Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Jumat, 10 Juni 2016



SUDAH sejak lama saya ingin melanjutkan kuliah. Tapi ada banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan mengingat kondisi dan status saya kini. Kuliah lagi berarti saya musti keluar Pemalang, setidak-tidaknya ke Pekalongan atau ke Tegal yang berjarak satu jam perjalanan darat. Atau sekalian ke Semarang dengan pilihan jauh lebih lengkap. Jauhnya...

Sebagai seorang freelance, saya memang bebas mengambil kuliah di manapun. Toh, pekerjaan saya bisa digarap dari mana saja sepanjang ada koneksi internet. Namun saya juga harus mempertimbangkan faktor keluarga. Maklumlah, sebagai bapak dari dua anak yang dibesarkan tanpa baby sitter, saya harus berbagi tugas dengan istri dalam mengasuh anak-anak.

Saya tidak bisa terlalu lama meninggalkan rumah, sementara kuliah butuh waktu khusus untuk datang menghadiri kelas atau tugas dari dosen. Belum lagi kalau ada praktikum dan segala macam. Kalau dalam sehari ada beberapa mata kuliah, bisa-bisa seharian penuh saya di kampus.

Andaikan saya mengambil kelas weekend di Semarang, itu berarti tiap akhir pekan saya harus menginap di Kota Lunpia. Berangkat Jumat sore agar dapat menghadiri kuliah Sabtu pagi, lalu selepas mengikuti kuliah di hari Ahad pulang lagi ke Palembang. Biaya transport dan akomodasi selama dua hari dua malam sudah tergambar jelas.

Kalaupun saya "hanya" mendaftar di Pekalongan, misalnya, tetap saja butuh waktu yang tidak sedikit untuk ke kampus. Pemalang-Pekalongan bisa ditempuh dalam waktu 35-45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Itu artinya saya harus berangkat paling lambat jam 06.00 dari rumah untuk mengikuti kelas jam 07.00. Tidak efisien.

Ada sih beberapa kampus di Pemalang, namun tidak satupun yang menawarkan bidang studi favorit saya. Tentu saja saya tidak mau asal ambil jurusan. Saya ingin meningkatkan kemampuan, sehingga jurusan yang diambil mustilah mendukung pengembangan potensi diri.



Kuliah Online, Kuliah Jarak Jauh
Sayapun mencari-cari solusi lain agar tetap bisa melanjutkan pendidikan, sekaligus tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang bapak. Mengingat istri juga punya kesibukan lain di luar urusan rumah tangga, bakalan repot kalau saya lebih sering keluar rumah. Maka saya mencari cara agar dapat berkuliah sembari bermain-main dengan anak. Hehehehe...

Beruntungnya saya, ternyata sekarang kuliah tak lagi harus tatap muka di kelas. Kini sudah ada kuliah online, yaitu sistem pembelajaran jarak jauh mengandalkan jaringan internet. Sama seperti kuliah pada umumnya, sebagai mahasiswa kita tetap belajar, mendapat materi pembelajaran, berdiskusi, serta mendapat dosen. Bedanya, semua aktivitas tersebut dilakukan secara online.

Saya juga menemukan kisah almarhum komedian legendaris Pepeng. Penyakit Multiple Sclerosis yang dideritanya membuat Pepeng hanya bisa terbaring di tempat tidur selama hampir 10 tahun! Tapi Pepeng tak mau menyerah. Selama sakit itu ia dapat menyelesaikan pendidikan S-2 dengan nilai A. Ia menempuh kuliah dari tempat tidurnya dengan sistem online learning.

Ini solusi yang saya butuhkan. Jadi, saya yang di Pemalang dapat mengambil kuliah pada perguruan tinggi di Jakarta, tanpa harus meninggalkan rumah. Semua aktivitas pembelajaran dapat dilakukan dari depan monitor laptop. Modalnya hanya jaringan internet dan alamat email untuk menerima materi perkualiahan.

Di Indonesia masih sedikit sekali kampus yang menyediakan sistem pembelajaran online. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Universitas Bina Nusantara, lebih dikenal sebagai Binus. Soal kualitas, Binus sudah lama dikenal sebagai universitas dengan standar tinggi. Sebuah kampus dengan slogan "A World-Class University" dan salah satu perguruan tinggi Indonesia yang menyediakan kelas internasional.


Saya pernah menulis profil singkat Ibu Theresia Widia Soerjaningsih dalam salah satu buku saya yang diterbitkan sebuah penerbit berskala nasional. Sungguh inspiratif. Siapa sangka jika pendirian Binus berawal dari kursus komputer di sudut Jakarta? Keteguhan hati dan optimisme Ibu Theresia membuat kursus komputer tersebut berkembang hingga menjadi sebuah akademi komputer, sebelum naik level menjadi universitas dan bertambah besar seperti sekarang.

Soal kualitas Binus tidak perlu diragukan lagi. Siapa yang tak kenal Binus dan segudang prestasi yang ditorehkan mahasiswa-mahasiswanya selama ini? Dan Binus Online Learning hadir memberi kemudahan bagi kita untuk memperoleh pendidikan berkualitas secara mudah. Dari mana saja, kapan saja.

Sistem Binus Online Learning dikemas fleksibel, di mana dalam kegiatan belajar mahasiswa dapat melakukan interaksi dengan dosen tanpa ada batasan waktu dan tempat. Materi mata kuliah yang diberikan tak melulu berupa diktat atau teks, melainkan beberapa bentuk lain seperti video dan video conference. Ada pula diskusi di forum dan tugas bagi individu maupun kelompok.

Kuliah online Binus telah memperhitungkan agar setiap mahasiswa mendapatkan hasil berkualitas. Dengan metode yang dipersiapkan, mahasiswa dapat fokus belajar dengan jumlah mata kuliah terbatas di tiap periode/semester, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.

Menggunakan LMS (learning management system), jaringan interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan pembimbing akademis dapat terbangun secara integral. Dengan demikian mahasiswa online learning dipastikan mempunyai kualitas sebanding dengan mahasiswa yang melakukan sistem perkuliahan pada umumnya (tatap muka).



Binus Online Learning juga memberikan Pembelajaran Global, dimana mahasiswa diajar oleh dosen-dosen di luar negeri. Lalu ada pula program Employability & Entrepreneurial Skill (ESS) yang disisipkan ke dalam mata kuliah. Program ini membuat lulusan Binus Online Learning tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan.

Ada bukti? Binus Online Learning telah menghasilkan lebih dari 300 lulusan terbaik yang tersebar di berbagai instansi dan perusahaan ternama di negara ini, baik perusahaan nasional maupun multinasional.

Tersebar di Lima Kota
Sekalipun bersifat online, tatap muka antara mahasiswa dan dosen tetap ada. Utamanya pada kegiatan yang bersifat pembahasan kasus, diskusi pemantapan pemahaman materi kuliah, dan pada saat mengikuti ujian. Mahasiswa juga diharuskan datang langsung pada awal masuk perkuliahan.

Berarti tetap harus datang ke kampus dong? Iya, tapi kan hanya pada saat awal kuliah dan ujian. Sisanya bisa dilakukan dari kenyamanan kamar di rumah masing-masing. Itupun datangnya tidak harus ke Jakarta kok.

Binus mempunyai Binus University Learning Community (BULC) yang tersebar di empat kota: Palembang, Bekasi, Semarang dan Malang. Mahasiswa Binus Online Learning boleh mendatangi BULC terdekat untuk kepentingan perkuliahan tatap muka atau ujian. Saya yang di Pemalang, misalnya, dipersilakan ke BULC Semarang.

Ke BULC Bekasi juga boleh sih, tapi takut macet nanti. #Eh.

Pilihan Program Studi:

Program D3
1. Komputerisasi Akuntansi

Program S1
1. Akuntansi
2. Manajemen Marketing
3. Sistem Informasi
4. Manajemen - Business Management
5. Sistem Informasi - Corporate Information System

Program S2 (Khusus Jakarta)
1. Magister Teknik Informatika (MTI)
2. Magister Manajemen Sistem Informasi

Mahasiswa dapat menjalani kuliah tatap muka atau ujian di semua BULC, tergantung saat itu sedang berada di mana. Jadi andaikan kita tengah dalam perjalanan ke Palembang dan bertepatan dengan jadwal ujian atau perkuliahan face to face, datangi saja BULC Palembang. Beres deh! Benar-benar fleksibel, bukan?

Well, dengan sistem pembelajaran online yang ditawarkan Binus Online Learning, kita bisa Maju Tanpa Batas menempuh pendidikan lebih tinggi demi mengembangkan potensi tanpa terkendala jarak dan waktu. Kita bisa tetap beraktivitas seperti biasa sembari menjalani kuliah. Bekerja, mengurus bisnis, atau menjalani hobi yang membuat kita harus bepergian dari satu kota ke kota lain hingga ke luar negeri bisa jalan terus.

Program ini juga merupakan peluang bagi yang tengah mendapat kendala sehingga tidak dapat menjalani kuliah secara normal. Misalnya sedang menderita sakit sehingga harus istirahat total di tempat tidur, atau menderita cacat. Fleksibilitas yang ditawarkan Binus Online Learning dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pendidikan bermutu tinggi tanpa batasan.

So, sudah siap untuk #MajuTanpaBatas bersama Binus Online Learning? Pelajari lebih lengkap di situs resmi Binus.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

12 komentar:

  1. Sekarang enak banget ya, bisa kuliah online. Jadi ingat dulu pas aku kuliah, tiap Sabtu dan Minggu dari jam 5.30 sudah harus berangkat ke Magelang buat kuliah. Pulangnya sampe rumah habis maghrib. Harus ninggal anak-aak yang masih kecil juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih, Semarang-Magelang tiap akhir pekan itu, Mbak? Lumayan juga tuh. Weekend lho, waktu yang seharusnya dihabiskan bareng keluarga kan? Tapi namanya perjuangan ya begitulah. Tapi sekarang kuliah makin dimudahkan dengan adanya kuliah online.

      Hapus
  2. Andai ada sistem kuliah seperti ini sejak dulu pastilah saya akan ikutan daftar. Semua sistemnya dikemas canggih dan memudahkan calon mahasiswa mengakses ilmu sepuasnya.Go go BINUS☺☺😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang nggak berminat, Mbak? Saya dulu sempat daftar sih kuliah jarak jauh begini, tapi sistem belajarnya mandiri. Kalo kuliah online model Binus Online Learning ini asyik, materinya berlimpah dan secara teratur diberikan lewat email juga video conference, dll.

      Hapus
  3. Kuliah online itu bikin awet muda lho ternyata. Fakta yg menarik. Ckckck...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih? Hasil penelitian mana tuh, share link-nya donk, Mbak. Saya jadi pengen kuliah online jadinya :D

      Hapus
  4. kuliah online ini orangnya harus disiplin banget ya. soalnya kan bisa aja ada alasan gak 'masuk kelas' atau telat submit tugas. eh ada kan ya tugas-tugas kuliahnya? hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul banget. Tapi dengan metode LMS yang diterapkan Binus Online Learning, nggak alasan untuk "bolos" karena antara dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan sesama mahasiswa selalu terkoneksi dalam satu jaringan unik. Jadi berasa kuliah beneran yang masuk kampus gitu. Kalau lama nggak aktif pasti bakalan ada yang nyolek deh.

      Hapus
  5. Wah bagus ini utamanya bagi mereka yang bekerja.
    Saya ingin ambil S-2 yang tidak ada matematikanya saja
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Pakde. Cocok sekali bagi yang ingin kuliah tapi disibukkan oleh pekerjaan. Kalo saya sih karena ingin tetap kuliah tanpa meninggalkan Pemalang :D

      Hapus
  6. wah sangat cocok untuk dirumah ini, bisa kuliah sambil dirumah. engga perlu jauh2 untuk kekampus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi tetap ada kewajiban ke kampus atau ke perwakilan kampus yang ada di empat kota. Yakni pada saat pertama kali masuk kuliah, lalu saat ujian.

      Hapus