Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 18 Agustus 2016


DIRGAHAYU Republik Indonesia! Seperti sudah berlangsung bertahun-tahun setiap 17 Agustus sejak 71 tahun silam, upacara bendera memperingati proklamasi kemerdekaan RI digelar di seluruh Indonesia. Ada banyak cerita dan kejadian menarik seputar upacara bendera tahun ini. Tentu saja menarik menurut saya ya. Yuk, simak!

Satu yang paling menyita perhatian publik adalah kisah Gloria Natapradja Hamel "dipecat" dari Paskibraka Nasional. Gadis keturunan campuran ini didepak karena kedapatan berpaspor Prancis, negara asal ayahnya. Padahal Gloria sudah melewati serangkaian tes, juga telah menjalani karantina dan latihan intensif selama sebulan penuh.

Bayangkan, hanya tinggal hitungan hari saja ia beraksi bersama rekan-rekannya sepasukan di Istana Negara, eh, lha kok namanya dicoret dari Paskibraka. Adalah Kemenpora yang mengeluarkan keputusan pencoretan tersebut di detik-detik terakhir. Alasannya, warga negara asing tidak boleh menjadi anggota Paskibraka.

Secara logis alasan itu bisa diterima sih. Masa iya anggota pasukan pengibar bendera pusaka dalam upacara di Istana Negara kok warga asing? Masalahnya, Gloria lahir dan menghabiskan seluruh hidupnya di Indonesia. Ia fasih berbahasa Indonesia. Ia bahkan belum pernah sekalipun keluar negeri.

Tapi saya melihat ada yang janggal. Ibu Gloria, Ira Natapradja, menjelaskan pembuatan paspor Prancis dilakukan karena Gloria belum genap 18 tahun sehingga tidak bisa membuat KTP. Pertanyaan saya, kenapa yang dibuat paspor Prancis? Kan lebih deket buat paspor RI, Bu? Tapi, ya, sudahlah. Toh, ending-nya Gloria diijinkan oleh Presiden Jokowi untuk bertugas dalam upacara penurunan bendera pada sore harinya.

Yang membuat saya terharu, Gloria sempat menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk menegaskan kecintaannya pada Republik Indonesia. Surat bermaterai Rp6.000. Apakah isi surat ini begitu menyentuh sampai-sampai Presiden membolehkannya bertugas bersama Tim Bima saat Parade Senja? Hanya Jokowi yang tahu.



Paskibraka Menangis di Pematang Siantar
Kisah tak kalah mengharukan terjadi di Pematang Siantar. Memang dramanya tak seheboh kisah Gloria sih, tapi kadarnya beda-beda tipislah. Di mana anggota Paskibraka Pematang Siantar menangis gara-gara gagal mengibarkan bendera Merah Putih. Di situ kadang saya sedih.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat tiga anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera hanya diam ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Lagu selesai, bendera masih belum bergerak. Malah dilipat kembali. Suasana upacara jadi tegang-tegang gimanaaa gitu.

Usut punya usut, katanya sih cantolan bendera pada tali ada yang lepas. Jadi seandainya bendera dipaksakan diikat dan dikerek naik bakal melorot turun. Nah, anggota pengibar yang tak mau hal itu terjadi berinisiatif diam. Barulah setelah cantolan diperbaiki bendera berkibar di halaman Kantor Bupati Pematang Siantar.

Sekalipun kejadian ini terhitung force majeur, tetap saja anggota-anggota Paskibraka menangis. Sambil berbaris mereka menangis. Mereka kecewa, merasa gagal, sudah berlatih lama tapi bendera tak bisa mereka kibarkan dengan baik saat upacara. Beberapa anggota cewek ada yang sampai histeris.

Kalau ingat menjadi Paskibraka boleh dikatakan kesempatan sekali seumur hidup, kesedihan adik-adik Paskibraka ini dapat dimaklumi. Yang penting tetap semangat ya. Masa depan kalian masih panjang kok. *sokbijak*


Sepatu Diinjak Teman, Lepas
Ini sebenarnya tidak terlalu menarik sih. Hal biasa. Tapi karena terjadi di momen upacara bendera nan sakral, jadi lucu-lucu gimana gitu. Yang lebih menarik, kok ya ada media nasional yang mengangkat berita ini. Human interest, okelah, tapi mbokyao yang lain yang diangkat.

Kejadiannya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Dalam upacara level kotamadya ini, sepatu salah seorang anggota Paskibraka lepas karena diinjak teman di belakangnya. Tapi karena sudah diajarkan untuk tak menghiraukan semua gangguan selama bertugas, anggota tersebut cuek saja hanya memakai satu sepatu.

Untungnya, kalau boleh dibilang untung, sepatu tersebut lepas setelah bendera dikibarkan. Sehingga momen naiknya Sang Saka Merah Putih ke puncak tiang berlangsung khidmat. Kalau saja lepasnya sebelum bendera naik, bisa jadi peserta upacara jadi sibuk berkasak-kusuk membahas sepatu.

Selepas upacara, pembina Paskibraka Kota Bima langsung meluruskan sepatu anak didiknya lepas karena terinjak, bukan karena ukurannya longgar.

Iya deh, Pak, saya percaya.


Nyi Ratu Kidul Bawa Bendera
Kalau kejadian satu ini memang tidak berlangsung saat upacara. Tapi masih satu rangkaian dalam upacara bendera. Yang unik, ini adalah pemandangan baru di mana rangkaian upacara kenegaraan di level kabupaten menghadirkan sosok legendaris yang dianggap mitos. Tapi bukan Dedi Mulyadi namanya kalau tidak lain dari yang lain.

Bupati Purwakarta tersebut mengubah protokoler penyerahan bendera pusaka yang akan dikibarkan saat upacara. Mulai tahun ini, setidaknya selama Dedi menjabat, bendera pusaka diserah-terimakan dari sosok Nyi Ratu Kidul kepada sang bupati. Barulah oleh bupati bendera diberikan pada Paskibraka.

Nyi Ratu Kidul adalah sosok antara ada dan tiada. Ia merupakan legenda bagi masyarakat di kawasan pantai selatan Jawa. Tak cuma di Purwakarta, masyarakat di Pangandaran hingga Yogyakarta mempercayai keberadaannya di Laut Selatan. Bahkan, konon, raja-raja Mataram menjalin "hubungan spesial" dengan Nyi Ratu Kidul.

Sosok yang dipercaya merupakan penguasa Laut Selatan ini identik dengan pakaian berwarna hijau. Karenanya masyarakat Pantai Parangtritis menghindari pakaian-pakaian berwarna hijau kalau pergi ke pantai. Mereka percaya, Nyi Ratu Kidul marah jika ada yang berpakaian menyerupai dirinya. Orang berpakaian hijau itu dipercaya bakal dibawa ke Laut Selatan, alias hanyut.

Benar atau tidaknya ya saya kembalikan pada kepercayaan masing-masing.

Oya, yang memerankan Nyi Ratu Kidul dalam pengukuhan Paskibraka di Purwakarta adalah Cinta Rizkia. Coba search namanya di Google. Gadis cantik ini rupanya sudah cukup lama memerankan sosok Nyi Ratu Kidul dalam tarian. Berdasarkan penelusuran online yang saya lakukan, Cinta adalah lulusan Seni Tari Universitas Pendidikan Indonesia.

*****

Itu dia tiga-empat kejadian menarik dari upacara bendera 17 Agustus 2016 versi saya. Saya yakin ada banyak kejadian tak kalah menarik di daerah lain. Jangan ragu-ragu untuk share di kolom komentar ya...

Sumber-Sumber:
  • http://regional.kompas.com/read/2016/08/17/12390611/sepatu.satu.anggota.paskibraka.copot.seusai.menaikkan.bendera
  • http://regional.kompas.com/read/2016/08/17/12151201/sempat.gagal.menaikkan.bendera.pasukan.paskibra.menangis
  • http://regional.kompas.com/read/2016/08/16/18375671/.nyi.ratu.kidul.bawakan.bendera.untuk.upacara.hut.ri.di.purwakarta
  • http://www.rappler.com/indonesia/143345-5-hal-mengenai-gloria-natapradja-hamel


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

8 komentar:

  1. Banyak sekali kejadian-kejadian menarik selama 17-an ya Mas Eko, menambah semarak peeingatan hari Kemerdekaan:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Ada yang sedih, ada yang konyol, ada yang bikin ketawa. Tambah rame, dan tiap tahun ada kejadian-kejadian seperti itu.

      Hapus
  2. Pingin nangis pas Gloria itu. Ada juga yang saat latihn paskibra, pulangnya kecelakaan, kakinya tinggal 1.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi, temenan itu ya, Mbak? Kok mesakno nemen, sudah capek-capek latihan Paskibraka pulang-pulang malah dapet musibah kaya gitu.

      Hapus
  3. Paling hits adalah nyi roro kidul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyi Roro Kidul paling nyeleneh, yang paling bikin baper ya si Gloria.

      Hapus
  4. Yang mesti disalahkan ini siapa ttg gloria ??? masak udah test segala macfem kok yaa jelolosan ???
    atau mungkin di sengaja biar derama saat 17 an ???????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar ada beritanya aja kali ya, biar seru. Hahaha...

      Hapus