Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Kamis, 27 Oktober 2016

WAKTU liburan ke Bali bersama keluarga belum lama ini, saya benar-benar dibuat mati gaya. Bukan karena tak bisa mengabadikan perjalanan 5 hari 4 malam tersebut. Tapi karena hape saya lebih sering off di jalan sehingga saya tak bisa update ke media-media sosial. Ngeselin banget nggak sih?

Jaman sekarang kebutuhan akan narsis bin eksis itu nyaris selevel dengan kebutuhan akan makan-minum. Buktinya, masuk ke restoran terus pesan makanan, yang biasa dilakukan apa dulu? Foto-foto makanan di atas meja, terus unggah deh ke Instagram. Tak lupa pula nulis status di Facebook atau sekedar mencuit di Twitter.

Ketemu teman lama di kafe yang dilakukan dulu apa coba? Wefie first, talk later. Yup! Foto-foto bareng dulu dong, terus pilih-pilih foto terbaik, dan woro-woro di medsos biar semua orang tahu.

"Wuih, senangnya ketemuan sama si Anu di Cafe Ini. Teman lama waktu di TK nih, sudah 20 tahun nggak ketemu. Ngobrolin jaman masih imut, waktu kami latihan drum band sama lomba mewarnai." Padahal ngobrolnya baru nanya, "Apa kabar, Bro?"

Nah, saya nggak bisa begitu waktu jalan-jalan di Bali sama anak-istri. Biasanya cuma pas sarapan saya bisa foto-foto, terus update di semua medsos. "Sarapan enak nih di Hotel Oke Banget di Kuta. Habis ini kami mau jalan ke Nusa Dua, lihat Waterblow."

Habis itu notifikasi masuk bertubi-tubi. Like atau komentar di Instagram dan Facebook, juga mention dan kutipan di Twitter. Sambil jalan ke Nusa Dua jari-jemari sibuk membalas semua respon itu satu-satu. Begitu sampai di Nusa Dua baterainya low bat terus habis! Mana nggak punya powerbank lagi.

Jadilah selama di Bali saya baru bisa update medsos lagi pas sudah balik ke hotel. Itu artinya sudah malam. Masa iya ke Waterblow-nya jam 9 pagi terus update ke medsos jam 9 malam? Itu namanya bukan update.


Hape Anti Low-Batt
Ya, saya tahu sudah hal lumrah yang namanya smartphone itu boros baterai. Sehari-semalam harus dicas paling nggak 2-3 kali. Kecuali di smartphone itu nggak ada aplikasi macam-macam dan cuma buat SMS-an, sekali-kali telepon, awetlah baterainya seharian. Tapi kalau dipakai secara intens, dengan segala sosial media aktif, kita tidak bisa jauh-jauh dari sumber listrik.

Jadi, kalau lagi jauh sama colokan listrik kita musti sedia powerbank. Kalau sampai lupa bawa powerbank ya wassalam. Kejadiannya bakal kaya saya waktu jalan-jalan di Bali kemarin deh. Ngakunya blogger tapi kok jalan-jalan nggak pernah update? Tengsin dong.

Wajar kalau saya pernah berandai-andai punya hape yang bisa hidup seharian. Dan, rasanya bukan cuma saya sendiri yang berpikiran begitu. Iya nggak sih? Eh, rupanya sudah ada lho smartphone seperti itu.

Akhir September lalu laman CNET.com merilis daftar hape dengan baterai paling awet sedunia. Sebenarnya tulisan tersebut pertama kali tayang 31 Oktober 2011 sih. Tapi terakhir diperbarui 30 September 2016. Tentunya yang masuk daftar itu hape-hape terbaru.

Ada enam smartphone dalam daftar tersebut, dan jagoannya adalah Moto Z Play keluaran Motorola Mobility. Menurut hasil tes CNET, hape satu ini sanggup bertahan hidup dalam kondisi aktif (bukan cuma standby) selama 23 jam 3 menit. Itu artinya nyaris sehari-semalam! Siapa yang pakai hape selama 23 jam nonstop?

Moto Z Play tergolong smartphone paling murah dibanding produk lain dengan spesifikasi nyaris sama. Tapi kalau untuk orang yang terikat budget ketat, contohnya saya, harga Moto Z Play masih di luar jangkauan dompet. Laptop yang saya pakai untuk mengetik posting ini saja harganya cuma setengah dari banderol Moto Z Play.

Berita baiknya, Motorola Mobility - yang sudah diakuisisi Lenovo pada Oktober 2014 - baru saja merilis lini produk terbaru dengan life-time baterai tak kalah dari Moto Z Play. Ya, sama-sama tahan seharian penuh tanpa harus dicas bolak-balik, tanpa dicolok powerbank, tapi dengan harga yang sangat bersahabat. Boleh jadi malah harga bersaudara, hehehe.

Ladies and gentleman, please welcome Moto E3 Power.



Baterai Besar, Charging Cepat
Seperti halnya Moto Z Play, sebenarnya Moto E3 Power sudah sama-sama diperkenalkan di ajang IFA (Internationale Funkausstellung) Berlin pada awal September lalu. Namun seri yang dipamerkan di ajang tersebut adalah Moto E3, tanpa embel-embel Power.

Selain kapasitas baterai, RAM, serta penyimpanan internal, spesifikasi Moto E3 yang dipamerkan di IFA Berlin 2016 persis sama dengan Moto E3 Power.

Di Indonesia sendiri Moto E3 Power resmi dirilis pada 26 Oktober kemarin. Dalam acara bertajuk Moto Is Back di Jakarta, perwakilan Lenovo menyebut momen ini sebagai kembalinya hape Motorola di Tanah Air. Memang sudah lama hape bermerek Motorola absen di Indonesia, dan Moto E3 Power membuka jalan untuk kembalinya merek legendaris ini.

Penambahan kata "Power" pada Moto E3 Power tentu bukan tanpa alasan. Jika Moto E3 hanya dibekali baterai berkapasitas 2800 mAh, Moto E3 Power punya baterai 3500 mAh. Tidak terlalu besar memang, tapi Lenovo menjamin baterai pada smartphone ini bisa tahan sehari-semalam!

Wow, pernah kebayang punya hape yang bisa on sehari-semalam tanpa bantuan powerbank? Ini bakal memuaskan hasrat narsis bin eksis kita selama mungkin. Jalan-jalan nggak bawa powerbank bukan lagi masalah besar. On terus pokoknya. Update media sosial bisa jalan terus.


Tanpa keraguan lagi Moto E3 Power cocok sekali dibawa bepergian jauh. Bagi yang nggak mau tasnya terlalu banyak isi, hape satu ini layak dipertimbangkan. Cukup bawa perangkat dan charger, beres deh. Itupun charger-nya sekedar buat berjaga-jaga aja. Kalau cuma pergi seharian sih rasanya tidak perlu bawa charger.

Tapi ngecasnya lama nggak? Biasanya kan hape dengan baterai besar butuh waktu charging lama?

Kalau ada yang bertanya begitu, Moto E3 Power memberikan jawaban: nggak pake lama! Hape satu ini sudah mengusung teknologi fast-charging. Atau malah bisa dibilang super fast-charging. Hanya dengan mengecas selama 15 menit, baterai bisa bertahan hidup hingga 5 jam. Sesuatu banget nggak sih?

Moto E3 Power tak cuma menawarkan baterai tangguh. Melihat ke jeroannya, smartphone satu ini memang dirancang untuk kerja berat. Sangat cocok untuk blogger atau buzzer yang harus selalu update di media sosial dan terkoneksi dengan dunia luar lewat berbagai macam aplikasi.

Prosesornya quad-core 1.0 GHz, menjamin kinerja yang cepat yang dibutuhkan pengguna aktif. Didukung RAM 2GB membuat kita bisa menjalankan berbagai aplikasi untuk multitasking dalam waktu bersamaan tanpa hambatan. Juga untuk terhubung dengan semua akun medsos tanpa membuat hape melambat.

Soal tampilan, Moto E3 Power mempunyai monitor IPS LCD selebar 5" dengan warna 16M. Resolusinya 720 x 1280 piksel dengan pixel density ~294 ppi. Tidak terlalu lebar maupun terlalu wah, tapi sudah sangat nyaman untuk menonton video-video di YouTube atau melihat-lihat foto di Instagram.


Bagi yang suka selfie, ponsel pintar ini dibekali dua kamera. Kamera belakangnya 8MP dengan fitur autofocus dan dilengkapi LED flash. Ambil foto di tempat gelap tak jadi masalah, tinggal hidupkan saja flash-nya. Fitur lainnya ada geo-tagging, panorama, dan HDR.

Sedangkan kamera depannya 5MP, sudah sangat baik sekali untuk foto selfie. Buat yang suka nge-vlog, kamera Moto E3 Power bisa diajak membuat video dengan resolusi 720p dan kecepatan 30 frame per second (fps). Kemampuan yang sangat lumayan untuk ukuran smartphone kelas menengah ke bawah.

Untuk membuat kita tetap terhubung dengan dunia luar, Moto E3 Power mendukung nyaris semua jaringan komunikasi. Mulai dari 2G, 3G, sampai 4G semuanya oke. Mau GPRS maupun EDGE juga bisa. Yang terpenting adalah speed-nya, di mana E3 Power support HSPA, LTE Cat4 dengan kecepatan 150/50 Mbps. Was-wis-wus deh.

Oya, kalau tiba-tiba paket data habis dan belum sempat isi lagi, kita tidak perlu mati gaya. Moto E3 Power dilengkapi dengan built-in radio FM. Cukup colok headset ke perangkat, terus cari stasiun radio tempat penyiar favorit siaran, hari kita pun nggak bakal berjalan membosankan.

Satu lagi yang bakal bikin melongo, Moto E3 Power anti-air. Tidak perlu takut lagi mengambil foto atau merekam video sambil hujan-hujanan. Juga tidak perlu panik kalau tanpa sengaja hape terkena tumpahan minuman di meja.

Dalam laman resminya Lenovo menyebut Moto E3 Power hanya tahan terhadap percikan air. Namun seorang reviewer di India melakukan tes lebih ekstrem. Perangkat ini ia rendam di dalam air selama 15 detik, dan tetap berfungsi dengan baik. Lihat saja videonya di bawah ini.



Buatan Indonesia
Satu kabar menggembirakan bagi pecinta produk-produk buatan Indonesia, Moto E3 Power adalah hasil rakitan anak bangsa. Produk ini merupakan ponsel pintar pertama yang diproduksi di Indonesia. Pun menjadi lini Moto pertama yang diproduksi dengan mematuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G.

TKDN adalah sebuah skema yang ditentukan Kementerian Perindustrian lewat Permenperin No. 65 tahun 2016, dengan maksud lebih memaksimalkan kandungan lokal dalam produk-produk elektronik yang dipasarkan di Indonesia. Dari tiga skema yang ditawarkan, Lenovo memilih skema pertama di bidang manufaktur.

E3 Power diproduksi di Serang, Banten. Lenovo bekerja sama dengan PT TDK sebagai mitra lokalnya di Indonesia untuk menghasilkan Moto E3 Power dan seri-seri Moto lainnya. Sebelumnya, PT TDK sudah memproduksi smartphone merek Lenovo untuk pasar lokal sejak 2015. Dalam sebulan PT TDK menghasilkan 90.000 unit hape mid-end dan high-end, serta 75.000 hingga 150.000 unit low-end.

Langkah yang ditempuh Lenovo dalam memenuhi aspek TKDN ini mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Dari pihak Lenovo, pembukaan pabrik seri Moto di Serang merupakan penegasan bahwa Indonesia menjadi prioritas pasar. Ini tentunya bakal memudahkan dan memanjakan para pengguna.

Nah, mungkin karena diproduksi di Indonesia itulah Moto E3 Power bisa dibanderol murah. Harga resmi smartphone ini Rp1.899.000, terbilang murah untuk sebuah ponsel pintar dengan RAM 2GB, ROM 16GB, kamera 5MP dan 8MP, jaringan super cepat, serta tahan air.


Mau lebih hemat? E3 Power sedang ditawarkan secara eksklusif oleh Lazada Indonesia dalam flash sale yang dimulai 27 Oktober 2016 ini. Dengan membeli di Lazada, kita akan mendapat cashback sebesar Rp100.000. Jati jatuhnya harganya cuma Rp1.799.000.

Masih kurang? Dengan membeli di flash sale Lazada kita juga akan mendapat bonus paket data XL 12GB sepanjang tahun dan gratis 120 menit telepon ke semua operator. Kurang apa coba? Jangan tunggu lama-lama, sebab flash sale Moto E3 Power di Lazada hanya berlangsung sampai 11 November 2016. Setelah itu, semua cashback dan bonus tidak berlaku lagi.

Klik di sini untuk membeli Moto E3 Power secara eksklusif di flash sale Lazada.

Disclaimer: Tautan Lazada di atas merupakan tautan afiliasi. Jika Anda mengeklik tautan tersebut dan kemudian membeli Moto E3 Power di Lazada, saya akan mendapat komisi. Baca disclaimer blog ini selengkapnya di halaman ini.


Protected by Copyscape
« Posting Selanjutnya
Posting Sebelumnya »

7 komentar:

  1. Duh.. tuh hape bisa tahan seharian? dipake internetan juga masih tahan 23 jam? etdan..
    hapeku yg 3 jt aja cuma tahan 6-7 jam internetan.. padahal itu cuma sejutaan loh.. hm..
    btw coba aja RAM nya 3 GB, pasti langsung deh aku ngerengek minta beliin hape itu.. semoga kedepannya inovasinya makin ajib deh..
    aku mah nunggu keluaran hape yang baterainya joss dan RAM, Prosessor dan GPU nya juga harus joss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang tahan 23 jam itu Moto Z Play. Kalo Moto E3 Power sih klaimnya bisa tahan seharian plus semalam dalam kondisi aktif, bukan standby. Bisa bertahan 12 jam-an aja udah keren lho untuk hape seharga ini. Orang yang 3 jt aja cuma tahan 6-7 jam kan?

      Hapus
  2. Wuiiihhh... water testnya keren. Secara hape saya baru aja mati kecemplung ember hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, sampe dicemplungin air begitu juga tetap hidup.
      Padahal kalo kata Lenovo-nya sendiri sih cuma tahan cipratan air.

      Hapus
  3. Oh..lenovo udah afiliasi sama Motorolla ya? Baru tahu aku..tapi kalo Motorolla sendiri aku sukaaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak Oktober 2014, berarti tahun ini pas dua tahun, Mas. Awalnya juga bingung pas lihat flyer-nya itu. Ini hapenya Motorola, kenapa ada nama Lenovo tercantum? Ternyata sudah diakuisisi. Kalo Motorola mah sudah merek legendaris. Generasi 70'-80'-an pasti tahu gimana sepak terjang merek ini di tahun-tahun awal 2000-an pas hape mulai rame di Indonesia.

      Hapus
  4. motorola hape kedua saya punya saat awal awal kuliah dulu. setelah mati suri kini terlahir kembali

    BalasHapus