2) sewaktu mengambil nomor PIN untuk kartu ATM tabungan saya di salah satu bank milik pemerintah.



Sebuah kejadian yang bagi saya tak cuma lucu, tapi juga konyol. Bayangkan, seorang pegawai bank mengeluarkan pernyataan atas nama bank tapi hanya berdasarkan pengetahuannya pribadi yang minim. Akibatnya keterangan jadi tak jelas, pernyataannya juga ngawur abis.

Ceritanya begini. Untuk memperbanyak pilihan rekening guna keperluan transfer dana pembayaran di blogstore uang lama saya, pekan lalu saya membuka rekening baru di sebuah program tabungan yang diluncurkan oleh bank tersebut bekerja sama dengan kantor pos. Saya buka rekeningnya di Kantor Pos Pemalang. Pilihan tabungan yang sangat ringan; saldo awal cuma Rp50.000, biaya bulanan Rp2.000, biaya ATM Rp3.000, dan kalau saldo mengendap di atas Rp300.000/bulan mendapat bonus gratis biaya bulanan.

Proses pembukaan rekeningnya cepat, tak sampai 10 menit saya sudah memegang buku tabungan plus kartu ATM. Cuma kartunya instan, jadi tak ada namanya. Tak apa, saya boleh menulis sendiri nama saya di atas kartu itu kok, hehehe. Nah, seperti umumnya kartu ATM baru, selanjutnya saya diminta petugas pos untuk datang ke kantor kas bank tersebut untuk meminta PIN agar kartunya bisa digunakan.

Kebingungan Pun Dimulai...
Sepekan kemudian saya datang ke kantor kas bank yang sempat terkenal dengan program kredit perumahan (KPR) itu. Petugas yang membantu saya seorang wanita berjilbab yang sangat anggun. Senyum dan keramahannya khas pegawai bank. Awalnya saya cuma mau ambil PIN kartu ATM. Tapi kemudian terbetik rasa penasaran saya untuk menanyakan beberapa hal lain.

Hal pertama yang saya tanyakan adalah, apakah tabungan tersebut memiliki layanan internet banking? Ealah, untuk pertanyaan itu saja saya sudah melihat gelagat tidak baik. Awalnya petugas tersebut menjawab spontan, "Bisa kok pakai internet banking." Tapi tak lama kemudian dia tampak bimbang, lalu tanpa permisi mengambil amplop ATM yang saya dapat saat membuka tabungan. "Mmm, coba tanya ke CS," katanya kemudian. Saya cuma bisa garuk-garuk kepala.

Lalu setelah nomor PIN kartu ATM saya terima, saya bertanya lagi, "Mbak, boleh tahu nomor kode kliring bank ini?" Rencananya saya mau mendaftarkan rekening bank tersebut ke PayPal. Kebetulan rekening Niaga dan BCA saya sudah lama mati karena saldonya habis setelah lebih dari setahun tak ada transaksi sama sekali. Sebenarnya rekening BNI saya sudah terdaftar di PayPal, tapi saya mau satu rekening lagi. Untuk itu saya butuh 7 digit kode bank seperti yang ditanyakan PayPal saat kita mendaftarkan rekening.

Si Mbak tampak bingung dengan pertanyaan saya. "Kode apa?" Saya berusaha menjelaskan secara sederhana, "Kode bank kalau kita mau menerima transferan dari luar negeri." Pegawai wanita itu tampak mengerutkan kening. "Oh, kalau itu bisa dilihat dari nomor rekening." Dia lalu menunjukkan satu buku tabungan dan dibandingkan dengan buku tabungan saya.

"Kalau tabungan yang buka di sini kan kodenya ini (sambil menunjuk 4 digit awal nomor rekening buku tabungan di tangannya). Nah, kalau rekening yang buka di kantor pos kodenya ini (sambil menunjuk 4 digit awal nomor rekening buku tabungan saya." Saya pun melongo dibuatnya. Seperti paham kebingungan saya, dia lalu menyarankan saya ke CS. Kebetulan CS-nya sedang melayani seorang customer, jadi saya menunggu.

Di PayPal Sering Terjadi Penipuan? Ngawur!
Tak lama kemudian CS-nya yang juga perempuan, inisialnya JS, mendatangi teller tempat saya bertanya-tanya tadi. Si teller mengatakan keperluan saya pada si CS. CS tersebut lantas berbalik badan dan memandang saya lekat-lekat. Dari tempatnya berdiri, sekitar 4-5 meter dari tempat saya duduk, dia bertanya, "Bapak menanyakan nomor kode apa ya?"

Mulanya saya kira CS tersebut tidak berbicara pada saya. Tapi berhubung customer lain yang duduk bersama saya tak ada yang merespon, saya berpikir si Mbak CS itu berbicara pada saya. Karena tak enak berbicara berjauh-jauhan, saya pun mendekati CS tersebut. "Saya mau tahu kode kliring kantor cabang."

Kening si CS berkerut, "Maaf, untuk apa ya?" tanyanya. "Untuk keperluan transfer dari luar negeri," jawab saya. "Dari Western Union atau apa ya?" tanyanya lagi. "Dari PayPal," jawab saya lagi. Si CS meruncingkan mulutnya. "Setahu saya kalau PayPal itu 'kan pakai kartu kredit, Pak," katanya lagi. Saya tersenyum. Frasa 'setahu saya' ini menjadi alamat buruk bagi saya.

"Tidak pakai kartu kredit juga bisa kok," kata saya kemudian. Lalu saya mengulangi pertanyaan pertama tadi, "Boleh tahu nomor kode kantor cabang sini kan?" Eh, di luar dugaan saya si Mbak CS itu menjawab dengan pede. "Bapak, nomornya tidak ada." Saya melongo. Dia melanjutkan, "Bank kami tidak punya kerjasama dengan PayPal, jadi kami tidak menyarankan nasabah kami untuk melakukan transaksi dengan PayPal."

Kening saya berkerut semakin dalam. "Begini, Mbak." Saya berusaha menjelaskan duduk perkaranya, barangkali saja si Mbak CS mengira saya tak paham apa itu PayPal (seperti dirinya, mungkin). "Saya sudah lama pakai PayPal, selama ini tak ada masalah. Saya juga pernah memakai nomor rekening BCA, Niaga, dan BNI untuk menerima transfer dari PayPal, sejauh ini tak pernah ada masalah. Dan, setahu saya juga bank-bank itu tak ada kerja sama dengan PayPal deh."

Si Mbak tak mau kalah. "Oh, kalau BCA ada kerja sama dengan PayPal, semua karyawannya dikasih tahu kalau BCA bisa menerima dana dari PayPal. Saya mantan BCA kok, Pak," katanya. "Tapi kalau bank ini memang tidak ada kerja sama, jadi tidak bisa menerima dana dari PayPal. Dan, kita memang tidak menyarankannya."

Jujur, saya baru pertama ini dengar pegawai bank tak menyarankan nasabahnya untuk berhubungan dengan PayPal. Saya pun bertanya heran, "Lho, memangnya kenapa, Mbak?" Si Mbak menjawab dengan yakin, "Soalnya itu kan dunia maya ya, sering banyak penipuan. Jadi kami tidak mau nasabah kami nanti ada masalah." Diam sebentar, lalu dia menambahkan, "Saya juga tidak tahu kenapa BCA bekerja sama dengan PayPal."

Kalimat terakhir itu membuat keterangannya semakin tak sinkron satu sama lain, menandakan si Mbak CS ini tak memahami masalah. Jangan salahkan saya kalau langsung yakin si Mbak CS ini tidak paham apa itu PayPal. Dan, maaf kalau saya salah, saya juga yakin si Mbak ini hanya paham internet sebatas FB dan email. Cuma saya mau memastikan dulu, ini pernyataan resmi bank atau pernyataan seorang pegawai bank yang tidak paham apa yang dikatakannya. Maka saya bertanya, "Maaf, Mbak, ini pernyataan resmi bank ya?" Dan dia menjawab, "Ya."

Karena merasa tak bakal mendapat apa yang saya butuhkan, sayapun pamit sambil senyum-senyum sendiri dan garuk-garuk kepala. Jangan kata di Pemalang yang masih terhitung kota kecil, sewaktu membuka rekening BCA di Jogja dulu saja saya pernah menemui CS yang bingung ditanyai soal ini. Juga di BNI Jogja. Yang agak mending pegawai Niaga Yogya Cab. UGM, berkat bantuan CS Bank Niaga-lah saya bisa memverifikasi akun PayPal saya.

Sekedar berbagi. Mau menambahkan silakan saja...


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

15 komentar:

  1. Begitulah, Mas. Banyak CS tak nyambung yang model begitu dimana-mana. Saya juga sering ngalami yang beginian. CS tidak tahu tapi lucunya tidak mau mengakui ketidaktahuannya, jadinya lebih suka kemeruh dengan sok tahu.

    Khusus teller/CS bank BTN ini akhirnya kena batunya. Dia tidak tahu dengan siapa sedang berbicara. Kalau yang diajak ngomong blogger akhirnya bisa ditulis di sini. Mati, deh! :D

    Daripada susah-susah nyari kode kliring kalau nanti punya saldo PayPal jangan ditarik, Mas. Saya siap membeli balancenya berapapun saldonya. Serius ini Mas Eko tawaran saya.

    BalasHapus
  2. Setuju sama Bung Eko kalo si CS ini tau internet cuma sebatas facebook aja

    BalasHapus
  3. hihi pengin ketawa bacanya. moga pimpinan banknya baca juga nih postingan :D

    BalasHapus
  4. @Obat Tradisional Gondok:
    Hehehe, mungkin di bank-bank itu musti diadakan pendidikan soal internet payment model PayPal begini ya? Jadi biar para pencari nafkah di internet gak dibuat gondok sama petugas bank yang gak tahu apa-apa soal beginian.

    @Joko Sutarto:
    Wah, tawaran menarik tuh, Pak. Sayangnya balance saya kecil, Pak. Lagipula biasanya saya pake buat bayar fee eBay, sisanya buat kulakan barang. Diputer gitu ceritanya, pura-pura jadi pedagang. Hehehe...

    Btw, saya sudah tahu kodenya, cuma ke BTN mau memastikan saja. Sekaligus mencari sumber resmi, crosscheck ceritanya. Eh, ternyata malah begitu.

    @Yuyut Wahyudi @Berbagi itu Peduli:
    Heheh, may be.

    @Andi Sakab:
    Pas kejadian ini ada kok pimpinannya, malah kami ngobrolnya pas di depan meja si pimpinan yang kemungkinan adalah kepala kantor kas. Tapi ya bisa jadi sama-sama gak mudeng, jadi ya cuma diem aja. :D

    BalasHapus
  5. Perumpamaan yg bagus bung, dari sejarah dibawa ke eBay

    BalasHapus
  6. bener pak, harus diadakan training soal internet payment tuh :D

    BalasHapus
  7. Kirain saya doang pak, mirip banget kata - kata ini waktu di BCA Purwokerto mau aplikasi CC kan ditanya mau buat apa CC-nya, saya bilang buat verifikasi PayPal. "[...] jadi tidak bisa menerima dana dari PayPal. Dan, kita memang tidak menyarankannya". Padahal sudah sejak 2 tahun lalu withdraw dari PayPal ke BCA.

    BalasHapus
  8. Permisi nimbrung Bung Eko...

    Saya punya dua akun PayPal, satu untuk alamat Indonesia dan satu untuk alamat Australia. Akun PayPal Indonesia saya bisa terhubung dengan Bank X tanpa harus mendatangi kantor bank. Saya bisa mentransfer uang ke Bank X, tapi saya akui belum pernah mencoba menarik dana dari Bank X sebagai sumber pembayaran PayPal. Untuk sumber dana saya sambungkan dengan nomor kartu kredit dari Bank X.

    Untuk akun PayPal Australia, cukup saya sambungkan dengan nomor kartu debit Bank C. Juga tidak perlu datang ke kantor Bank C. Saya bisa menggunakan dana di Bank C sebagai sumber dana pembayaran PayPal.

    Jadi saya tidak tahu, kenapa perlu menanyakan kode kliring?

    --N di Australia

    BalasHapus
  9. @Anonim Pak/Bu/Mas/Mbak, cerita saya sudah lngkap dan jelas sejelas-jelasnya, termasuk jawaban untuk pertanyaan Anda, "Jadi saya tidak tahu, kenapa perlu menanyakan kode kliring?"

    Jadi, saya rasa saya tidak perlu menjawab pertanyaan tidak perlu ini. Atau, Anda Anonim kurang kerjaan yang biasa 'menyerang' blog ini?

    BalasHapus
  10. Hahahahhaha... ternyata Bungeko ini dari Pemalang ya.? tetanggaan dong kita. Aku dari Tegal, Bung.
    Kenapa ya, Bank2 tingkat tinggi kok pada punya karyawan yang minim pengetahuan gitu.? aduh..

    BalasHapus
  11. kalo menurut saya itu wajar suatu perusahaan bank yang tidak ingin berhubungan dengan dunia maya karena takut terjadi apa apa dengan costumer yang bermasalah seperti tiba tiba uang direkening habis atau ada yang menggunakan tanpa sepengetahuan pemilik nnt yang repotkan bank itu sendiri harus bertanggung jawab dan mengganti rugi kalo benar jadi repot makanya si perusahaan tersebut tidak bergabung dengan paypal, itu mah kmnya aja yang lebay!!!
    cacad!!!

    BalasHapus
  12. di paypal nya sendiri ada kodenya ko untuk tiap Bank.. :)

    BalasHapus
  13. ada-ada ja itu pegawai ama CS nya , saya mau bikin akun paypal tapi masih dibawah umur 17 tahun jadi msh unvercified mas joko , susah wkwk mau buat ATM ga bisa mau buat Kartu Kredit apalagi.. padahal lg usaha jg cari uang di game-game ato web pasti nnti klo gitu harus punya rek.gitu kaya Paypal :o
    http://www.marketglory.com/strategygame/celvin

    BalasHapus
  14. membaca kisah bapak, saya menjadi lucu sendiri.. memang petugas bang itu tidak tahu, kalau dalam transaksi keungan bank yang mereka pakai, juga pasti memanfaatkan dunia maya... mang dia gak tahu apa itu dunia maya dengan dunia nyata??? waduh.. kalau petugas banknya aja katrooo... gimana dengan nasabah2 yang sama sekali gak ngerti dengan transfer uang via internet????

    BalasHapus
  15. hari ini baru telp halo bca ....saya juga mengalami nasib yang sama...saya cuman ditanya nama saya dan kemudian saya menanyakan cara verifikasi paypal...lalu disuruh nunggu sekitar 30 detik( CS nya lagi garuk2 kepala mikirin mau kasih jawaban apa kesaya) ....lalu dengan enteng nya dia menjawab dengan nada ceria bak menghibur anak kecil, kalau BCA tidak bekerjasama lagi dengan PAYPAL....kalau mau tau alasan nya hubungi saja ke paypalnya.....

    aneh namanya kerja sama kok pihak pay pal aja yg tau masalah nya....CS nya payah BCA...gak di cabang gak dari HALO BCA gak ada yg ngerti....

    BalasHapus