Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Selasa, 14 Februari 2017


BELAKANGAN timeline media sosial ramai oleh tagar #kaMIbuatanIndonesia. Ada apakah? Rupanya ini menandai diluncurkannya varian baru smparthpone Xiaomi yang dibuat di Tanah Air. Yup, perkenalkan inilah dia Xiaomi Redmi 4A.

Selama ini jika bicara soal hape Xiaomi pendapat orang terbagi dalam dua isu utama:
1. Harga murah, spesifikasi tinggi
2. Smartphone tidak resmi

Poin pertama tidak ada yang bisa membantah. Xiaomi selama ini dikenal sebagai produsen dengan jajaran produk smartphone murah. Kata "murah" di sini tidak semata-mata mengacu pada nominal harganya, melainkan price to value. Maksudnya, dibandingkan ponsel pintar lain yang memiliki spesifikasi sejenis, Xiaomi memberikan harga terbaik.

Inilah yang membuat banyak pengguna gadget di Indonesia mengidolai Xiaomi. Siapa yang tidak mau dapat handphone dengan spesifikasi keren, yang kalau itu dikeluarkan vendor lain harganya bisa 2-3 kali lipat?

Sayangnya, tidak semua perangkat Xiaomi masuk secara resmi ke Indonesia. Hanya ada sedikit saja varian Xiaomi yang berstatus legal dan mendapat garansi penuh, di antaranya Mi 4i, Redmi Note, Redmi 2, dan Redmi 2 Prime. Lalu belum lama ini Redmi 3s ikut mendapat cap resmi. Padahal tipe ini sudah diluncurkan sejak Januari 2016.

Di luar tipe-tipe tersebut bisa dipastikan tidak melalui distributor resmi sehingga tidak mendapat garansi full. Aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Pemerintah, yang mewajibkan kandungan komponen lokal dalam produk, menjadi penghambat masuknya ponsel-ponsel baru Xiaomi ke Indonesia secara resmi.

Celah ini diambil pihak-pihak yang ingin mengambil untung. Mereka mendatangkan tipe-tipe terbaru langsung dari Tiongkok. Herry SW dalam blog Ponselmu.com mengungkap salah satu trik distributor dalam mengedarkan ponsel Xiaomi tidak resmi. Caranya dengan menggunakan sertifikat yang tidak sesuai dengan tipe produk.

Karena tergolong produk ilegal, polisi sempat melakukan razia di sejumlah pusat perdagangan handphone di Jakarta. Buntutnya, banyak pedagang yang tidak mau lagi menjual Xiaomi ilegal. Padahal pembeli lebih meminati tipe-tipe terbaru yang rata-rata masuk secara tidak resmi.



Buatan Indonesia
Nah, setelah sekitar setahunan tidak meluncurkan produk baru di Indonesia, pada 10 Februari lalu Xiaomi membuat gebrakan. Pabrikan asal Tiongkok ini memenuhi aturan TKDN. Sehingga Redmi 4A yang diluncurkan hari itu menjadi ponsel Xiaomi pertama buatan Indonesia, tepatnya produksi PT Sat Nusapersada di Batam. Yeay!

Menandai hal ini, peluncuran Xiaomi Redmi 4A dimeriahkan dengan tagar #kaMIbuatanIndonesia di media sosial. Untuk pertama kalinya pula di ponsel Xiaomi tertera tulisan Made in Indonesia. Tidak lagi Made in China. Dan seperti yang sudah-sudah, harga murah dengan spesifikasi mewah tetap menjadi andalan.

Dengan banderol seharga Rp 1,5 juta - atau tepatnya Rp1.499.000 sebagaimana tertulis di situs resmi Xiaomi Indonesia, Redmi 4A dibekali chipset Qualcomm MSM8917 Snapdragon 425. Ditambah Cortex-A53 berinti delapan 1.4 GHz 64 bit sebagai CPU, kita dapat bermain game dengan sangat lancar. Terlebih untuk grafisnya dibenamkan Adreno 308.

Redmi 4A memiliki RAM berkapasitas 2 GB, dengan memori bawaan 16 GB. Kurang lega? Ada slot kosong untuk memasukkan kartu memori tambahan. Kita bisa menambah kapasitas penyimpanan hingga 128 GB. Mau menyimpan drama Korea sebanyak apapun ayo aja. Hehehe.

Sebagai sumber daya, Xiaomi memberi baterai berkapasitas 3.120 mAh untuk Redmi 4A. Ini menjamin ponsel tidak akan mati seharian sekalipun aktif dipakai terus. Dalam acara peluncuran di JW Marriott, Vice President Xiaomi Wang Xiang mengklaim Redmi 4A dapat bertahan hingga tujuh hari dalam keadaan standby. Tujuh hari itu sepekan ya.


Meskipun baterainya besar, smartphone ini tidak berukuran besar. Dimensinya tinggi 139,9mm, lebar 70,4mm, tebal 8,5mm, dengan berat 131,5 gram saja. Bodinya yang berbahan matte enak digenggam, pas dengan ukurannya yang mungil.

Bergeser ke user interface, Redmi 4A sudah memakai MIUI 8 yang merupakan antarmuka paling mutakhir. MIUI 8 pertama kali diperkenalkan di India pada pertengahan tahun lalu. Laman resmi Xiaomi Indonesia mendeskripsikan MIUI 8 sebagai "operating system yang paling indah dan gampang dipakai." Benarkah?

Soal ini saya bisa kasih pendapat, sebab saya sudah merasakan sendiri bagaimana kinerja MIUI. Desember lalu saya mendapat hadiah Xiaomi Mi 4i setelah memenangkan kontes video yang diadakan Kaskus dengan sponsor Pertamina. Perangkat ini memakai MIUI 6.

Baca juga: Klothekan Berhadiah Smartphone Xiaomi Mi 4i

Tepat seperti yang dideskripsikan di atas, saya dibuat terpesona oleh tampilan user interface pada smartphone ini. Demikian pula oleh kemudahan pemakaiannya. Padahal itu baru MIUI 6 lho ya. Bayangkan saja seperti apa kalau MIUI 8. Tentu tampilannya lebih menawan dan performanya lebih oke lagi.

Berikut video anak-anak saya sesaat setelah menerima hadiah Xiaomi Mi 4i dari Kaskus.



Nyaman Digenggam
Tidak lengkap rasanya membicarakan ponsel Xiaomi tanpa membahas kameranya. Salah satu kelebihan smartphone Xiaomi yang dibangga-banggakan Mi Fans selama ini adalah kemampuan kameranya. Baik untuk mengambil foto maupun merekam dalam bentuk video, juga untuk vlogging.

Seperti halnya smartphone kekinian yang lain, Redmi 4A bertipe dual camera alias memiliki dua kamera. Di mana kamera depan 5 MP dan kamera belakang 13 MP. Fungsi kamera dilengkapi fitur autofocus,LED flash, geo-tagging, touch focus, deteksi wajah/senyum, HDR, dan panorama.

Buat yang suka ngevlog, Redmi 4A bisa merekam video full HD (1080 x 1920 piksel) pada kecepatan 30 fps lho. Bisa jadi kamera cadangan nih. Kalau baterai kamera utama habis atau kondisi di lapangan tidak memungkinkan merekam dengan kamera, pakai saja ponsel ini.

Tambahan lagi, MIUI 8 pada Redmi 4A dapat secara cerdas mengelompokkan foto berdasarkan waktu pengambilan. Bahkan bisa membedakan antara foto-foto panorama atau screenshot. Jadi galeri foto lebih tertata, kita jadi enak saat memilih foto untuk diunggah di media sosial atau tambahan posting blog.

Oya, Redmi 4A menggunakan Android 6.0.1 Marshmallow sebagai sistem operasi. Kalau penasaran ingin mencoba Android Nougat, kita bisa cek sistem operasi untuk melakukan upgrade sendiri.


Well, sekalipun Xiaomi sudah memberikan begitu banyak kelebihan, masih ada satu hal yang jadi kekurangan. Btw, ini menurut pendapat saya pribadi lho ya. Apa itu? Monitor Redmi 4A hanya 5 inci, terhitung kecil untuk sebuah smartphone yang dimaksudkan sebagai piranti bermain game.

Layar 5" dengan resolusi 720p juga tidak terlalu istimewa untuk menyaksikan video di YouTube. Kurang lega, tidak nyaman di mata. Padahal kameranya bisa merekam video berkualitas full HD, tapi Redmi 4A hanya mampu memutar video HD (720 x 1280 piksel).

Namun ini bisa dimaklumi, sebab sepertinya Xiaomi lebih mengedepankan kinerja mumpuni serta keringkasan perangkat. Ukuran monitor 5" paling memungkinkan bentuk hape yang nyaman digenggam. Lebih besar dari itu akan semakin tidak mudah dipegang satu tangan.

So, dengan bodi mungil dan jeroan berkelas ditambah banderolnya yang terhitung menengah ke bawah, Xiaomi Redmi 4A merupakan smartphone rekomendasi. Jangan lupa, sekarang #kaMIbuatanIndonesia :)

Mau pesan Redmi 4A? Klik di sini untuk mencari smartphone Xiaomi idamanmu!


Protected by Copyscape
« Posting Selanjutnya
Posting Sebelumnya »

6 komentar:

  1. waaaa mau lah kece tampilanya...etapi murmer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Murah banget ini. Aku paling naksir sama kameranya. Punya istri yang Mi 4i aja udah keren banget hasil fotonya :)

      Hapus
  2. Waah.. mantap nih, mau ganti smartphone tapi belum ada cadangan.

    BalasHapus