Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Senin, 06 Juni 2016

menu-food-combining

MANFAAT kesehatan yang diperoleh ketika menjalani ibadah puasa sudah banyak dibahas. Namun, tahukah kamu kalau manfaat kesehatan tersebut tidak akan pernah didapat dengan pola makan yang buruk. Pengaturan pola makan dan apa saja yang dimakan pada saat berbuka puasa memegang peranan lebih penting dalam hal ini.

Berpuasa secara ilmiah adalah cara untuk mengistirahatkan organ-organ pencernaan di dalam tubuh. Dalam sehari-semalam selama 30 hari penuh, usus, lambung dan seluruh kerja pencernaan berhenti bekerja selama setidaknya 12-13 jam.

Sama halnya mesin, organ-organ tubuh yang bekerja tanpa henti dapat membuatnya cepat aus dan bahkan gampang rusak. Mengistirahatkan organ merupakan salah satu cara untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi karena terlalu lelah bekerja mengolah makanan dan minuman di dalam tubuh. Puasa menjadi satu cara mudah untuk itu.

Sayangnya, pelaku puasa terkadang justru merusak manfaat tersebut dengan pola makan yang salah saat berbuka. Ini ditambah lagi dengan asupan makanan yang tak kalah merugikan tubuh. Akibatnya, alih-alih mendapat manfaat sehat, berpuasa justru membuat organ 'tersiksa' sehingga hal-hal lebih buruk lebih mungkin terjadi.

Mengenal Food Combining
Satu pola hidup sehat yang bisa diterapkan selama berpuasa adalah food combining. Sesuai namanya, food combining adalah sebuah cara untuk mengatur dan mengkombinasikan makanan serta pola makan demi tubuh yang lebih sehat. Food combining merupakan sebuah disiplin yang didasarkan pada ritme kerja organ pencernaan. Dengan demikian, menerapkan pola makan ala food combining bisa dibilang merupakan hal wajib bagi Muslim yang tengah berpuasa.

Dalam dunia kesehatan, tubuh mempunyai ritme alami tertentu yang mengatur kinerja seluruh organ secara serasi. Ritme ini biasa disebut sebagai siklus sikardian. Ritme ini adalah sesuatu hal yang pasti pada setiap manusia - juga makhluk hidup lainnya, sehingga melawan ritme ini sama dengan merusak tubuh karena kinerja organ menjadi terganggu. Tak ada pilihan lain kecuali mengatur pola hidup mengikuti ritme ini agar tubuh senantiasa sehat.

Sebagai contoh, ritme sikardian mempelajari bahwa malam adalah waktunya beristirahat untuk tidur. Rupanya, organ-organ pencernaan tengah bekerja keras mengolah makanan dan minuman yang kita makan pada saat ini. Kerja ini membutuhkan energi sangat besar. Itu sebabnya kita merasa mengantuk saat malam dan disarankan untuk tidur pada saat ini. Tetap terjaga pada saat organ tubuh tengah bekerja keras mengolah makanan bakal membuat tubuh menjadi kelelahan sehingga rentan terhadap kerusakan. Akibatnya, si pemilik tubuh merasakan sakit atau setidaknya rasa tidak enak badan.

Nah, food combining mengatur pola makan mengikuti ritme sikardian ini. Karena malam adalah waktunya sistem pencernaan mengolah makanan, maka pelaku food combining sangat tidak dianjurkan makan di malam hari. Makan sewaktu organ tengah bekerja mengolah makanan berarti memberi pekerjaan dobel. Itu sangat memberatkan. Waktu terbaik untuk makan malam adalah sebelum pukul 19.00 WIB, dan usahakan makan paling lambat dua jam sebelum pergi tidur.

Lalu, ketika bangun di pagi hari, fungsi pencernaan tengah menjalankan tugasnya membuang sisa-sisa hasil pengolahan makanan yang dilakukan pada malam hari. Ini sebabnya, waktu alami untuk buang air besar adalah pagi hari usai bangun tidur. Saat ini, tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan berat sebab dapat menyebabkan terganggunya kerja organ-organ pencernaan yang tengah membuang sisa-sisa makanan keluar dari tubuh.

Makanan yang dianjurkan pada saat ini adalah makanan ringan. Namun bukan berarti camilan, melainkan makanan yang ringan dicerna tubuh serta memiliki kandungan gizi lengkap serta memadai. Buah matang adalah pilihan tepat. Sangat dianjurkan untuk makan buah sebagai menu sarapan dan tidak memakan makanan berat hingga setidaknya pukul 11.00, waktu di mana seluruh proses pembuangan sisa-sisa makanan selesai dilakukan.

Setelah pukul 11.00, kita bebas memakan apa saja. Nasi beserta lauk-pauk dan sayur-mayur bebas dimakan selama periode ini. Syaratnya cuma satu: patuhi aturan mengenai pengaturan karbohidrat, protein hewani dan protein nabati. Kuncinya cuma satu, makanan yang mengandung karbohidrat atau pati (nasi, kentang, jagung, ketan, tepung-tepungan) tidak boleh dimakan bersamaan dengan makanan yang mengandung protein hewani. Itu saja. Paduan yang lain bebas, sehingga nasi bisa dimakan dengan sayur-mayur, atau sayur-mayur dengan daging dan ikan atau telur.

Pengaturan menu makanan adalah kunci lain dari food combining. Ini terkait kajian mengenai enzim pencernaan dalam tubuh, di mana diketahui jika enzim untuk mencerna protein hewani tidak bisa bekerja bersamaan dengan enzim untuk mencerna karbohidrat. Akibatnya, bila dua makanan tersebut dimakan bersamaan, salah satunya dipastikan tidak dapat dicerna dengan baik dan menjadi sampah dalam tubuh. Itu racun jahat!


Food Combining dalam Berpuasa
Sekarang, bagaimana cara menerapkan food combining dalam berpuasa? Kita tahu, ritme sikardian berlawanan dengan waktu berpuasa. Siang kita tidak boleh mengonsumsi apapun hingga matahari terbenam, sedangkan malam hari diperbolehkan makan hingga sebelum Subuh. Bagaimana caranya?

Berita baiknya, ritme sikardian tidak berpatokan pada jam tertentu. Patokannya adalah siklus tubuh dan ritme ini bisa berubah menyesuaikan siklus tubuh. Jadi, pada saat berpuasa ritme sikardian bakal bergeser. Untuk mudahnya, tinggal andaikan saja malam di bulan Ramadhan sebagai siang di waktu bulan-bulan lainnya.

Dengan demikian, saat sahur adalah seperti jam makan malam di saat tidak berpuasa. Saat ini kita boleh makan sepuasnya - tentu dengan mengindahkan aturan mengenai kombinasi karbohidrat, protein hewani dan protein nabati. Lalu sepanjang siang tidak makan apapun. Pada saat berbuka sama seperti sarapan pagi, sehingga menurut food combining makanan terbaik adalah makanan ringan yang tidak memberatkan kerja organ pencernaan.

Buah adalah pilihan tepat untuk berbuka puasa. Buah matang pohon yang mengandung banyak air serta manis rasanya yang paling disarankan. Ingat sabda Rasulullah mengenai "berbuka puasa dengan yang manis-manis", bukan?

Kaitkan pula dengan kebiasaan Rasul yang mengonsumsi kurma terlebih dahulu saat berbuka. Di padang pasir setandus Jazirah Arab, kurma adalah buah-buahan yang paling banyak ditemukan. Kurma yang matang di pohon rasanya manis dan mengandung air meski tak terlalu banyak. Jadi, tidak bermaksud memaksakan sunnah jika menyebut anjuran Rasul memakan kurma saat berbuka esensinya adalah memakan buah yang manis.

Jika Rasul memakan buah kurma - notabene merupakan buah lokal Arab, maka kita di Indonesia bisa memakan buah lokal setempat. Mangga, semangka, melon, rambutan atau jeruk manis bagus dikonsumsi saat berbuka puasa. Juga buah-buahan impor seperti pear, anggur atau buah naga. Kunyah pelan-pelan agar buah tercampur dengan air liur sebagai komponen penting dalam proses pencernaan.

Kita bisa mengonsumsi buah hingga kenyang, namun tentu saja dianjurkan untuk secukupnya saja. Bersegeralah menunaikan salat Magrib karena waktunya sempit. Setelah itu, lanjutkan makan buah hingga tiba saat salat tarawih. Jika saat tidak berpuasa kita dianjurkan baru makan makanan berat setelah pukul 11.00, maka saat berpuasa makanan berat bisa dikonsumsi setelah salat tarawih usai. Jangan lupa aturan padu-padan karbohidrat, protein hewani dan protein nabati ya?

Terakhir, jangan lupa untuk makan besar (nasi plus lauk-pauknya) paling lambat dua jam sebelum berangkat tidur. Jadi, kalau kamu biasa tidur jam 12 malam, kamu masih boleh makan setidaknya hingga jam 10 malam.

Semoga bermanfaat!


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

10 komentar:

  1. Jadi sebenarnya boleh makan malam sampai jam 10 saat bulan Ramadan? Tapi bukannya tidur jam 12 itu begadang, dan begadang tidak dianjurkan bagi kesehatan? :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalimat yang saya tulis begini ya, harap perhatikan lebih teliti: "Jadi, kalau kamu biasa tidur jam 12 malam, kamu masih boleh makan setidaknya hingga jam 10 malam."

      Kalau kamu nggak biasa tidur jam 12 malam, ya tinggal sesuaikan aja jam makan malamnya. Oke?

      Hapus
  2. Oh jadi nasi tidak begitu sehat ya, tapi kan kalau orang indonesia tidak makan nasi belum lengkap gituh rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, orang Indonesia kalau belum makan nasi belum makan katanya.

      Hapus
  3. sajian yang menarik mas eko...tapi kalo enggak makan nasi tuh suka berasa enggak makan.

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, percaya atau nggak, nasi itu bikin nyandu lho. Makanya timbul kesan seperti itu.

      Salam kenal kembali.

      Hapus
  4. salam kenal mas eko akhirnya bisa berkunjung ke sini, aku sudah 2 tahun lebih ikut food combining tapi masih suka campur makan ikan dengan nasi soalnya suka banget ikan trus sabtu sama minggu waktunya cheating day jajan enak2, alhamdulillah jarang sakit dah 2 tahun lebih gak makan obat kimia, kalo dulu suka pusing kepala dan sedia paracetamol trus tubuh jadi lebih langsing juga, mas eko food combining jugakah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, halo wong kito galo :D
      Pertengahan 2014 sampe Ramadhan tahun lalu aku praktikkan food combining. Sarapan buah, baru makan besar jam 12 siang, dan setelah jam 7 malam nggak makan apa-apa lagi. Juga memperhatikan padu padan makanan dengan ketat. Alhamdulillah, tubuh jadi lebih enak, pencernaan juga terasa sehat (ditandai dengan lancar dan teraturnya buang air besar). Cuma harga buah naik-turun dan lebih sering naik, jadi suka bolong-bolong sarapan buahnya :D

      Hapus
  5. Sarapan buah ini yang sering terlewat karena memang ga pernah simpan buah, kadang beli siang sorenya udah habis. Kalau puasa begini, paling2 sup buah :D tapi ada gula sama susunya sih ya, jadi ga masuk itungan FC ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga suka tuh sup buah, hampir tiap hari bikin. Tapi biasanya sih setelah makan buah murni, lebih sering lagi setelah makan besar. Ya jatuhnya buka food combining sih, tapi pengen gimana donk :)

      Hapus