Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Rabu, 21 Maret 2012

Janis Krums mungkin tidak menyangka jika perjalanannya ke kota New York di awal tahun 2009 bakal membuatnya terkenal di seluruh Amerika Serikat, bahkan dunia.



Hari itu, 15 Januari 2009, Janis yang berasal dari Sarasota, Florida, tengah berada di dalam sebuah kapal ferry wisata menyusuri Sungai Hudson yang memisahkan kota New York dengan Weehawken, New Jersey. Tiba-tiba, dari angkasa jatuh benda besar panjang berwarna putih ke tengah sungai, tak jauh dari ferry yang ditumpangi Janis.

Benda besar panjang itu ternyata sebuah pesawat! Begitu pesawat tercebur dan mengapung-apung di permukaan sungai, 155 orang penumpangnya langsung berebut keluar dan berdiri di sayap pesawat. Sebagian lagi duduk kedinginan di atas tangga darurat pesawat yang terbuat dari bahan semacam plastik berisi angin. 5 awak pesawat berusaha keras membantu para penumpang keluar dari badan pesawat.

Seluruh penumpang ferry di mana Janis Krums berada sama berteriak kaget melihat insiden tersebut. Awak ferry dan seluruh penumpang sepakat berbalik haluan untuk menolong para penumpang kapal nahas itu. Ketika ferry sedang mendekati badan pesawat, Janis memotret pesawat jatuh itu dengan kamera iPhone-nya. Ia lalu login ke akun Twitpic untuk meng-upload foto hasil jepretannya ke internet, dan kemudian menulis status di Twitter: “http://twitpic.com/135xa - There’s a plane in the Hudson. I’m on the ferry going to pick up the people. Crazy.

Siapa sangka, inilah foto dan informasi pertama tentang insiden jatuhnya pesawat di Sungai Hudson itu yang diketahui publik. Dengan cepat berita tersebut menyebar di internet, khususnya para pengguna Twitter. Foto yang di-upload Janis juga segera menjadi konsumsi umum, dan akhirnya sampai ke tangan para jurnalis media-media besar. Para editor berita segera melihat jadwal penerbangan dari bandara LaGuardia, New York City, untuk mencari tahu pesawat apa yang jatuh. Kemudian ditemukan informasi bahwa pesawat US Airways jurusan Charlotte, North Carolina, dengan nomor penerbangan 1549 melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson setelah menabrak sekawanan burung hanya 6 menit setelah lepas landas.

34 menit setelah Janis meng-upload foto ke Twitpic dan menulis status di Twitter, stasiun televisi MSNBC datang ke lokasi kecelakaan dan mewawancarainya sebagai saksi pertama dalam liputan langsung (live) mereka. Beberapa saat setelahnya giliran stasiun televisi Fox News yang mewawancarainya—juga dalam liputan langsung, disusul dengan sejumlah pemberitaan di situs-situs berita dan portal Google News.

Semenjak itu nama Janis Krums terkenal di seantero Amerika Serikat, bahkan juga dunia. Program-program dokumenter yang mengangkat jatuhnya pesawat US Airways itu selalu mewawancarai Janis sebagai saksi pertama. Beberapa di antaranya program yang dibuat oleh Channel 4—stasiun televisi Inggris, dan Discovery Channel. Jika para kru pesawat memperoleh penghargaan Master of the Guild Medal dari The Guild of Air Pilots and Air Navigators, ditambah status warga kehormatan dari Walikota New York dan standing ovation sebelum pertandingan Super Bowl XLIII dimulai, maka Janis Krums memperoleh penghargaan Shorty Awards yang disponsori oleh The John S. and James L. Knight Foundation untuk tweet (status) yang ia tulis di Twitter. Tidak hanya itu, foto yang ia upload ke TwitPic juga memenangkan penghargaan sebagai Real-Time Photo of the Year.

Sejumlah pengamat di Amerika menyebut kejadian ini sebagai the power of citizen journalism, kekuatan jurnalisme warga. Namun, bagi para pengguna jejaring sosial—khususnya Twitter, apa yang telah dilakukan Janis Krums merupakan bukti dari semakin menguatnya pengaruh jejaring sosial dalam kehidupan masyarakat modern dewasa ini. Tidak hanya sebagai sarana bersosialisasi di internet, jejaring sosial juga menjadi cara baru untuk mengirim sekaligus mendapatkan berita yang terkadang luput dari pantauan media mainstream seperti koran dan televisi. Atau, dalam kasus Janis Krums, berita yang terlebih dulu diketahui publik sebelum media tahu dan mengangkatnya.

Mengingat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dewasa ini, saya menempatkan Twitter pada urutan ketujuh dalam daftar 7 Wonders of Internet versi saya. Seperti yang saya janjikan pada posting tersebut, bertepatan dengan tanggal lahirnya Twitter ini saya hendak membagikan sebuah ebook gratis berjudul Twitter, Mengawali Era Microblogging. Inilah ebook ketujuh atau terakhir dari Seri 7 Keajaiban Dunia Maya.

Untuk mengunduh ebook tersebut, silakan klik di sini (ukuran file 1.640 KB). Selamat membaca!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

1 komentar:

  1. kemampuan Twitter dalam menyebarkan informasi memang sangat hebat

    BalasHapus