Selamat datang di bungeko.com, catatan online Eko Nurhuda.

Minggu, 24 Juli 2016

MASIH ingat kemacetan parah di pintu keluar tol Pejagan-Brebes jelang Lebaran kemarin? Salah satu kenalan saya cerita salah satu temannya yang ikut jadi korban. Dia terjebak macet berjam-jam, sampai kehabisan bahan bakar dan terpaksa beli Premium dengan harga berlipat-lipat! Kalau saja ia rencanakan mudiknya lebih baik, perjalanannya tidak akan sedramatis itu.

Kemacetan parah di pintu keluar tol di Brebes saat itu benar-benar menjadi pusat pemberitaan. Tak cuma media nasional, sejumlah media asing ikut mengangkat beritanya setelah tersiar kabar ada pemudik yang tewas akibat lama terjebak macet.

Teman dari kenalan saya sendiri berangkat dari Jakarta tanggal 2 Juli pagi. "Habis Subuh" kalau mengutip istilah waktu yang dipakai kenalan saya di Twitter. Tujuannya ke Tegal, seharusnya sebelum adzan Dzuhur sudah sampai rumah. Tapi jam setengah 11 malam ia masih terjebak di tol Pejagan.



Saya lalu balik cerita soal keponakan yang mudik nyaman naik kereta api ke Pemalang. Berangkat dari Jakarta jelang tengah malam, sebelum Subuh sudah sampai tujuan. Jarak dari stasiun ke rumahnya memang tidak bisa dibilang dekat. Tapi adik-adiknya siap sedia menjemput, sembari menunggu waktu sahur.

Stasiun Pasar Senen mungkin terlihat lebih padat dari biasanya. Tapi masing-masing penumpang sudah memegang tiket, jadi tidak ada ceritanya berebutan tempat duduk seperti naik KRL. Anak si keponakan yang baru berusia tiga tahun, which is cucu saya dalam silsilah keluarga besar, pun bisa tidur nyenyak sepanjang perjalanan.

Benar-benar mudik yang menyenangkan, bukan?

Perbedaannya terletak pada perencanaan. Temannya kenalan saya belum bisa memastikan kapan akan mudik, jadi spontan saja begitu mendapat waktu luang langsung berangkat naik kendaraan sendiri. Sebaliknya, keponakan saya sudah jauh-jauh hari merencanakan perjalanan mudik. Tiket dipesan sejak sebulan sebelum tanggal keberangkatan.


Pesan Tiket Kereta Api Pakai Hape
Saya sendiri lebih suka bepergian keluar kota naik kereta ketimbang bus. Bukan hanya soal romantisme masa kecil, dengan naik kereta api saya bisa memesan tiket jauh-jauh hari. Bagi saya ini memberikan setidaknya dua keuntungan positif. Pertama, saya dapat terlebih dahulu mengetahui berapa ongkos yang harus dibayar. Kedua, saya mendapat kepastian tempat duduk.

Mengetahui ongkos terlebih dahulu membantu saya menyusun anggaran biaya perjalanan. Untuk perjalanan seorang diri ke Semarang, misalnya, saya bisa naik KA Kaligung yang tiketnya seharga Rp50.000. Pulang-pergi jadi Rp100.000. Kalau mau ke Jakarta, ada KA Tawang Jaya dengan tiket seharga Rp100.000 untuk tujuan akhir Stasiun Pasarsenen.

Berkaitan dengan tempat duduk, kita bebas memilih mau di sebelah mana. Dekat pintu gerbong biar tidak perlu melewati banyak orang kalau mau ke toilet, di pinggir jendela, atau malah di tengah-tengah gerbong? Sepanjang kursinya tersedia, kita bebas memilih saat melakukan pemesanan.

Enaknya lagi, sekarang pesan tiket kereta bisa dilakukan di mana saja melalui perangkat apa saja. Asalkan koneksi internet ada, kita dapat memesan tiket dari kenyamanan rumah sendiri. Say goodbye pada stasiun dan loket pembelian, atau mesin ATM untuk pembayaran, juga antriannya yang bikin kaki pegal.

Saya sendiri memanfaatkan layanan Bebasbayar, aplikasi pembayaran sekaligus pembelian tiket super komplit. Dengan aplikasi ini saya bisa memesan tiket kereta api dari smartphone. Tinggal unduh aplikasinya di Google PlayStore (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bm.sc.bebasbayar) bagi pengguna Android, atau AppStore (https://geo.itunes.apple.com/id/app/bebasbayar/id1067827875?mt=8) bagi pengguna perangkat berbasis iOS. Dalam sekejap mata hape kita bakal menjelma sebagai mesin pembayaran serbaguna. Mudah dan praktis.

Oya, khusus pemakai perangkat dengan sistem operasi iOS, aplikasinya sudah diperbarui dari versi 2.2. Sehingga ada penambahan fitur-fitur baru, seperti menu pemesanan tiket pesawat terbang, pilihan pindah kursi untuk pemesanan tiket kereta api, dan tentu saja tampilannya berbeda. Tapi pengguna Android jangan khaatir. Fitur untuk memilih kursi kereta juga sudah tersedia kok.

Agar dapat memanfaatkan kemudahan aplikasi ini, setelah menginstal di hape mula-mula kita harus isi dulu saldonya. Mau isi berapapun terserah, tapi minimal Rp10.000. Kalau keperluannya untuk membeli tiket kereta api, isilah saldo seharga tiket yang hendak dibeli. Seluruh saldo dapat dihabiskan, jadi tidak ada potongan sama sekali maupun biaya-biaya tersembunyi lainnya.

Katakanlah kita mau memesan tiket tujuan Semarang naik KA Kaligung pergi-pulang. Harga tiket sekali berangkat Rp50.000, ditambah biaya admin Rp7.500, jadi totalnya Rp115.000. Maka isilah saldo sejumlah ini. Atau lebih baik lagi kalau dilebihkan, buat jaga-jaga isi pulsa mana tahu di perjalanan butuh.

Untuk mengisi saldo atau top up ke akun kita, ikuti langkah-langkah seperti yang ditunjukkan dalam ilustrasi berikut.


Proses top up akan terasa lebih mudah jika kita sudah mempunyai fasilitas internet banking atau SMS-banking. Sebab kita diharuskan membayar dalam tempo selambat-lambatnya dua jam sejak mengajukan tiket deposit. Kalau masih harus ke ATM, apalagi antri di teller, sama saja bohong jadinya.

Begitu saldo masuk ke akun kita, saatnya berburu tiket kereta! Caranya sama mudahnya dengan top up tadi. Sebelum itu siapkan dulu data-data yang diperlukan untuk pemesanan tiket kereta, yakni nama lengkap dan nomor KTP calon penumpang. Lebih-lebih lagi kalau kita hendak memesankan tiket untuk orang lain.

Sudah siap? Lihat ilustrasi di bawah ini untuk mengetahui langkah-langkah memesan tiket kereta api menggunakan aplikasi Android. Oya, pastikan koneksimu lancar ya supaya proses pemesanan tiket berjalan tanpa hambatan sampai selesai.



Begitu dapat kode booking dan saldo kita terpotong sebesar harga tiket, selesai! Catat kode booking yang diberikan untuk keperluan mencetak tiket fisik di stasiun. Gampang sekali, bukan?

Dapat Cashback
Yang membuat saya tertarik menggunakan aplikasi besutan PT. Bimasakti Multi Sinergi ini adalah program cashback-nya. Di mana setiap pengguna akan mendapat komisi dari setiap transaksi yang dilakukan, termasuk memesan kereta api untuk diri sendiri.

Ambil contoh saat saya memesan tiket kereta api ke Semarang untuk mengikuti event Fun Blogging 9 pada Maret lalu. Berangkatnya saya ambil KA Kaligung. Kebetulan sekali sedang ada promo, sehingga tiket yang biasanya seharga Rp50.000 didiskon menjadi Rp30.000. Sedangkan pulangnya saya naik KA Kamandaka dengan tiket Rp50.000.



Dari dua transaksi ini, saya mendapat cashback Rp4.600 alias masing-masing Rp2.300 per tiket. Lumayan. Belum lagi kalau digabung dengan transaksi pembayaran listrik, internet, juga pulsa dan paket data yang kesemuanya saya bayar setiap bulan melalui aplikasi sama.

Untuk bayar Speedy saya dapat cashback Rp650, sedangkan bayar listrik cashback-nya Rp1.100. Hitung-hitung menabung uang receh. Hehehe...

Kabar bagusnya, begitu tahu saya bisa isi pulsa dan harganya lebih murah dari di konter dekat rumah, tetangga satu demi satu ikut minta diisikan. Saya cuma ambil selisih sedikit, sekedar menggenapkan saja biar tidak repot memberi kembalian. Lalu ada juga yang titip bayar listrik, beli token PLN, lalu kakak ipar mulai bulan depan mau ikut menumpang bayar iuran BPJS juga.

Selain cashback, ada pula program afiliasi atau lebih tepatnya member get member. Getok tular kalau kata orang Jawa. Di mana kita akan mendapat komisi jika ikut memperkenalkan layanan ini pada saudara, tetangga, teman kantor, atau siapapun. Ada lho yang mendapatkan cashback sampai 4-5juta rupiah setiap bulan. Hmmm, gaji saya kalah banyak donk!


Soal ini pernah saya bahas di posting berjudul Bebas Bayar Apa Saja, di Mana Saja, Pakai Perangkat Apa Saja, silakan baca lebih detil di sana. Daftar cashback lebih lengkap berikut simulasi perhitungan berapa yang kita dapat setiap bulan saya jabarkan dengan lengkap.

Bagi yang tidak suka sistem afiliasi, membuka loket pembayaran bisa jadi bisnis sampingan yang bagus. Terutama bagi yang tinggal di perumahan dan jauh dari loket-loket semacam itu. Selain cashback, kita bisa mendapat untung tambahan dari biaya administrasi. Katakanlah Rp1.000 per transaksi, kalikan sekian transaksi per bulan. Lumayan buat bayar tagihan kita sendiri.

Atau, ada tetangga yang ingin balik ke Jakarta setelah Lebaran usai? Tawarkan saja tiket kereta api, atau tiket pesawat sekalian. Tinggal pencet-pencet layar smartphone beberapa menit, tiket pun siap. Tetangga senang karena merasa terbantu, kita pun bahagia karena bisa menolong plus menambah pundi-pundi.

Bagaimana, ayo instal dan rasakan sejuta manfaat dari layanan ini! Unduh aplikasinya di Google PlayStore atau iOS dan ubah smartphone-mu jadi alat pembayaran serbaguna.


Protected by Copyscape
« Selanjutnya
Sebelumnya »

10 komentar:

  1. wah, asyik juga nih bebasbayar.... buat dipakai sendiri aja udah untung, apalagi dipakai jualan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sempat nyoba jualan pulsa sama bantu tetangga bayar tagihan listrik, juga jual token PLN. Lumayan, dapet dari selisih harga (padahal masih bisa lebih murah dibanding konter setempat) juga dapet cashback. Hehehe

      Hapus
  2. BebasBayar ini bener-bener berguna sekali yah dan praktis, cukup instal di smartphone udah bisa bayar sana-sini, bisa beli ini-itu juga. Artikel yang bermanfaat bang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, makanya top up jangan cuma Rp10.000. Tanggung, cuma bisa beli pulsa Rp5.000 nanti. Hehehe... Sekalian top up yang banyak, buat daftar Speedy bisa, bayar listrik bisa, bayar iuran BPJS bisa, buat pulsa apalagi. Keren kan?

      Hapus
  3. wuihhhh sukses lomba blognya ya, btw saya tuh udah install bebas bayar waktu mudik ke cianjur, cuma beum sempet top up, padahal penting banget buat transaksi, ada aplikasi ini jadi memudahkan pemesanan ya, terutama untuk tiket, tinggal mainin hp aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, pangestunipun, Mbakyu. Apapun hasilnya, saya ikhlas. :)
      Btw, saya sudah pakai Bebasbayar sejak beberapa bulan terakhir. Sangat membantu, terlebih udah pakai internet banking segala, jadi bebayaran bener-bener gak perlu keluar rumah. Hehehe...

      Hapus
  4. Asyik juga ya bisa skalian buat usaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Buat buka konter hape, atau sekalian aja loket pembayaran serbabisa. Dapet untungnya dari cashback, juga selisih harga jual ke pembeli kita.

      Hapus
  5. mantab mas bisnisnya kunjung balik mas di www.maslukis.com

    BalasHapus