Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 14 April 2016


ULANG tahun saya sudah lewat, yang berikutnya juga masih lama sekali datangnya. Tapi kalau diminta menyebut mau kado ulang tahun apa, masa iya harus nunggu ulang tahun? Hehehe... Kalau ini sih jawabnya gampang. Tapi sini saya kasih tips memilih kado ulang tahun biar kadomu kasih kesan mendalam bagi penerima.

Kilas balik sedikit ya.

Sewaktu belum menikah, lebih tepatnya sampai tahun 2009, cuma sekali saya dapat kado ulang tahun. Hadiahnya juga rada gimanaaa gitu. Bagus sih kadonya, tapi untuk ukuran orang seusia segitu kado itu serius banget. Super duper serius. Siapa yang ngasih sepertinya lebih baik saya simpan sebagai rahasia pribadi.

Nah, cerita jadi berbeda setelah saya kenal bakal calon istri. Kami kenalan lewat jalur pertemanan. Maksudnya, kami sama-sama temannya teman kami yang saling berteman. Setelah observasi dengan bertanya-tanya ke teman-teman dekatnya, juga melihat-lihat kesehariannya di kontrakan, saya mantap mengajukan tawaran menikah padanya akhir tahun 2005.

Dia mengiyakan. Saya langsung memboyong keluarga dari Jambi ke Jogja, untuk kemudian bergerak ke Pemalang. Lamaran. Sebelum pertemuan antarkeluarga saya sudah terlebih dahulu datang sih, jadi lamaran versi keluarga besar itu boleh dibilang formalitas belaka. Dasar rejeki, karena satu dan lain hal pernikahan kami baru terlaksana medio 2009. Tiga tahun status kami mentok di pertunangan.

Kembali ke soal kado ulang tahun, sejak punya tunangan inilah saya selalu dapat kiriman hadiah setiap tanggal 10 Desember. Ya, kadonya dikirim karena tunangan sudah kembali ke Pemalang dan saya masih di Jogja. Kado pertama berupa sepasang sandal keren warna coklat. Kenapa sandal? Soalnya dia tahu persis kalau saya kemana-mana sukanya pakai sandal jepit.

Entah kenapa saya nyaman sekali pakai sandal jepit kemana-mana. Biasanya outfit saya kalau keluar dari kos adalah kaos, kadang berkerah kadang oblong, dipadu celana jins dan sandal jepit. Saya pernah membuat Bapak geleng-geleng kepala karena mudik ke Jambi dengan setelan seperti itu. "Mbok ya dandan yang rapi dikit kalau mau pergi jauh," kata Bapak waktu itu.

Kesan saya tentang kado pertama dari tunangan? Tentu saja senang sekali, sebab saya merasa ada yang memperhatikan. Dengan kado sandal keren itu berarti kan tunangan berniat menuntun saya untuk berpenampilan lebih sopan. Bukan berarti sandal jepit tidak sopan lho ya. Tapi sandal begini tidak jamak dipakai di tempat-tempat umum, apalagi ke pertemuan sekalipun itu acara nonformal. Katakanlah kopdar blogger.

Tips Memberi Kado
Ada kata bijak Jawa yang berbunyi, "ajining raga saka busana." Maksud kata bijak ini, penghormatan orang lain pada kita tergantung dari penampilan kita, dari cara berpakaian kita. Tidak perlu dijelaskan to?

Jadi, kado ulang tahun dari tunangan waktu itu benar-benar sesuatu yang bermanfaat bagi kebaikan saya. Kado yang membuat saya berubah menjadi lebih baik, berpenampilan lebih baik.

Sekedar berbagi nih ya, perhatikan hal-hal berikut jika berniat memberi kado pada seseorang. Terlebih jika itu orang yang spesial bagimu. Tapi harap digaris-bawahi, ini tips versi kaum adam ya. Meski saya yakin tips ini sebenarnya sama bergunanya bagi cowok maupun cewek.

1. Berikan Sesuatu yang Membuatnya Tampil Lebih Keren
Ya, ini persis seperti pengalaman saya mendapat kado pertama dari tunangan. Tahu saya kemana-mana hanya pakai sandal jepit, tunangan saya membelikan sandal kulit yang keren. Tentu saja jauh lebih keren dari sandal jepit putih bertali hijau milik saya saat itu.

Meski hanya sandal, tapi efeknya ke penampilan saya secara keseluruhan besar sekali. Karena punya sandal keren, saya harus mengimbangi pemilihan celana dan atasannya. Rasanya agak gimana gitu kalau kakinya pakai sandal keren tapi celana jins yang dipakai belel parah dan nggak jelas apa warna aslinya. Dekil and the kumal.

Naik lebih ke atas, sandal dan celana keren membuat saya jadi lebih hati-hati memilih atasan. Walaupun andalannya ya tetap kaos, setidak-tidaknya saya memilih yang terbaik. Atau lebih rapi. Kalau biasanya langsung comot dari tali jemuran, setelah punya sandal keren kaosnya disetrika dulu biar rapi.

Bukankah kita juga yang senang kalau dia berpenampilan keren?


FOTO: 123rf.com

2. Belikan Barang yang Dia Butuhkan
Karena saling dekat, tahu dong apa yang sedang dibutuhkan si dia. Pasti kalian sering curhat-curhatan, atau paling nggak dia keceplosan ngomong lagi butuh banget sama satu hal. Kalau apa yang dia butuhkan itu belum terwujud, itulah kesempatan kamu untuk memberi kado yang berkesan. Sekaligus menunjukkan kalau dirimu perhatian sama dia.

Misalnya dia sedang menggarap skripsi dan butuh satu buku yang wajib jadi referensi, tapi setelah berkelana dari satu toko buku ke toko buku lain dia tidak juga menemukan buku itu. Kalau kamu bisa dapat itu buku, berikan itu sebagai kado ulang tahun dan jangan kaget kalau dia bakal menyambutnya begini: berdiri menahan napas dengan mata terbelalak dan mulut ternganga, lalu kedua belah tangannya memegangi bagian pipi dekat dagu.

Okelah, biar terkesan romantis tambahkan sebatang coklat dan sekuntum bunga mawar merah.

Kalau dia lagi butuh uang gimana? Mmmm, kalau ini beda jurusan. Tapi kalau dia beneran butuh dan kamu bisa ngasih ya dipinjemin aja dulu. Hehehe...

3. Hadiahkan Apa yang Paling Dia Sukai
Setiap orang tentu punya barang favorit, atau hobi yang berkaitan dengan barang-barang tertentu. Memberi hadiah dalam kategori ini tak cuma menunjukkan kalau kamu perhatian sama dia, tapi juga kamu mendukung apa yang dia lakukan.

Dia hobi koleksi uang lama, misalnya, kamu bisa carikan koleksi yang belum dia punya. Tak perlu mahal-mahal, tidak perlu yang berjuta-juta harganya, asalkan dia belum punya pasti bakal diterima dengan senang hati. Ada banyak uang lama yang bisa diperoleh dengan harga di bawah ratusan ribu. Biar terkesan lebih eksklusif, carikan koleksi set alias seri uang lama tertentu berdasarkan tahun penerbitan.

Atau dia senang sekali mendaki gunung? Hadiah jaket waterproof atau sleeping bag, juga sepatu, bisa jadi pilihan bagus. Perhatikan apakah jaketnya sudah mulai pudar warnanya, atau bolong-bolong mungkin. Lihat apakah sol sepatunya sudah aus dan menipis karena terlalu sering dibawa naik ke pegunungan, atau sleeping bag-nya selama ini sewa di komunitas.

Kalau dia senang membaca, buku adalah kado paling pas. Tinggal sesuaikan saja buku seperti apa yang jadi seleranya. Misalkan dia penggemar penulis tertentu, belikan karya terbaru penulis tersebut. Dijamin, dia pasti senang. Gampang kan?

4. Surprise!!!
Pernah mendapatkan sesuatu yang tidak disangka-sangka saat ulang tahun? Saya pernah.

Tahun 2012, tepat di hari ulang tahun saya, sebuah telepon dari nomor telepon rumah berawalan kode area 0284 masuk ke hape. "Mas Eko ya?" terdengar suara seorang pria di seberang sana. Saya mengiyakan. "Ini ada kiriman untuk Mas Eko, silakan ambil di toko Mahkota hari ini ya," kata pria itu lagi.

Saya bingung. Mahkota itu toko kue, masa iya ada paket untuk saya yang harus diambil ke sana? Kalau memang itu paket, harusnya kan saya ambil di kantor agen jasa pengiriman. Itupun biasanya kurir mengantar sampai alamat rumah. Penasaran, sepulang mengantar beberapa pesanan pembeli saya mampir di toko tersebut.

Namanya toko kue, tentu saja kue-mue yang saya temui di sana. Seorang pria berbadan tinggi besar memakai kaca mata menyambut saya. Begitu saya menyebut nama, pria yang ternyata pemilik toko tersebut langsung membawa saya ke hadapan sebuah kue tar berlapis cokelat berukuran besar. Di salah satu sisi kue tersebut ada tulisan "Happy Birthday Kakakku Tersayang."

Wow! Ternyata adik perempuan saya di Jakarta memesankan kue ulang tahun untuk saya ke toko tersebut. Pesanan dilakukan melalui telepon setelah browsing di Google, lalu pembayaran lewat transfer bank. Saya speechless. Saya tidak pernah merayakan ulang tahun, dan hanya sekali membeli kue tar untuk keperluan tiup lilin. Itupun karena dibelikan istri secara diam-diam.

Hari itu, kejutan besar saya terima dari adik di Jakarta. Kejutan berupa kado berwujud kue ulang tahun. Rasanya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Setiap orang suka kejutan, kejutan kecil sekalipun. Saat si dia ulang tahun, berikan kejutan padanya dan lihat bagaimana reaksinya. Kejutannya apa? Ya namanya kejutan jangan sampai orang lain tahu dong. Apalagi diajari. Kalau saya beri tahu namanya bukan kejutan, tapi bocoran. Cari tahu sendiri sana!

Kado Idaman
Cukup empat itu saja tipsnya. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi, di mana saya merasa sangat senang sekali sewaktu mendapat hadiah yang sedang saya butuhkan, hadiah yang saya sukai, yang membuat saya tampil lebih baik, juga surprise dari adik di luar kota.

Khusus nomor tiga, istri saya pernah lho memberi hadiah murah meriah tapi benar-benar membuat saya gembira berhari-hari setelahnya. Ini kado ulang tahun kemarin. Bangun tidur ada dua buah bungkusan kado di sebelah bantal. Saya pegang-pegang kok lembut tapi isinya kecil-kecil keras. Apa ini? Pas saya buka ternyata isinya... sebungkus kacang garing kesukaan saya! Horeeeee!!!

Harga sebungkus kacang garing bermerek sama dengan nama salah satu minimarket itu hanya Rp15.000, dua bungkus berarti Rp30.000. Tapi kacang adalah camilan favorit saya, lebih-lebih kacang garing. Jadi meski hanya bernilai Rp30.000, kado itu membuat saya senang bukan kepalang karena sudah lama ingin makan kacang garing.

Nah, itu dia tips memilih kado ulang tahun ala saya. Gampang, bukan? :)


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

2 komentar:

  1. Wah syenangnya dapet kejutan kue dari adik yang tinggal jauh ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, alhamdulillah.
      Rejeki anak saleh :)

      Hapus