Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Selasa, 19 April 2016


NAMA aslinya Tengku Muhammad Azwan Shah, tapi ia lebih populer dengan panggilan Wak Doyok. Dulunya pemuda keturunan Jawa ini bukanlah siapa-siapa. Cerita berubah setelah ia menumbuhkan cambang dan kumis di wajahnya yang klimis. Peruntungannya berubah. Berkat bantuan media sosial ia menjelma sebagai selebgram, selebriti Instagram, lalu menjadi ikon fashion Malaysia.

Mulanya saya kira Wak Doyok itu hanya merek obat penumbuh cambang yang sempat jadi produk ngetren beberapa tahun belakangan. Sejumlah toko online menjajakan obat alami ini, bahkan ada yang sampai membuat situs khusus menyediakan obat penumbuh rambut bermerek Wak Doyok. Tidak ada produk lain. Eksklusif.

Acara Tonight Show di NET TV pada Senin (18/4/2016) malam lalu membuka mata saya. Muhammad Azwan jadi bintang tamu pertama di acara yang dipandu duo Vincent Rompis dan Desta. Saya jadi tahu, rupanya Wak Doyok itu nama orang, atau tepatnya julukan seseorang. Bukan orang sembarangan pula.

Mundur lima-enam tahun ke belakang, Muhammad Azwan agaknya masih bingung memilih untuk terjun di pekerjaan yang terkait dengan jurusan semasa kuliah atau gairahnya di bidang fashion. Pria berusia 33 tahun ini bergelar sarjana teknik sebuah universitas di Jerman. Namun ia memiliki gairah tinggi di bidang fashion, utamanya modern style (Mods).

Karenanya ia sempat luntang-lantung tak karuan, bekerja apa saja asalkan dapat uang. Ia bahkan pernah menjadi kuli, pekerjaan yang dilakoninya hingga 2010. Rasanya tak banyak yang menyangka fakta ini. Ya, seorang sarjana teknik lulusan Jerman bekerja sebagai kuli?

Tahun 2011, Muhammad Azwan mendapat informasi bahwa Ben Sherman akan membuka cabang di Kuala Lumpur. Ben Sherman adalah perusahaan men's clothing ternama asal Inggris. Muhammad Azwan yang menggilai fashion pria sangat ingin bekerja di butik ini. Ia pun mengajukan surat lamaran. Sayang, aplikasinya ditolak mentah-mentah.

Waktu itu Muhammad Azwan masih berpenampilan klimis, tanpa cambang apalagi kumis melengkung khas miliknya itu. Ia hanya mengandalkan kemampuannya dalam memadu-padankan pakaian sebagai tambahan dalam CV-nya.

Diterima Kerja Berkat Cambang
Muhammad Azwan tak patah arang. Ia mempelajari filosofi Ben Sherman, melihat-lihat gambar promosi perusahaan ini dengan bantuan internet. Dari sana ia paham bahwa Ben Sherman ingin menampilkan kesan lelaki maskulin. Ini terlihat dari beberapa model yang dipakai dalam media-media promosi, di mana kebanyakan adalah lelaki bercambang.

Sejak itulah Muhammad Azwan membiarkan cambang dan kumis menghiasi wajahnya. Awalnya ia ragu bulu-bulu tersebut malah akan merusak penampilan. Apalagi di masa-masa awal saat cambangnya belum lebat sehingga terlihat kurang rapi. Berjalan beberapa bulan, barulah ia bisa memiliki cambang rapi dan menambah kesan maskulin di wajahnya.


Transformasi penampilan Wak Doyok, dari klimis sampai bercambang lebat seperti sekarang.

Kesulitan belum berlalu. Cambang dan kumis panjangnya kerap memberikan kerepotan tersendiri saat makan. Pasalnya, makanan yang tengah ia santap seringkali tersangkut di rambut-rambut tersebut. Ia jadi punya kegiatan tambahan selepas makan: membersihkan cambang dan kumis dari sisa-sisa makanan.

"Saya sendiri mengalami kesulitan ketika pertama kali memelihara cambang, sehingga terpaksa menggunaan sendok dan garpu untuk membersihkan sisa makanan yang melekat," tuturnya saat diwawancarai Kosmo! pada 2013.

Toh, semua kesulitan ia ia lalui dengan baik. Cambangnya semakin lama semakin terlihat menarik. Terlebih ia sengaja memanjangkan kumis dan melentikkan ujung-ujungnya sehingga menyerupai kumis kucing. Dengan penampilan baru tersebut Muhammad Azwan kembali mengajukan lamaran ke Ben Sherman, dan diterima. Tentu saja ia girang bukan main.

"Saya diterima bekerja di butik itu saat mengajukan permohonan kedua. Malah banyak yang memuji penampilan terbaru saya ini," kenangnya.

Dari sinilah perubahan nasib Muhammad Azwan dimulai. Ia kerap membagikan foto-fotonya dengan tampilan gaya tahun '60-an, lengkap dengan cambang dan kumis melengkung, di akun Instagram. Penggemar musik ska rasanya tak asing dengan gaya dandanan begini. Dandanan rapi jali lengkap dengan jas dan dasi, serta sepatu mengkilat.

Semakin lama follower Instagram Muhammad Azwan semakin banyak, sampai akhirnya menembus angka 900.000 pada akhir 2015 - kini 1,1 juta. Gaya dandanannya jadi role model, diikuti oleh anak-anak muda tak hanya di Malaysia, tapi juga hingga ke beberapa negara termasuk Indonesia. Statusnya sebagai selebriti media sosial dikukuhkan dengan penghargaan dari Johara Era FM yang memasukkan nama Muhammad Azwan dalam daftar 10 Personaliti Sosial Media Paling Berpengaruh 2013.

Pandai Melawak
Tenar di Instagram, Muhammad Azwan memanfaatkan momentum ini untuk memulai bisnis. Mula-mula ia mengeluarkan produk-produk T-shirt di bawah merek The Garment. Menariknya, awalnya kaos-kaos The Garment tidak banyak dikenal di Malaysia, tapi sudah banyak dipesan oleh pembeli dari negara-negara lain.

"Sebelum The Garment dikenal luas di Malaysia, peminat gaya fesyen Mods di Inggris, Jepang, Singapura dan berbagai negara lain sudah lama memakainya. Cuma baru sekarang ada permintaan dari penggemar lokal," tuturnya seperti dikutip dari Malaysian Reviews.

Sukses dengan T-shirt, Muhammad Azwan bersiap melebarkan lini produk The Garment dengan meluncurkan pakaian pria seperti kemeja dan celana. Tentu saja yang sesuai dengan gaya dandanan modern style sebagai ciri khas. Tak lupa, ia melepas produk penumbuh cambang dengan merek Wak Doyok yang tak lain merupakan julukannya.

Produk inilah yang lantas membuatnya kian lekat dengan julukan Wak Doyok. Foto dirinya terpampang di setiap kemasan Wak Doyok, sehingga nama tersebut semakin lekat dengan sosoknya.

Menariknya, nama Wak Doyok ada kaitannya dengan Doyok, pelawak Indonesia bernama asli Sudarmadji yang tenar di era '80-an. Di mata teman-temannya, Muhammad Azwan dikenal pandai melawak seperti Doyok. Film-film komedi Doyok dan Kadir rupanya juga diminati di Malaysia, sehingga Muhammad Azwan pun diberi nama panggilan Wak Doyok.

Bagaimana tanggapan Muhammad Azwan dengan panggilan tersebut? "Kebetulan saya sendiri keturunan Jawa, jadi tidak ada masalah diberi panggilan seperti itu," jawab pria kelahiran Klang, Selangor, tersebut.

Gara-gara nama Wak Doyok ini Muhammad Azwan sempat dianggap berasal dari Indonesia. Dalam acara Anugerah MeleTop Era pada Februari 2014, artis top Malaysia bernama Noor Neelofa Mohd Noor keceplosan mengira Wak Doyok adalah orang Indonesia. Ucapan Neelofa yang menyebut Wak Doyok sebagai "Indonesia" rupanya memicu kesalah-pahaman. Wak Doyok mengira Neelofa mengejeknya, padahal hanya bertanya.

"Suka mengata orang? Kan dah kena diri sendiri? Aku lahir di Malaysia dan bangga jadi rakyat Malaysia. Suke!!" Demikian tulis Wak Doyok di akun Instagram-nya menanggapi ucapan Neelofa.

Sayap bisnis Wak Doyok kian berkembang. Ia meluncurkan produk pomade yang juga berlabel Wak Doyok, lalu kopi, dan kemudian barber shop yang tersebar di seantero Malaysia. Namanya kian terkenal. Sosoknya kemudian terlihat di sejumlah iklan - termasuk sebagai endorser Samsung, serta sering diundang dalam acara-acara televisi. Tonight Show di NET TV yang saya tonton kemarin malam salah satunya.

Dan rupanya sebelum itu ia sudah terlebih dahulu tampil di talkshow Sarah Sechan, Indonesia Morning Show, hingga Ini TalkShow yang dipandu Sule dan Andre Taulany. Kesemuanya merupakan program-program milik NET TV.

Di Malaysia sendiri, Wak Doyok banyak mendapat undangan tampil dari stasiun televisi dalam acara talkshow, infotainment, hingga event-event tertentu terkait dunia hiburan. Ia juga menjadi salah satu pemeran dalam serial televisi Kelas 601 yang tayang di Astro. Di serial edukatif ini Wak Doyok berperan sebagai Abang Lokman, seorang pilot dengan logat Jawa medhok.

Desember 2015, Wak Doyok menyabet penghargaan Top Fashion Influencer (Malaysia) dalam ajang Influence Asia 2015 yang digelar di Singapura. Ini adalah penghargaan khusus bagi influencer sosial media di Asia, yang meliputi sosok-sosok berpengaruh di Twitter, Facebook, Instagram dan YouTube.

Kini, Wak Doyok adalah seorang konsultan fashion ternama di Malaysia. Jasanya disewa sejumlah public figure Negeri Jiran itu, mulai dari artis hingga pejabat negara. Tentu saja rejekinya mengalami peningkatan pesat. Dari awalnya pergi kemana-mana paling keren hanya naik sepeda motor biasa, kini ia punya koleksi motor gede dan motor antik, serta mobil mewah.



Referensi lainnya:
- Liputan6.com
- CariGold.com
- SensasiMalaysia.com
- influence-asia.com


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

15 komentar:

  1. saya pernah lihat di NET. Sempet ngikutin juga IGnya. Memang bagus-bagus fotonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum pernah melongok IG-nya Wak Doyok nih.

      Hapus
  2. Menarik infonya, Mas. Kapan itu saya ga sengaja baca di insta Erwin Parengkuan bahwa Wak Doyok sosok yang humble padahal blio terkenal. Saya jadi penasaran, siapa itu Wak Doyok? Sekarang tuntas sudah penasaran saya. Kalau passion dan kreativitas udah ketemu, hasilnya memang cetar ya, Mas. Oiya bangga juga ternyata blio punya darah Jowo. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habis nulis posting ini saya langsung liat semua video Wak Doyok di acara-acaranya NET. Saya menangkap kesan sama, beliau ini sosok rendah hati. Saya juga mencatat poin bahwa menuruti passion bisa membawa kita melambung lebih tinggi.

      Hapus
  3. Sudah lupa tentang wak doyok ini, kayak samar2 aja. Kalau cambang mulai digandrungi, alat cukur bisa kurang laku

    BalasHapus
  4. Rapi banget membangun brandingnya ya. Saya baru tau ada orang ini dari tulisan ini wkwkwkwk ke mana aja sayaaa :D langsung cuss ke IG follow Way Doyok!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga baru tahu pas Wak Doyok ditampilkan di Tonight's Show itu. Dulu tahunya itu merek obat pelebat cambang, hehehe.

      Hapus
  5. Sosok yang unik dan menarik. Tetapi saya belum pernah coba produk Wak Doyok yang bikin cambang ataupun janggot. Hehehe yang alami saja deh. Apa aja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pengen nyobain nih jadinya. Soalnya kumis sama jenggot yg tumbuh jarang-jarang, pengen lebat kaya punya Wak Doyok gitu.

      Hapus
  6. Ih, saya malah gak senang yang brewokan sama kumisan gitu, lho! hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, masa iya? Berarti ada juga ya yang suka cowok klimis gitu? Hehehehe.

      Hapus
  7. Keren banget ulasannya ih, dari atas hingga bawah serasa baca media online ternama. Hihihi Keren reportasenya!
    Wak Doyok brandingnya oke lah tu :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar branding dari Wak Doyok, Teh. Tapi pada awalnya adalah passion dia terhadap fashion yang menurut saya membuat ini semua terjadi.

      Reportasenya keren? Berasa baca media online ternama? Hehehe, makasih :)

      Hapus