Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 23 Juni 2016


INGIN merasakan wisata alam bernuansa pegunungan dengan hawa sejuk dan pemandangan hijau tanpa harus ngos-ngosan mendaki penuh keringat? Wisata alam Ciwidey di Kabupaten Bandung bisa jadi pilihan. Bagi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, tempat ini sangat recommended sekali karena jaraknya dekat.

Ciwidey merupakan satu kecamatan di Kabupaten Bandung yang terletak di selatan Kota Bandung. Sejak jaman penjajahan Hindia Belanda tempat ini sudah terkenal sebagai tujuan wisata alam. Hawanya yang sejuk, perkebunan teh yang menghampar hijau, serta kekayaan hasil pertanian membuat Ciwidey populer di kalangan warga keturunan Eropa masa itu.

Menurut beberapa referensi, nama Ciwidey berasal dari bahasa Portugis Kuno. "Ciwi" berarti kiwi, sedangkan "Dey" berarti hari. Versi lain menyebut nama Ciwidey berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang memiliki arti Sapi Lima. Yakni gabungan kata "Ciwow" (sapi) dan "Dew" (lima). Sementara menurut cerita rakyat, asal-usul nama Ciwidey terkait dengan tiga sosok penyebar agama Islam dari Banten: Eyang Dalem Rangga Sadana, Eyang Camat Nata Wiguna, dan Eyang Jaga Setru.

Terkait asal-usul versi bahasa Yunani Kuno, ada mitos yang mengatakan bahwa Ciwidey merupakan tempat kelahiran sapi berkepala lima. Tempat itu terletak di Rumah Sembah Sapi dengan pemilik bernama Raden Batubara. Namun hingga saat ini tidak diketahui pasti keberadaan Rumah Sembah Sapi tersebut. Demikian pula, tidak ada yang tahu apakah asal nama Ciwidey ini merupakan fakta atau sekedar mitos.

Terlepas dari asal-usul namanya, yang jelas Ciwidey merupakan satu wisata alam yang sangat layak dikunjungi. Ada banyak tempat eksotis untuk refreshing, melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari agar lebih segar dan kembali bersemangat. Berikut beberapa di antaranya.


Foto: AnekaTempatWisata.com

Naik Perahu di Situ Patenggang
Belum lengkap rasanya ke Ciwidey kalau tidak mengunjungi Situ Patenggang. Terletak 47 km di selatan Kota Bandung, tempat wisata ini menyajikan sebuah pemandangan danau yang indah dan masih terjaga keasriannya. Di tepian terdapat perahu-perahu yang siap mengantar kita berkeliling danau.

Ada dua pilihan bagi kita di Situ Patenggang. Pertama, sekedar duduk-duduk menikmati keindahan danau dan sekitarnya. Tempat wisata ini sangat cocok bagi yang datang dalam berombongan besar bersama sanak saudara ataupun kerabat dekat. Terdapat stand-stand makanan dan minuman untuk menuntaskan rasa lapar dan haus sembari bersantai di tepian danau.

Kedua, ini yang lebih asyik sekaligus menantang, menyusuri danau dengan perahu. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp150.000-Rp250.000 per perahu, dengan kapasitas paling sedikit 20 orang. Tarif yang dikenakan tergantung jumlah orang dan jenis perahu yang dipilih. Perahu-perahu di sini unik, memiliki atap dengan cat warna-warni cerah.

Selain melihat keindahan danau, kita juga dapat merasakan sejuknya udara di sekitar danau dan merasakan langsung kesegaran air danau yang jernih. Oya, juga pemandangan pepohonan menghijau di sekeliling danau. Siapkan kamera untuk menangkap lanskap menakjubkan dari atas perahu.

Biaya tiket masuk ke Situ Patenggang sangat terjangkau. Dibandrol dengan harga Rp15.000 seorang. Bagi yang membawa kendaraan bermotor, ada tambahan tarif parkir Rp8.000 untuk sepeda motor, dan Rp11.000 untuk mobil atau mini bus.


Si Cantik Kawah Putih Ciwidey
Sebagian wisatawan mungkin sudah tidak asing dengan obyek wisata satu ini. Kawah Putih Ciwidey terletak 44 km dari Kota Bandung, merupakan destinasi wisata paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Meski diasosiasikan dengan Ciwidey, secara administratif tempat cantik ini masuk wilayah Kecamatan Rancabali.

Mata kita bakal dimanjakan sesampainya di sini. Pesona pemandangan pegunungan yang memikat, kontrasnya perpaduan air danau yang berwarna biru langit menyatu padu dengan bebatuan kapur putih, memberi sensasi ketenangan bagi siapapun yang melihatnya. Belum lagi hijaunya pepohonan dan udara sejuk yang melingkupi sekelilingnya.

Keindahan Kawah Putih Ciwidey sering dijadikan sebagai spot pemotretan untuk keperluan pembuatan iklan, majalah, dan semacamnya. Banyak juga calon pengantin yang memilih tempat ini sebagai lokasi foto prewedding.

Berdasarkan cerita turun-temurun dari penduduk setempat, puncak tertinggi pegunungan yang mengelilingi Kawah Putih merupakan tempat rapat roh-roh leluhur. Bahkan ada masyarakat setempat yang mengaku pernah menyaksikan penampakan domba berbulu putih di tempat ini.

Boleh percaya boleh tidak, tapi tentu obyek wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi. Tiket masuk ke Kawah Putih sebesar Rp18.000 per orang untuk wisatawan lokal. Harga berbeda dikenakan bagi wisatawan mancanegara, yakni sebesar Rp50.000 seorang. Sedangkan biaya parkirnya Rp15.000 bagi kendaraan beroda empat, dan Rp10.000 untuk kendaraan roda dua.

Jangan sampai dilewatkan ya!


Foto: Sebandung.com

Berlibur Sekaligus Belajar di Kebun Teh Rancabali
Ingin berwisata bersama putra-putri saat libur sekolah? Maka rekomendasi tempat wisata alam sekaligus untuk belajar yang pas adalah Kebun Teh Rancabali. Perkebunan ini terletak tak jauh dari Kawah Putih, hanya berjarak 8,6 km ke arah barat laut. Kira-kira 21 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Di perkebunan ini kita dapat menikmati pemandangan hijau dari jajaran pohon teh yang bakal menyejukkan mata. Kita bisa berkeliling kebun juga lho. Sangat disarankan untuk menyewa tour guide untuk memandu perjalanan kita selama berkeliling tempat ini. Biaya jasa tour guide hanya sebesar Rp30.000 per orang. Sangat murah.

Tour guide akan membawa kita berkeliling kebun, memberitahukan proses penanaman pohon teh dari bibitnya, cara menanam dengan metode yang tepat, bagaimana membuka lahan teh, tekhnik khusus memelihara daun teh yang baik dan benar, memilah daun teh yang tidak layak konsumsi, hingga mengolah daun teh sebelum dapat dikonsumsi.

Harga tiket masuk ke Kebun Teh Rancabali tidak membuat kantong bolong. Setiap orang hanya dikenakan tarif sebesar Rp5.000. Murah meriah, bukan?

Tertarik? Sediakan beberapa hari agar dapat lebih puas mengeksplorasi tempat-tempat wisata di Ciwidey dan sekitarnya. Tidak perlu risau soal penginapan, karena tempat ini memiliki hotel berbintang yang siap memberikan pelayanan serta fasilitas terbaiknya selama kita berwisata di sana.

Enjoy!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

22 komentar:

  1. Dari dulu saya pingin banget ke kawah putih. Tapi belum punya kesempatan. Ntah kapan saya bisa kesana dan menyaksikan sendiri betapa indahnya kawah putih ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah lebih suka kebun tehnya, kelihatannya asri. Berkali-kali jalan ngelewatin perkebunan teh, tapi belum pernah jalan-jalan keliling kebun teh. Padahal penyuka teh :)

      Hapus
  2. Saya pernah ke kawah putih. Memang tempatnya cocok buat yg prewed prewed gitu. Waktu saya ke sana lagi ada prewed juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pengeeen! Terutama setelah liat video bule Inggris backpackeran naik motor dari Jakarta ke Kawah Putih di YouTube. Keren tempatnya, asli.

      Hapus
  3. Ademmmm kayanya kalau ke sana. Yang kawah itu, menarik banget. Saya juga tahu beberapa foto di IG tentanv kawah itu. Bagusss banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kawah Putih kaya ada belerangnya gitu, jadi eksotis banget warnanya perpaduan pasir putih dengan batu-batu belerang kekuningan, plus air biru menghijau. Keren pisan pokokna mah :D

      Hapus
  4. aku daridulu itu pengeeeeen banget kekawah putih sayang ga jadi jadi entah kenapa --"
    tapi emang indaaaah banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bagus banget pemandangannya. Juga udaranya tentunya sejuk karena di dataran tinggi. Kapan-kapan jangan sampe gak jadi ke sana :D

      Hapus
  5. Waaah aku malah belum pernah ke kawah putih. Pengen banget. Cuma belum kesampaian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempetin donk, Mbak. Ajak anaknya yang unyu main-main air hangat di sana :D

      Hapus
  6. Nah kan apa dibilang kawag putih memang wajib dikunjungi. Sayangnya suami masih ragu mau ke sini. Sodorin artikel mas BungEko ke suami ah biar doi brubah pikiran... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik! Libur lebaran ajakin ke sana donk. Buat keluarga ada banyak pilihan penginapan asyik lho di sekitaran Ciwidey.

      Hapus
  7. Wiiih cakep pemandangannya. Tinggal di Bandung lama kok aku belum pernah ke sini yaa. Kuper sangad dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak Irit harus bujuk Pak Suami supaya diajak ke Ciwidey. Jangan berangkat sendiri, kalo diajak Pak Suami kan dibayarin. Hehehe...

      Hapus
  8. Kebun teh aku pernah pergi tapi yang di kota Malang, jadi pengin ke kebun teh yang Rancabali ini. Kawah putihnya juga cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebun teh di Malang saya juga pernah ke sana, tapi cuma lewat aja. Numpang lewat tepatnya. Hehehe...

      Hapus
  9. Saya tahu kawah putih dari film Heart. Namun dari sejak kuliah di Bali hingga ke Jakarta dan bolak balik Bandung, blm pernah sekalipun menjejakkan kaki di situ. Teman yang akan mengantar ke sana malas karena macet. Next time emang harus dicoba ke sana. Thanks ulasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo alasannya macet berarti kudu milih waktu kunjungan yang pas untuk menghindari kemacetan. Btw, saya malah baru sadar kalo di film Heart itu Kawah Putih, hehehe...

      Hapus
    2. Kawah putih.. Memang sangat menarik.. Tapi saya masih penasaran sama situ patenggang.. :)

      Hapus
    3. Saya paling penasaran sama kebun teh. Maklum, selama ini cuma lewat-lewat aja sih yang di Malang dan Wonosobo, belum pernah jalan-jalan di perkebunan teh. :)

      Hapus
  10. Kawah Putih dan Situ Patenggang memang mempesona ya Mas Eko. Saya merasa beruntung kurang lebih sebulan yang lalu berkunjung ke dua tempat ini. Senang banget jadi punya koleksi foto-foto bagus di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suasanya asyik ya, Mbak? Saya yang paling penasaran sama kebun tehnya. Kayanya asyik minum teh yang diseduh langsung di perkebunan teh. Selama ini kan cuma minum teh kemasan.

      Hapus