Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 03 Maret 2016


TIAP awal bulan begini biasanya menjadi momen paling sibuk bagi ibu-ibu rumah tangga. Bapak-bapak juga sih. Sibuk apa? Membagi-bagi uang bulanan untuk bayar tagihan ini-itu. Sebab biasanya berbagai tagihan harus dibayar di awal bulan. Selain memang aturannya begitu, kalau ditunda-tunda sampai pertengahan bulan jangan-jangan uangnya keburu dipakai untuk kebutuhan lain. :)

Coba ingat-ingat, tagihan apa saja yang harus dibayar tiap awal bulan. Kalau saya sih tagihan terpenting adalah Speedy. Saya mencari uang full time 100% dengan internet, jadi layanan satu ini tidak boleh terhambat. Apalagi sampai diputus sama Telkom gara-gara selalu telat bayar. Saya usahakan untuk melunasi tagihan Speedy sebelum tanggal 10.

Lalu ada pula tagihan listrik dan air alias PDAM yang juga harus dibayar sesegera mungkin. Telat berarti denda dan tagihan semakin membengkak. Jangan biasakan menunggak, apalagi sampai hitungan bulan. Ya, kecuali memang tidak butuh listrik dan air.

Kebutuhan lain yang tak kalah penting adalah pulsa. Meski di rumah sudah terpancar jaringan wifi dari Speedy, tetap saja tiga hape yang saya dan istri punya harus diisi pulsa. Terlebih dua hape digunakan untuk mendukung toko online, dan calon pembeli seringkali lebih suka mengirim SMS ketimbang BBM atau WhatsApp. Harus sedia pulsa untuk membalasnya, bukan?

Itu baru empat pos. Ada juga keluarga yang masih punya cicilan kendaraan, cicilan rumah, iuran asuransi, kartu kredit atau tivi kabel. Bayangkan betapa repotnya membagi-bagi waktu untuk setor sana setor sini, dari satu tempat ke tempat lain. Iya kalau masing-masing tempat pembayaran dekat. Kalau berjauhan bagaimana? Bisa-bisa menghabiskan seharian hanya untuk membayar ini-itu.

Hanya Dapat Struk
Okelah, sekarang pembayaran bisa pakai auto debet rekening. Bisa juga lewat ATM, tak perlu antri lama-lama di loket pembayaran. Atau bisa juga sembari berbelanja di Indomaret, Alfamart dan minimarket lain yang kini juga menerima pembayaran berbagai macam. Oya, kantor pos pun sekarang sudah berubah jadi loket pembayaran lho. Tapi tetap saja kita butuh menyisihkan waktu tidak sedikit karena biasanya kita musti antri terlebih dahulu.

Lalu, membayar lewat kantor pos, Indomaret, Alfamart, auto debet rekening, ATM, semuanya membebankan biaya admin. Rata-rata antara Rp5.000 hingga Rp7.500 per transaksi. Sedikit? Kalikan jumlah tagihan, lalu kalikan jumlah bulan, kalikan lagi dengan jumlah tahun sejak pertama kita membayar tagihan-tagihan tersebut.

Katakanlah kita membayar tagihan internet, listrik, air ledeng, pulsa, tivi kabel dan cicilan kendaraan tiap bulan. Itu artinya ada enam tagihan, enam transaksi. Masing-masing dibebani biaya admin Rp5.000, jadi tiap bulan untuk biaya admin saja sudah habis Rp30.000. Kalikan 12 maka dalam setahun angkanya menjadi Rp360.000. Mulai deh kelihatan banyak.

Itu belum menghitung pembelian pulsa lho. Belum lagi kalau kita hendak bepergian keluar kota, memesan tiket pesawat atau kereta api juga ada biaya adminnya. Booking tiket di situs resmi PT KAI dan bayar lewat BCA Klikpay, misalnya, harga tiket Rp100.000 masih ditambah biaya admin Rp7.500. Mau bayar di kantor pos atau minimarket juga bisa, kena biaya admin Rp5.000.

Siapa yang menikmati uang itu? Ya kantor pos, bank penyedia layanan auto debet dan bilik ATM, Indomaret, Alfamart, dan loket-loket pembayaran lainnya. Itu baru dari satu keluarga. Ada berapa juta keluarga yang setiap bulan membayar berbagai tagihan? Tak ada data resmi, tapi melihat bagaimana bank, kantor pos, Pegadaian dan minimarket juga merangkap sebagai loket pembayaran berbagai tagihan, ada uang besar yang beredar di sini.

Pertanyaan pentingnya, kita yang rajin membayar tagihan tiap bulan dapat apa? Hanya struk dan terkadang kalau beruntung bersama ucapan terima kasih. :)


Bebas Bayar di Manapun, Kapanpun
Sekarang bayangkan kalau biaya admin tersebut kita yang menikmati. Setiap kali kita membayar tagihan, kita juga yang mendapatkan uang. Tak usah banyak-banyak, katakanlah Rp500 atau Rp1.500 per tagihan. Kecil? Mainkan lagi ilmu perkalian. Kalikan jumlah tagihan tiap bulan, kalikan 12 dalam setahun, barulah terlihat banyak.

Setiap kali kita membeli pulsa, kita dapat bonus. Beli tiket pesawat, dapat cashback. Beli tiket kereta, ada komisi. Beli voucher game, dikasih uang. Enak, bukan?

Memangnya ada yang begitu? Kalau Anda bertanya begitu, berarti Anda belum tahu layanan yang satu ini: BebasBayar.com.

Bebas Bayar adalah sebuah layanan pembayaran online. Di sini kita bisa membayar semua, ya SEMUAAA, tagihan bulanan tanpa ribet. Mulai dari listrik-air-internet sampai cicilan kendaraan dan pajak. Kita juga bisa membeli pulsa, booking tiket kereta api dan pesawat, atau hotel. Bagi yang rutin menyisihkan rejekinya untuk zakat dan sedekah, Bebas Bayar sudah bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia.

Dengan layanan ini kita bisa mendapatkan cashback setiap kali melakukan transaksi. Beli pulsa cashback-nya mulai dari Rp25/pembelian, bayar PDAM Rp400, bayar Speedy Rp700, bayar listrik Rp900, bayar premi asuransi atau iuran tivi kabel Rp1.000. Lalu beli tiket pesawat cashback-nya mulai dari Rp37.000.

Kok cuma segitu? Bebas Bayar mempunyai dua jenis keanggotaan, yakni Free dan Premium. Pendaftaran Free Member gratis selamanya, dan di atas tadi adalah cashback yang akan didapat Free Member setiap kali melakukan transaksi. Sedangkan Premium Member ada tambahan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000 sekali seumur hidup, tapi dengan nilai cashback jauh lebih besar.

Untuk member Premium, bayar Speedy mendapat cashback Rp1.000. Bayar berbagai cicilan Rp1.100, bayar listrik Rp2.400 dan beli tiket pesawat cashback-nya Rp74.000 lebih.

Masih kurang banyak? Tenang saja. BebasBayar.com juga mempunyai program afiliasi. Anda yang paham internet marketing tentu sudah familiar dengan istilah dan cara kerja program afiliasi. Singkatnya, sebagai member Anda juga akan mendapat komisi jika member lain hasil referensi Anda melakukan transaksi. Seberapa banyak? Free Member komisinya Rp100/transaksi, sedangkan Premium Member hingga Rp500/transaksi.


Rp 2 Juta Sebulan Modal Jempol
Kita coba hitung-hitungan sejenak. Kita umpamakan ada lima tagihan yang harus dibayar tiap bulan: Speedy, PLN, PDAM, pulsa hape dan cicilan kendaraan. Taruh kata kita hanya berstatus Free Member, maka dari masing-masing transaksi kita akan mendapat cashback sebesar Rp700, Rp900, Rp400, Rp25 dan Rp800. Totalnya Rp2.825.

Sedikit? Memang. Tapi kita kemudian bisa merefensikan BebasBayar.com pada 10 teman yang juga membayar lima tagihan setiap bulan seperti kita tadi. Maka dari masing-masing teman kita mendapat komisi afiliasi sebesar Rp100 dikali 5 transaksi dikali 10 teman, sama dengan Rp5.000. Lumayan.

Oya, kita juga berhak mendapat komisi jika teman kita tadi merefensikan teman-temannya yang lain dan semuanya melakukan transaksi. Katakanlah 10 teman kita tadi masing-masing mereferensikan 10 orang juga, jadi total jumlah afiliasi kita ada 110. Maka hitungan komisinya menjadi Rp100 dikali 5 transaksi dikali 110 teman. Jumlahnya Rp55.000. Mulai kelihatan banyak, bukan?

Karena jumlah member afiliasi tidak dibatasi, maka kita boleh mereferensikan layanan ini pada sebanyak mungkin kenalan. Semakin banyak member afiliasi, semakin banyak pula potensi komisi yang dihasilkan.

Coba saja andai ke-100 teman hasil referensi teman kita tadi juga masing-masing mereferensikan 10 teman lagi, maka ada tambahan 1.000 orang dalam jaringan afiliasi kita. Jumlah total afiliasi kita menjadi 1.110. Komisinya? Rp100 dikali 5 transaksi dikali 1.110 teman, jumlahnya Rp555.000. Anda bahkan sudah bisa melunasi sebagain tagihan bulanan dari komisi BebasBayar.com, bukan?

Masih kurang juga? Upgrade ke Premium Member untuk mendapatkan nilai komisi lebih besar.

Selamat mencoba! :)


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

3 komentar:

  1. Wah... keren ini informasinya. Bebas bayar ya namanya? noted Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak.
      Sangat membantu untuk bayar ini-itu, termasuk juga pesen tiket kereta untuk ke Semarang ikut Fun Blogging tgl 19 Maret nanti. Cukup lewat aplikasi di handphone, dapet cashback lagi :)

      Hapus
  2. Yang mau saya tanyakan mas,
    kalau bayar listrik kan dapat cashback Rp 2.400. Dengan cachback sebesar itu, berapa biaya admin yang dibebankan sebenarnya?

    Pengalaman saya, (karena ini juga sepertinya satu perusahaan dengan fastpay), di fastpay biaya admin untuk bisa dapat keuntungan sebesar itu bisa lebih dari Rp 3.000.
    Kalau untuk dapat cachback 2.400 sementara biaya adminnya saja 3.000, maka ya mending pake bukopin yang admin 2.500 bisa dapat fee admin 2.000 ^_^

    Tapi kurang tau ya kalau itung2an fee-nya bebasbayar beda dengan fastpay.
    O ya, bisa nggak sih kita lihat nilai fee untuk setiap produknya, dimana ya url-nya?
    penasaran saya.

    BalasHapus