Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 27 Februari 2012

Ujar-ujar tersebut sudah sangat sering kita dengar, untuk menggambarkan bahwa kota Roma yang indah nan rapi tidak dibuat secara instan dalam semalam.



Ujar-ujar bijak ini mengandung makna bahwa kesuksesan tidak bisa dicapai secara singkat. Tidak ada jalan pintas menuju sukses, karena setiap kesuksesan memerlukan proses berliku dan terjal mendaki.

Menurut sejarah yang berbalut mitos, kota Roma dibangun oleh dua saudara kembar Romus (circa 771-753 SM) dan Romulus (circa 771-717 SM) pada tahun 753 SM. Dalam mitologi Romawi, keduanya adalah anak petapa Rhea Silvia dan Mars, Dewa Perang. Kelahiran si kembar menuai masalah sehingga keduanya harus dibunuh. Alih-alih membunuh, pelayan yang diperintah untuk mengeksekusi bayi kembar tersebut malah membuang keduanya ke hutan. Seekor serigala betina menemukan kedua bayi itu dan memeliharanya. Kisah ini digambarkan dalam logo klub sepakbola AS Roma, juga dibuat dalam bentuk patung serigala sedang menyusui Romus dan Romulus.

Seseorang bernama Faustulus kemudian datang dan mengambil Romus dan Romulus. Bersama istrinya, Acca Larentia, ia membesarkan kedua bayi malang tersebut. Saat keduanya dewasa, mereka memutuskan untuk membangun sebuah kota. Namun mereka tidak dapat bersepakat siapa yang akan memerintah kota itu. Maka mereka me-ngadakan semacam taruhan dengan melihat burung di langit. Romus menjadi yang per-tama melihat 6 ekor burung terbang di langit. Tak lama kemudian Romulus melihat 12 ekor burung. Romus melihat pertama kali, namun Romulus melihat lebih banyak. Kesepakatan tidak dapat dicapai, merekapun menempuh jalan kekerasan. Setelah bertarung sekian lama, Romulus membunuh Romus dan memimpin Roma sendirian.

Jatuh-Bangun Roma
Sejak didirikan pada tahun 753 SM, pembangunan Roma terus berjalan seiring dengan laju pergantian kepemimpinan yang menguasai kota tersebut. Tahun 616 SM, raja Tarquinius Priscus mendirikan dua bangunan megah yang dikenal sebagai Forum dan Circus Maximum. Lalu pada 600 SM, sebuah bangunan megah lain bernama Cloaca Maxima mulai dibangun. Diikuti dengan pembangunan Tembok Servian (Servian Wall) oleh raja Servius Tullius pada 565 SM, dan Kuil Jupiter pada 510 SM.

Di masa pemerintahan Republik (508-27 SM), pembangunan dilanjutkan, terutama sekali kelengkapan infrastruktur kota seperti jalan raya. Pada 312 SM, dua jalan utama yang dinamai Via Appia dan Aqua Appia dibangun. Disusul dengan Via Flamina di tahun 220 SM. Pembangunan kemudian terhenti oleh meletusnya Perang Punic yang pecah sampai 3 kali; 264-241 SM, 218-202 SM, dan 149-146 SM. Ketika Julius Caesar membangun imperium Romawi dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar Roma, praktis pembangunan Roma terhenti karena perang dan invasi yang tak henti-hentinya.

Pembangunan Roma kembali berjalan di tahun 72, ketika Flavian Amphitheatre atau yang lebih dikenal sebagai Colosseum mulai dibangun. Tahun 125, Kaisar Hadrian merekonstruksi Pantheon menjadi kurang-lebih seperti yang kita lihat sekarang. Tahun 216, Baths of Caracalla selesai dibangun. Disusul dengan dimulainya pembangunan Tembok Aurelian (Aurelian Wall) pada 270.

Pada tahun 395 (versi lain menyebut pada 284), Imperium Romawi pecah menjadi dua. Perpecahan diawali dengan pembangunan Byzantium sebagai ibukota Romawi yang baru oleh Kaisar Constantine I pada 11 Mei 330. Nama tersebut kemudian diganti menjadi Constantinople, dan menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur. Sedangkan Romawi Barat membangun ibukota baru bernama Ravenna menggantikan Roma.

Meski tidak lagi menjadi pusat kekuasaan Romawi, namun kota Roma terus di-kembangkan. Sekitar tahun 320, St. Peter’s Basilica mulai dibangun. Seratus tahun kemudian, Gereja Santa Sabina didirikan. Lalu pada tahun 630, Gereja Santa Agnes di-dirikan. Bangunan ini menjadi gereja Romawi pertama yang dibangun dengan gaya Byzantine. Tahun 1108, Gereja San Clemente dibangun ulang, disusul dengan restorasi Gereja Santa Maria di Trasevere pada tahun 1140. Tahun 1232, Basilica of St. John Lateran selesai dibangun. Pembangunan dan perbaikan gereja-gereja megah ini merupa-kan lanjutan dari dijadikannya Kristen sebagai agama resmi imperium Romawi oleh Kaisar Theodosius di tahun 380.

Tahun 1452, St. Peter’s Basilica yang dibangun sekitar tahun 320 diruntuhkan untuk kemudian dibangun kembali. Proses pembangunan basilika ini menjadi lebih serius lagi pada masa Paus Julius II, dimulai pada tahun 1506. Dua tahun kemudian, pelukis terkenal Michelangelo dipercaya untuk melukis Sistine Chapel yang juga ter-kenal itu. Lalu di tahun 1547, Paus Paulus III menunjuk sang pelukis sebagai arsitek utama pembangunan St. Peter’s Basilica.

Selain gereja dan basilika, sejumlah bangunan lain juga didirikan. Seperti Palazzo della Cancelleria yang dibangun pada tahun 1486, dan Villa Farnesina yang selesai di-bangun pada tahun 1519. Sayang, tahun 1527 pasukan Raja Charles V dari Prancis menyerbu Roma dan meruntuhkan kota, sejumlah bangunan megah diratakan dengan tanah.

Roma cepat bangkit kembali, dan pembangunan bangunan-bangunan megah dilan-jutkan lagi. Diantaranya adalah Gereja Gesu (1568), Palazzo Farnese (1595), patung Apollo dan Daphne (1624), St. Peter’s Basilica (1626), Piazza Navona (1651), Palazzo di Montecitorio (1694), Trevi Fountain (1732), Piazza del Popolo (1816), dan di masa Italia modern ada Monumen Vittorio Emanuele (1911). Bangunan-bangunan ini masih dapat dilihat sampai sekarang, meski sebagian sudah berupa puing-puing. Dan, adanya bangunan-bangunan inilah yang menjadi daya tarik wisata Roma.

Bangkit, dan Terus Bangkit
Nah, itulah Roma. Kota yang keindahannya kondang sampai ke seluruh dunia, menjadikannya salah satu tujuan wisata pilihan di Eropa, ternyata dibangun dalam masa yang begitu panjang. Jika dihitung dari saat Romus dan Romulus membangun kota ter-sebut pertama kali pada tahun 753 SM, Roma seperti yang kita lihat saat ini dibangun dalam waktu 2763 tahun. Luar biasa!

Sejarah pembangunan kota Roma ini layak selalu diingat. Pesannya adalah tidak ada hasil instan, apalagi tanpa kerja keras. Anda mustahil mendapatkan penghasilan berlimpah dan hidup kaya raya hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Maaf, Anda salah kalau percaya dengan iklan-iklan di berbagai situs yang menyebut Anda hanya perlu punya keahlian mengetik untuk bisa menghasilkan pendapatan puluhan juta rupiah sebulan dari internet. Sekalipun Anda jago mengetik satu jari, mencari uang di internet butuh keterampilan lebih dari itu.

Jer besuki mawa bea, demikian kata orang Jawa Timur. Ujar-ujar ini kurang-lebih bermakna bahwa segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Bentuk pengorbanan ini banyak ragamnya, mulai dari pengorbanan uang, waktu maupun tenaga. Banyak orang tidak keberatan mengorbankan uang dan tenaganya untuk sesuatu yang ia inginkan. Namun, sebagian besar orang selalu tidak sabar mengorbankan waktunya. Kebanyakan orang tidak sabar melalui proses menuju puncak suksesnya, sehingga akhirnya terjebak pada pilihan-pilihan instan yang semu.

Demikian juga dengan blogger pencari uang. Banyak sekali diantara mereka yang tidak sabar ingin segera menghasilkan puluhan ribu dolar sebulan. Alih-alih menebalkan kesabaran serta memusatkan fokus pada target, mereka malah mencari jalan pintas untuk segera mengantarkan mereka pada tujuan. Memang, ada juga yang berhasil dengan cara pintas begini. Namun keberhasilan tersebut bersifat semu dan tidak bertahan lama. Jalan pintas adalah fatamorgana di gurun pasir, nampak indah di mata tapi tidak nyata.

Belajar pada sejarah Roma yang mulai dibangun sejak 2763 tahun lalu, kesuksesan sejati membutuhkan waktu. Dan, kita dituntut untuk sabar serta tetap fokus dalam menjalani proses menuju sukses tersebut. Ingatlah baik-baik dalam memori bahwa Roma tidak dibangun dalam semalam. Demikian juga dengan apapun yang kita impikan dan ingin peroleh, kita membutuhkan waktu dan kerja keras sebelum mencapainya.

Epilog: Sejak pertengahan 2009 saya berjualan di eBay. Sempat mandeg setahun lebih, lalu saya mulai lagi pertengahan 2011. Alhamdulillah, barang-barang yang saya pajang laku meski hitungannya rugi. Nah, sejak Januari 2012 lalu saya bertekad untuk serius menekuni jual-beli uang lama di eBay. Saya telah menyusun sebuah target bersama eBay. Saya optimis target itu bisa saya capai, dan saya juga sadar untuk mencapai itu butuh waktu. Cerita pembangunan Roma ini adalah penyemangat saya.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

2 komentar:

  1. Ah, kalau coloseum ada di indonesia, pasti sudah diembrukin jadi mol... wa..... :D

    BalasHapus
  2. Kalo d indonesia tu candi prambanan y, yg d bangun semalam tu

    BalasHapus